|
Hallo kawan kawan mailis LP3B Pak Umar ini lebih seneng jadi orang
perlente, ngeceknya juga dengan orang kepercayaan, karena ORANG GEDEAN dan….. Bukan pelayan masyarakat walau di bayar oleh pajak rakyat, dan dia akan menyampaikannya kepada
rekan rekan beliau. Batu yang diletakkan
atau bata yang diletakkan. Tapi meletakkan batu koq
biayanya gede sih….! Kerjaan masih panjang Sawat didepan kita Saget teked saget tawang margine Saget kebabas….. Ketut
Tejawibawa, Dipl.-Ing. SWISS GERMAN UNIVERSITY Campus German Centre -
BSD Tel.+62 21 5376221 Fax. +62 21 5376201 -----Original Message----- Pak Ketut, Ternyata anda yang memastu batu itu, bukan Ketut Teja he..he. Hampir saja memang ribuan orang berentem
gara-gara sebuah batu. Kita akan berjuang terus dengan cara-cara damai, yang
penting pesan, bahwa PLTGU Pemaron masih tetap ditolak, sampai kepada para
pengambil keputusan. Email Pak Umar sudah kena "exim bounce". Jadi barangkali
email-email yang ditujukan kepada P. Umar tidak akan sampai, maka kita stop
dulu "kemarahan" kita kepada Pak Umar Said. Jika dipikir-pikir,
memang Pak Umar hanya menerima informasi saja tentang keadaan Lovina, bukan
pendapatnya. Malahan kita berterima-kasih kepada Pak Umar yang telah
menyampaikan kepada kita, bahwa ada orang yang memberi informasi keliru tentang
Lovina. Sekarang tentu, Pak Umar sudah tahu situasi sebenarnya, sehingga kita
berharap Pak Umar akan menyampaikan isi email teman-teman kepada mereka yang
akan memutuskan PLTGU Pemaron. Kita justru minta bantuan Pak Umar dalam hal
ini. Be cool Friends. Merdeka !!! Gde Wisnaya -----Original
Message----- Yth.
Pak Gede dan teman seperjuangan. Selamat
berjuang!!!!!! dan salam Merdekaaaaa!!!, merdeka dari limbah dan gas polutan
buat warga Pemaron, Lovina dan warga Buleleng. Biarlah
peletakan batu pertama itu terjadi, nggak usahlah kita mau dibenturkan secara
fisik antara sesama warga yang toch itu saudara-saudara kita juga yang
barangkali belum paham betul arti apa itu ramah lingkungan. Moga-mogalah
onggokan batu pertama yang diletakkan dengan biaya yang tidak murah (itu baru
batu pertamanya saaja lho) itu menjadi hanya seonggok batu saja. Pokoknya kita
pastu batu itu agar hanya menjadi batu kecil itu saja selamanya disitu!
ha...ha...ha. Ambillah banyak pelajaran dari kasus Bali Nirwana, apa
kekurangan-kekurangannya dari perjuangan saudara-saudara kita disitu. Kita coba
terapkan pada kasus di Pemaron. Biarlah pak Umar yang sudah mantan dan pikun
itu berkomentar seperti itu, karena dia memperoleh informasi juga dari orang
yang tidak pernah keluar rumah alias sudah pikun juga barangkali. Pak Umar dan
informannya itu jelas pikirannya masih dijaman tahun 1960-an. Walaupun
informannya itu sudah bolak balik lewat Lovina tapi karena linglung tadi
yah...itu tadi dia hanya bisa bilang hotelnya hanya ada satu yaitu Lovina. Udahlah
Pak Gede jangan hiraukan orang-orang linglung itu, mari kita berjuang terus,
angkat isue-isue ini sampai ke tingkat yang lebih tinggi seperti saran
teman-teman anggota milis ini. Selamat
berjuang! Salam KD |
- [bali] Selamat berjuang terus ketutd
- [bali] Re: Selamat berjuang terus Gde Wisnaya Wisna
- ketut.tejawibawa
