Eh tertarik juga dengan thema Luar Negeri Minded dan sampah. Bila perlu biar dikira intelek, pakai bahasa asing dikit2 seperti : signifikan, even ( mungkin maksudnya event ), klarifikasi dst. Saya juga tertarik dengan wujud Luar Negeri Minded ini dan sampah dikampung saya, yang namanya Kalibukbuk, populer dengan Kawasan Wisata Lovina. Disana sedang dilaksanakan proyek penataan Kawasan Wisata, yang konon biayanya adalah bantuan Bank Dunia ( yang jelas bukan Bank Pasar ), yang  antara lain wujudnya : pembangunan gapura, pantai dengan pasirnya yang indah diganti dengan paving stone, pasir diganti taman yang diurug dengan tanah, yang waktu hujan jadi lumpur, bahkan akan dibangun jalan mobil dipantai. Rupanya ada pandangan yang berbeda antara Pemkab dengan pelaku pariwisata. Pelaku pariwisata mengatakan daya tarik Lovina adalah pantai dengan nuansa alamnya, sehingga yang perlu dilakukan adalah menjaga kebersihan, keselamatan, ketertiban dan keamanan. Wisatawan bilang proyek ini adalah "bloody stupid project". Tapi Pemkab ( dalam hal ini tentu pengambil keputusannya ) bilang itu adalah proyek Penataan Kawasan. Yang lebih menarik lagi, gapura sudah dibangun dengan biaya mahal. tapi sampah berserakan dimana-mana. Alasan sampah sampai membusuk: tidak ada dana, tidak cukup kenadaraan pengangkut sampah. Trotoir baru dibangun, tapi lobang ditrotoir yang lama, menganga tidak ditutup. Barangkali menunggu wisatawan jatuh atau ada anak kecemplung mati, baru mendapat perhatian. Kakek saya dulu tuli tidak mendengar, saya bawa kedokter habis 100 juta, setelah itu bisa mendengar. Teman saya dapat lotere 100 juta, kok setelah itu jadi tuli. Anaknya teriak-teriak minta makan karena kelaparan tidak didengar. Kampungnya minta sumbangan untuk memperbaiki sekolah tidak didengar, padal ia baru saja dapat rejeki nomplok tanpa kerja 100 juta. Dan itulah namanya : HIDUP. That is life. If you can not change the world you have to change yourself, at least how to survive.
Tapi kita perlu tokoh macam Adik/Mbak/Ibu ( pilih yang mana cocok ) Widi, who knows one lady can make the difference.
Anggap saja semua ini sebagai lelucon.
Sampai jumpa,
NS

Made Wirata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Emak Widi yang baik,
kita ketemu lagi diudara..... sudah sekian lama tidak saling info...

Saya setuju pendapat Emak Widi, kalau dilaksanakan desentralisasi,
karena selain keruwetan transportasi yang Embak bilang itu, juga Polusi
sampahnya lewat kota, belum biaya transportasinya tidak murah.
Saya rasa saya dan temen-temen bisa mengusulkan cara yang tepat untuk
desentralisasi, itu juga kalao didenger sama pemerintah Bali, tapi
tentunya minta bantuan Pak Gde sama Embak Widi, saya enggak ada yang
kenal di pemerintahan....jangan-jangan dikira tukang pemulung nanti...
Cara simpelnya, buatkan mesin perajang dan pembuat pupuk kompos di
setiap TPA yang sudah ada, cukup yang seukuran volume sampah yang
terjadi disekitar situ. Yang bisa didaur ulang seperti Plastik, kaca,
dan logam dikirim keperusahaan yang ada (pasti ada). Dan sisanya buatkan
incinerator ukuran kecil yang menampung sisanya tadi.
Itu usul, semuanya bisa dikerjaain lebih murah. Untuk Info, LIPI
Bandung, dan Subang, Jkt serta PT DI punya kemampuan ini semua.

Tks
MW

> ----------
> From: nimade widiasari[SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, March 15, 2004 7:02 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]; Gde Wisnaya Wisna
> Cc: Bali; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [bali] Re: Luar Negeri Mainded
>
> Yth pak Wirata,
> kami sebenarnya sangat pesimis dengan gaya2 proyek
> kayak gini. Masyarakat nggak dididik untuk memisahkan
> sampah, terus sampah yang tercampur akan diolah jadi
> listrik katanya, dan transportasi sampah dari Tabanan
> ke Denpasar, Badung-Denpasar dan Gianyar ke Denpasar
> setiap hari akan tambah ruwet.
> Kami lebih senang dengan desentralisasi sampah, bukan
> sentralisasi.
> Ini mirip proyek Air Megumi Bali (Jembrana) yang saya
> tentang sejak awal. Kita punya air baku (walau sejelek
> apapun sedimentasinya), kok mereka pakai air laut??
> Saya bingung apa membran Reverse Osmosisnya udah
> diobral ya..? katanya mereka jual air tersebut murah
> banget.
> Eh...benar nggak lama kemudian, tipuan tersebut
> terbukti. Ya...berani obral duit dulu...ntar kalau
> udah habis biaya nipunya ya..berhenti. Toh...udah ada
> yang lebih besar masuk kantong.
> Pembangkit listrik yang bikin polusi didukung, yang
> bersih ditakutin...ya...pengaruhi air danaulah...mata
> airlah...(kita memang suka malas belajar teknologi
> ya..., tapi karena hrs ngomong di depan
> pers.....ya...ngomong aja yang "nggak jelas" yang
> penting nggak malu ketahuan bodoh). Kasihan
> deh..kita!!!!
>
> cheers: Widi
>
> --- Made Wirata <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> > Yth. Pak Gde,
> >
> > Ada info baru nih,.... masak Bank Dunia ngasi
> > bantuan.....katanya
> > bantuan tapi masak tidak musti dibalikin /
> > diangsur... ? apa hibah....?,
> > kemudian dijadikan proyek dimana proyeknya yang
> > dapat juga orang Luar
> > Negeri.
> >
> > Contoh di denpasar dapat proyek besar yang letaknya
> > sekitar 3 km dari
> > Denpasar untuk pengolahan sampah plus Incinerator,
> > yang ngerjaiin
> > sebagai pelindung memang PT dari RI, namun
> > dibelakangnya dari Belanda
> > dan Inggris.
> > Tapi, sayangnya Pemda kita diajak jalan-jalan dulu
> > ke LN dan beli
> > oleh-oleh segala, sehingga proyek jadi lancar nih...
> > walaupun proyeknya
> > bule.
> > Nah, kapan percayanya sama produk kita sendiri ...?
> >
> > Mudah-mudahan, buat Kabupaten Buleleng tidak serupa
> > sama Badung dan
> > sekitarnya.
> >
> > Kalau masalah Incinerator dan pembuatan pupuk dari
> > sampah, kita tidak
> > kalah jelek dengan bangsa luar, dan biayanya pun
> > kurang dari setengah
> > buatan LN., bahkan bisa cuma seperempatnya. Ya...h,
> > nasib bangsa memang
> > tetap menjadi bangsa tempe selamanya.
> >
> > Made Wirata
> >
> >
> > --
> > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
> >
> > Publikasi : http://www.lp3b.or.id
> > Arsip : http://bali.lp3b.or.id
> > Moderators :
> > Berlangganan :
> > Henti Langgan : > [EMAIL PROTECTED]>
>
>
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail - More reliable, more storage, less spam
> http://mail.yahoo.com
>
>
> --
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>
> Publikasi : http://www.lp3b.or.id
> Arsip : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators :
> Berlangganan :
> Henti Langgan :
>


--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators :
Berlangganan :
Henti Langgan :

Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - More reliable, more storage, less spam

Kirim email ke