Dear Willy,
senang sekali ada adik mahasiswa sudah punya
kepedulian tentang kondisi sosio kultural kita. cuman
memang perlu disadari berdasarkan peta geografis
komunitas di Bali, setiap pertengkaran akarnya sangat
berbeda. Di Buleleng sangat jarang terjadi
pertengkaran karena adat misalnya, sedangkan Bali
selatan khususnya Gianyar/Badung, "pertempuran" atau
pertentangan umumnya karena masalah adat. Tolok ukur
seseorang yang diserang massa, di Selatan Bali lebih
karena ketidak peduliannya terhadap komunitas desa
adat atau banjar yang erat dengan kegiatan kebersamaan
dalam wilayahnya.Sehingga seseorang/sebuah keluarga
akan sangat takut "kesepekang" (dikucilkan Plus)jika
arogan atau tidak melakukan kewajiban adat.
Sedangkan di Buleleng, karakternya sangat berbeda.
Banyak masyarakat yang begitu antusias kalau
menyangkut masalah politik. kerusuhan oktober kelabu,
saat Megawati batal terpilih jadi presiden, mulainya
dari Buleleng. 
Orang Buleleng akan lebih cenderung menyekolahkan
anak2nya jika punya uang, orang Selatan akan
memperbaiki sanggah/rumahnya kalau punya uang. Orang
Badung dan Gianyar lebih khawatir kalau merantau,
selalu bolak-balik pulang karena urusan adat, 
sementara orang Buleleng lebih berani kemana-mana.
Orang Badung/gianyar akan lebih sering "off" untuk
adat (di dunia perhotelan), orang Buleleng tidak.
Jadi satu pulau ini, sangat tidak bisa disamakan dalam
banyak hal jika kita berbicara masalah karakter
komunitasnya. Manajemen penanggulangan konflik, di
setiap kawasan menjadi sangat khas. Namun ada beberapa
solusi secara umum yang dapat menjadi titik start bagi
semuanya (seperti yang dibicarakan pak Mangku Pastika
dan Gubernur); Mengubah posko menjadi poskamling,
bebas bendera parpol, dan lain-lain.
Pemecahan masalah spesifik sangat tergantung dengan
kekhasan kawasan masing-masing. 
Kenapa banyak teman yang ingin tahu, bertanya,
membicarakan dan sebagainya, khusus untuk millis ini
sepertinya karena kepedulian dan kekhawatiran yang
mendalam, karena kita tidak mau terus-terusan menjadi
"krama" tukang berantem. Kalau diteliti, sebenarnya
rada malas juga membicarakan kondisi seperti ini,
karena terbukti millis ini sepi banget dari obrolan
masalah ini, sebelum teman kita "kecak berlin",
menuntut karena keingintahuan seorang krama di
perantauan. Banyak sejarah pertentangan antar daerah
pada jaman dahulu (Badung-Mengwi untuk rebutan air
misalnya), tapi sangat tidak etis kita pada jaman ini
masih memakai "style" lama untuk melegitimasi tindakan
main berantem. Kalau yang keren2 bolehlah ditiru.
Saya pribadi bukan anggota partai, bahkan sedang
berencana untuk tidak memilih.. he..he..habis kayaknya
nggak ada yang bikin tenang.
Untuk Bali Selatan penyelesaian lewat kesatuan sebuah
desa adat sangat mungkin. Tapi untuk Buleleng,
kemampuan pemimpin partai untuk menularkan kedamaian,
ketentraman merupakan hal utama.Kalau pemimpinnya
gampang panasan, emosinya meledak-ledak, maka massa
akan mendapat angin segar untuk berbuat anarkis.
Kita harus realistis, Bali memang tidak bisa sembunyi
dari siapapun. Biar tahu aja, waktu ada penertiban
masalah KIPEM (saya juga kagak tahu banget
kepanjangannya). Sampai ada majalah luar yang bilang,
orang Bali hanya ramah kepada orang luar Bali, jika 
kenyang (bahasa indonesia,red). Jika tidak, mereka
akan nyerang orang Java. Wah...saya ngamuk2 sama
majalah(spiegel (Jerman) kalau nggak salah). Masak
baru nertibkan surat2 penduduk aja, udah disamakan
kayak si Hitler ngebunuh Yahudi???
Ya...itulah kita Bali.Kalau bisa dianalogkan dengan
seseorang yang semakin ngetop, semakin sulit
berselingkuh.......jadi sorotan terus. Ini jangan
dianggap penghalang, tapi pendorong agar kita selalu
jadi orang baik. kenken...dik willy, sampunang nuutin
ane jele2 nggih. salam untuk Bapak Tisna Sanjaya, saya
masih simpan sebuah lukisannya "Menghajar
Picasso"(habis pulang dari Jerman dia nggak ada yang
perhatiin, jadi saya deh yang beli). Juga Ibu Rita
Widagdo, putranya (Marc) teman saya kongkow2 di
Bali(cuman dia tukang mabuk, saya nggak suka minum)

Cheers : Widi







--- willy hetfield <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> salam sejahtera,
>  
> sebelumnya saya ingin minta maaf karena lancang
> bergabung dengan milis ini.
> perkenalkan, nama saya willy himawan (tanpa nama
> bali), biasa dipanggil willy, umur 20 tahun, saya
> masi mahasiswa, kuliah di seni lukis FSRD-ITB, saya
> seorang buleleng asli, tepatnya bungkulan, tapi saya
> lahir dan besar di denpasar, dan pulang ke bungkulan
> pabila kalo ada odalan sehinggga secara garis besar,
> saya tidak begitu mengetahui keadaan bungkulan dan
> singaraja serta buleleng pada umumnya.
>  
> mungkin apa yang hendak saya sampaikan cuma berasal
> dari keprihatinan saya terhadap insiden buleleng,
> dan pada umumnya keadaan bali akhir-akhir ini.......
>  
> kalo saya perhatikan, sebenernya gontok-gontokan ala
> partai, keluarga, dan banjaran sering ada di bali
> dari dulu dan bisa disebut dan bahkan menjadi hal
> yang "natural".....kalo orang tua bilang "mesiat to
> ngeranayang menyama"...cuma bedanya kali ini, sebuah
> insiden seperti itu direkam oleh media massa....yang
> luas pengaruhnya. lalu, apa akibatnya... semua orang
> siapapun itu menjadi mulai ikut membicarakan, dan
> mungkin ikut-ikutan "nimbrung" tentunya dengan
> berbagai kepentingan......saya pun mungkin memiliki
> kepentingan membicarakan permasalahan ini di wadah
> ini, dengan alih-alih alasan tukar-pikiran, dan
> mencoba menjajal pemikiran "kemahasiswaan" saya.
>  
> namun diluar semua itu, terutama diluar kepentingan
> yang mendasar pada insiden itu, ,yang tentunya
> adalah kepentingan penguasa dan tentunya juga jauh
> dari dugaan-dugaan kita orang awam. saya pribadi
> tidak ingin membahas apa sih, yang ada dibalik semua
> insiden yang terjadi di bali, walaupun mungkin jika
> kita telusuri semuanya secara pelan-pelan banget,
> pasti ketemu "penampakan".......
>  
> namun hal yang kemudian menarik keprihatinan saya
> adalah, aspek psikologis-sosial masyarakat bali yang
> kira-kira terbentuk kemudian, akibat dari intervensi
> mass-media di bali yang lalu membuat bali "mendunia"
> untuk kedua kalinya, dan tentu kali ini dengan
> "membonceng" segala permasalahan sosial yang memang
> ada didalamnya, jadi kali ini bukan cuma manisnya
> penari bali yang sedang menari saja, tapi juga
> anak-anaknya yang menangis dibelakang
> pangggung........begitu kira-kira. 
>  
> permasalahan yang timbul kemudian adalah bagaimana
> jadinya sosio-kultur bali yang cenderung masih
> berpegang pada tradisi yang menjunjung nilai
> kolektivitas, ke-lokal-an, ke-adi luhung-an budaya
> warisan leluhur 700 tahun lalu (mengingat majapahit
> yang masuk di tahun 1300-an), ke-tradisian,
> tata-krama warisan, dan sebagainya.........yang
> kemudian sekarang ini mengalami persinggungan dengan
> nilai-nilai modern yang mencakup nilai humanisme ala
> HAM dan pasukan perdamaian, nilai kebaruan yang
> mengharuskan adanya progress dalam
> kehidupan....nilai kreativitas yang mendobrak
> "kemandegan", tata-krama yang cenderung bertolak
> pada sistem yang mengharuskan keikutsertaan
> manajemen sebagai pusat lingkarannya..dan banyak hal
> lagi yang betolak belakang dengan nilai-nilai
> konvensi yang ada di
> bali.............................................
>  
> mungkin itu permasalahan-permasalahan yang ada
> didalam benak saya saat ini, dan sebagai generasi
> yang lebih muda...saya tentunya sangat mengharap
> pendapat-pendapat bapak-ibu, kakak-kakak sekalian
> yang kebetulan ada di wadah ini.......untuk bisa
> bertukar pikiran.......dilain pihak, secara
> pribadi....saya merasa di umur segini memang sudah
> waktunya mencari jati diri, dan sepertinya saya
> sangat butuh pemikiran-pemikiran utamanya
> wejangan-wejangan dari orang-orang yang terlebih
> dahulu mengalaminya........
>  
> terima-kasih saya sampaikan karena sudah membaca,
> semoga ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan
> sekali lagi saya meminta maaf atas kelancangan saya
> ini.....dan sekali lagi saya mengucapkan terima
> kasih.
>  
> salam damai,
>  
> willy 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Exclusive Video Premiere - Britney Spears


__________________________________
Do you Yahoo!?
Exclusive Video Premiere - Britney Spears
http://launch.yahoo.com/promos/britneyspears/

--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke