Dear Agung, surprise.....anda ternyata ada di millis LP3B juga ya? Kita disini lama tidur (karena sibuk...banget, sampai2 pak Sudja "geli" ngelihat bagaimana kesibukan tersebut, membuat tali silaturahmi terputus, he...he..) Soalnya saya melihat banyak anak2 muda yang kepedulian tinggi di penyu ini, banyak "kader" (bukan hanya partai punya kader), di Lepang (Takmung), terakhir kita Clean up tgl 14 September bareng murid2 Negari, Lepang, Sedayu and Tojan. Foto dan Video tersedia, juga foto2 telur Penyu Belimbing yang dipindahin (biar nggak kerendam air, dijaga bermalam2 oleh sekaa teruna). Saya dan anak2, pembantu, supir, beberapa staf juga camping semalam buat ikut support (saat bertelur pertama). Biar tahu aja, penyu Belimbing yang lebar dan langka tersebut, udah 2 kali tahun ini bertelur disono.Kita sih nggak nyari duit di "penyu", tapi bukan berarti nggak peduli penyu ya.......
cheers : Widi --- Bali Greenery <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Obrolan Mbak Widi tentang aktivis penyu saat ini > sangat tepat. Kami > masyarakat Denpasar Selatan mengkonsumsi penyu hanya > pada event-event / > acara adat tertentu saja. Ah, masak karena > dikonsumsi segitu saja terus > penyu punah dari muka bumi. Sama halnya masyarakat > Aborigin yang berburu > buaya untuk dikonsumsi (bukan dijual) tidak akan > memunahkan buaya. > Kepunahan penyu sangat dipercepat oleh pengambilan > telur penyu dan > perusakan habitat penyu. Namun kami setuju agar > olahan daging penyu tidak > diperdagangkan di restoran atau warung makan sebagai > menu setiap hari. Bagi > yang melanggar silakan ditindak. Demikian juga > dengan pihak-pihak yang > mengambil telur penyu, mengekspor penyu dan merusak > habitat penyu, termasuk > hotel-hotel yang memasang lampu sorot ke arah laut. > Tahukah anda bahwa > lampu sorot ke laut dapat membingungkan penyu saat > akan mencari daratan > (pasir) untuk bertelur? > Mari kita peduli penyu dengan menyasar mereka yang > menyebabkan kepunahan > penyu. Jangan hanya mengkambing-hitamkan Bali > lantaran kepopuleran sebuah > nama Bali yang mungkin membuat anda bisa mendapat > suntikan dana untuk > kampanye anti pemanfaatan penyu oleh masyarakat adat > di Denpasar Selatan. > > Bye..... > > Agung > > At 04:00 AM 10/16/03 -0700, you wrote: > >Yth Bapak Ketut, > >saya baru baca semua semangat anda untuk mencari > >alamat profauna? Dulu namanya KSBK (LSM Malang yang > >juga sempat dimusuhi sekelompok masyarakat Bali > >Selatan yang memakai penyu untuk Upacara2 > tertentu), > >terus ganti nama menjadi Profauna, he..he...masih > juga > >diserang ya? > >Karena Profauna nggak pernah melaporkan orang2 yang > >menjarah habitat penyu menjadi hotel, orang2 yang > >menjual telor penyu di Kalimantan-NTB-dll, > orang-orang > >yang tidak mengolah limbahnya dan mencemari laut > (yang > >sebetulnya sama juga merusak habitat penyu dan > terumbu > >karang), orang-orang yang membuang sampah plastik > >kelaut dan disangka ubur2 oleh penyu dan penyunya > >akhirnya keselek-and mati dengan sukses, nggak > marah > >pada saat PLTGU Pemaron dibangun, juga nggak pernah > >ngasi alternatif mata pencaharian bagi masyarakat > yang > >bergerak di Penyu ini. Kita tidak bisa galak > >sembarangan, jika kita tidak pernah memikirkan > >bagaimana mereka bisa hidup. > >Sebagian dari kita-kita galak dengan kelompok > >masyarakat tersebut, karena digaji untuk peduli > dengan > >penyu, coba kalau nggak digaji, mau kagak keluar > duit > >sendiri buat berjuang untuk penyu??? Kenapa tidak > >dilihat bagaimana, masyarakat Kuta menjaga penyu > yang > >bertelur, masyarakat Lepang-Klungkung yang > begadangin > >telor penyu??? > >Ah, kita sering belagak peduli dengan kelestarian > >penyu, tapi tidur nyenyak di hotel, yang merubah > >habitat penyu, menjadi tempat berjemur para > >turis....kasihan deh..kita!!!! > >Bali selalu diekspos seolah-olah pembantai Penyu, > >padahal sekarang ini, yang namanya sate penyu, > lawar > >penyu, adalah sate babi dan sapi. Nggak percaya > lihat > >lemaknya (warnanya kagak hijau tapi putih)dan > datangi > >tukang jual, lihat di dapurnya langsung. > >Untuk apa dulu, nyari alamat Profauna? Ntar saya > >kasih, kalau alasannya cocok buat saya. > he..,he..cepek > >dulu dong!!! > >Kalau menurut saya, hal yang paling penting > dipikirin > > >sekarang adalah sekolah2 yang pada rusak, anak2 > yang > >semakin banyak kagak sekolah. > >Kalau mau peduli penyu, cek perdagangan penyu ke > China > >dari Indonesia Timur, ratusan-ribuan diangkut buat > >makanan para encim2. > >Masyarakat Bali Selatan, sekarang ini makannya > lawar > >Babi, kuwir,dll, bukan penyu. > >Sampaikan informasi yang sebenarnya keteman anda, > >karena kami2 ini capek...banget dengan style orang2 > >yang nyari duit dengan mengekspos cerita "kuno" > >emangnya yang didongengin anak2??? Pasti teman anda > >bukan anak2 toh? Bilangin jangan mau dikibulin > orang2 > >yang udah bingung cara nyari duit.......sampai > >ngedongeng keman-mana. Mungkin pecel "lele" udah > kagak > >laku ya???? Sekali lagi jangan jadikan Bali obyek > >terus untuk masalah penyu ini. Please...... > > > >cheers : Widi > > > > > > -- > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. > > Publikasi : http://www.lp3b.or.id > Arsip : http://bali.lp3b.or.id > Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> __________________________________ Do you Yahoo!? The New Yahoo! Shopping - with improved product search http://shopping.yahoo.com -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
