Bli Made Wirata, apa khabar, masih ingat saya .... lupa ya, mroyek terus sih .... ha..ha...ha.....
Pengelolaan sampah jika lewat proyek, di mana pun, teknologi apa pun, apalagi di negara berkembang .... pasti tidak berkelanjutan (kata studi empirik maya ... ha ..ha..), namanya proyek, selain terbatas waktu, yang jelas semua pihak ingin mendapat bagian ... tidak salah kalau para pejabat ingin ditraktir jalan-jalan (harus itu, kapan lagi, kan gratis, ini mekanisme bentuk ngurangi keuntungan pemenang proyek, selain pembelajaran pejabat untuk silahturahmi ke tempat jalan-jalan menambah wawasan, syukur-syukur bermanfaat untuk modal pengalaman & pengetahuan seandainya terpilih kembali menjadi pejabat dengan pangkat yang lebih tinggi, ini bisa dilihat sebagai bentuk investasi SDM jangka panjang wah...wah ngelantur, mudah-mudah kesadaran para pejabat seperti akan memanggil tanggung jawabnya untuk bisa berbuat lebih benar ke depan).
Saya punya ide, tapi masih terlalu prematur, berkaitan pengelolaan sampah & keamanan lingkungan, yaitu menggunakan pendekatan konsep banjar. Konsep Banjar (sebuah organisasi masyarakat khas Bali, betul kan!) yang berlangsung pada masanya yang cocok dengan kebutuhan & lingkungan pada jamannya, agar cocok untuk kebutuhan sekarang yang makin berkembang seiring kemajuan teknologi & perkembangan sosial dan budaya, tentu perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian yang sepadan, modernisasi perlu dilakukan, kearifannya barangkali tetap harus dipertahankan, perilakunya yang perlu dimodifikasi, gimana caranya!
Jawabnya, SHARING dong, untuk menghindari solusi persoalan masyarakat hanya bertumpu pada pendekatan proyek yang mengandalkan DANA, kita semua kaya, tapi PELIT, mau enak & menang sendiri, kalau kita kalah ngedumel, menang lupa daratan, kawan & neraka he..he..heeeee
Barangkalai modernisasi konsep Banjar untuk mengatasai masalah sampah, keamanan lingkungan, bagi-bagi informasi & pendidikan (maupun masalah lain) bisa dimoderatori oleh LP3B, agar tidak terkesan seperti selama ini milis LP3B hanya menjadi ajang ngomel, kritik sana-sini, dll. (maaf, kalau nggak salah tangkap saya lho ...), alangkah baiknya jika fasilitas ini bisa kita manfaatkan untuk menawarkan solusi secara bersama  (dari, untuk & oleh kita), kata kuncinya sharing (berbagi), karena kita masing-masing bukn SUPERMAN/WOMEN, kita mencari dan membentuk sinergi agar lingkungan hidup lestari, aman & damai.
Mari kita temukan formulasinya bersama, siapa mulai, yang pasti perlu ada lurah, LP3B ya! hitung-hitung sebelum mampu memodernisasi banjar, kita dulu yang berbanjar, keyakinan saya, kita semua pinter kok, sesuai keahlian, keterampilan & pengalaman masing-masing, hanya saja kepedulian dan keiklasan belum menjadi bagian keseharian kita, tanpa kita sadari sebenarnya kita semua masih dijajah & dihegemoni oleh ideologi kapitalisme (mau menang sendiri ... katanya!).
Banjar mana yang bisa kita jadikan model untuk memulai kegiatan bareng kita!
Sori saya curang, saya tinggal di Bandung .... gimana dong!
Mudah-mudah liburan lebaran/akhir tahun saya bisa ke Bali.
Memang masing-masing kita punya kendala & keterbatasan, apa harus menyerah ...
katanya kita punya spirit Ngurah Rai ..... (lihat patung Ngurah Rai yang di By Pass mungkin terlantar, dicuekin, masa lalu yang tidak bermakna, dll. .....)
Bersama Kita Bisa !!! (bukan kampanye lho ....)
Siapa yang mau di depan, harus ada dong ..... mudah-mudahan ada yang bersedia ya ...
Terima kasih, maaf kata jika ada yang kurang berkenan
Smpai jumpa ...
Sukses buat kita semua, dan sehat selalu
Damai di hati, damai di dunia
 
RS/08/09/04


Made Wirata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Yth Rekan-Rekan,

Sudah lama tidak ada cerita-cerita mengenai Buleleng khususnya,
mudah-mudahan tidak karena serba dikalahkan pihak pejabat pemerintahan,
seperti misalnya kasus pembangunan listrik di Pemaron, dll.
Khusus untuk masalah sampah, kita dari Bandung sudah beberapa kali
menawarkan beberapa solusi yang terpadu baik itu ke Buleleng, Badung,
Negara, namun terakhir kami dengar yang dapat proyeknya orang Belanda,
Jerman, dll. atas nama Bantuan Bank Dunia. Kami pikir bantuan hanya
berupa uang, tapi bisnisnya ada juga. Barang dibawa dari donatur, biar
harganya mahalpun tetap jadi, yang penting para DPR dan Executive bisa
jalan-jalan ke Eropa dan Cina duluan. Maklum kami tidak bisa memberikan
apa-apa diawal, karena uangnya tidak seperti Bank Dunia.

Pengelolaan sampah yang bener, menurut kami mustinya sbb:
- sosialisasi pemilahan dan cara pembuangan sampah yang benar
kemasyarakat harus dilakukan oleh pemda
- yang bisa didaur ulang, seperti plastik , kaca, besi bisa diusahakan
pengelolaannya oleh BUMD sehingga bisa menghasilkan pendapatan daerah
- yang bisa dijadikan kompos (tergantung kecepatan pengelolaannya),
lakukan untuk kebutuhan pupuk para petani atau pertamanan dikota
- sisanya yang masih ada (prediksi 30-40%), dibakar melalui mesin
incinerator
- panas incinerator untuk semua ukuran bisa untuk menghasilkan air
panas, dan yang besar untuk listrik
Catatan: setahu kami setiap 250 ton sampah bisa menghasilkan sekitar 7-9
MW listrik

Demikian sekedar masukan dari kami

Made Wirata




> ----------
> From: G Wisnaya[SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: 06 September 2004 18:27
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [bali] Re: Fw: Re: Sampah
>
> Tok, aku baik-baik saja. Aku terima semua email anda,
> trims atas saran-saran tentang masalah sampahnya. Kapan ke
> Bali ?
>
>
> On Fri, 3 Sep 2004 22:37:48 -0700 (PDT)
> R Susanto <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
> > Wis, apa khabar, sms-ku galungan sampai nggak, bagaimana
> >LP3B kok sepi-sepi aja, lagi istirahat atau gue dipecat
> >dari kiriman berita tentang Bali, ok salam buat semua,
> >semoga sejahtera selalu, sampai jumpa
> >
> > RS/4/09/04
> >
> >
> > Gde Wisnaya Wisna <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
> > Rekans,
> > Ini ada masukan menarik dari Herr Lengkey yang tinggal
> >di Jerman.
> >
> > Viele Gruessen
> > GW
> >
> > ----- Original Message -----
> >From: lengkey
> > To:
> > Sent: Tuesday, June 15, 2004 5:40 PM
> > Subject: [bali] Re: Sampah
> >
> >
> >> PaK Gde & Teman-teman Yth,
> >>
> >> Saya ingin memberikan sedikit impuls tentang penanganan
> >>sampah kita di
> >> Singaraja/Bali. Memang untuk masalah ini sangat sulit
> >>diatasi, jika tidak
> >> ada kerjasama bahu-membahu antara Konsumen dan Produsen.
> >> Saya masih ingat di tahun akhir 70-han, ketika Singaraja
> >>mulai dibanjiri
> > tas
> >> "Kresek". Dimana Daun Pisang dan kertas koran sudah
> >>tidak "Mode" lagi. Nah
> >> sekarang setelah 30-tahun kemudian baru kita mengenal
> >>polusi plastik,
> > Polusi
> >> Kaleng, Aluminium, Batu Baterai, dan ...lain-lainnya.
> >>Tanpa inisiatif
> >> masyarakat yang tinggi, maka persoalan ini tak akan
> >>tertanggulangi.
> > Mungkin
> >> saja bisa lahir dibumi Pandji Sakti, partai baru seperti
> >>di negara
> > Germany
> >> contohnya, lahirnya partai Gr�Een, karena diawali dengan
> >>masalah okologie.
> >> Saya sudah banyak membaca dan mendengar usaha-usaha
> >>pemda juga serta
> >> masyarakat untuk mengatasi sampah. Toh sampai sekarang
> >>hasilnya belum
> > jelas.
> >> Sampai sampai ada rencana pemda Badung/Denpasar untuk
> >>membeli/membangun
> >> Pabrik pembakaran Sampah dari Cina. Sampai saat ini saya
> >>belum mendengar
> >> bagaimana kelanjutannya.
> >>
> >> Jika masalah sampah ini, sudah menjadi masalah intern di
> >>Bali, kenapa
> >> seluruh kabupaten diBali tidak bersama-sama memikirkan
> >>hal ini. Setiap
> >> Kabupaten mengeluarkan anggaran bersama untuk misalnya:
> >>Pengolahan akhir
> >> Sampah, seperti Pabrik pembakaran Sampah (Jangan Lupa
> >>Penyaringan
> > asapnya).
> >> Dari sini ada Produk sampingan yang bisa dihasilkan,
> >>seperti air panas
> > atau
> >> Listrik. Dari pada bagi-bagi uang untuk dana Purnabakti,
> >>beh....kalau itu
> >> semua dikumpulkan paling tidak bisa beli mesin Press
> >>Sampah....heee...,
> >> atau....?.Men bes Pipis Rakyat dume dogen, kenkenang
> >>lakar berinvestasi
> >> untuk kepentingan rakyat? Seng keto, malu...
> >> Sampahpun semakin hari modelnya semakin "Aneh dan
> >>Modern", kalau jangka
> >> panjang penanggulangannya tidak ada, maka jangan heran
> >>kalau timbul
> > penyakit
> >> model baru yang akan diidap Masyarakat. Salah satu
> >>penyakit yang
> > dihasilkan
> >> sampah adalah Allergie, radang Paru-Paru, perubahan
> >>janin sebelum
> >> lahir...dllnya.
> >>
> >> Saya mengajak pemda kita, masyarakat dan Industrie untuk
> >>bersama-sama
> >> memikirkan sampah. Jika ke-3 Oknum ini tidak duduk
> >>bersama untuk
> > memecahkan
> >> hal ini, maka tak akan ada jalan keluarnya.
> >> Sebagai contohnya saja:
> >> 1. Setiap Industrie yang menghasilkan sampah dikenakan
> >>pajak untuk
> >> penaggulangan sampah.
> >> 2. Tentunya, hasil pajak ini harus Transparent.
> >>Mengapa.... , karena
> > setiap
> >> Rumah/Sekolah/Pasar/ Toko-Toko atau Konsumen nantinya
> >>dengan uang pajak
> > ini
> >> bisa mendapat dengan cuma-cuma sebuah tong sampah.
> >>Investasi untuk Pabrik
> >> pengolahan Sampah / Pemisahan sampah-sampah.
> >> Sampah ini seharusnya sudah mulai didaur/ dipisahkan
> >>dari awal.
> >> Industrie
> >> pendauran ulang sampah / Recycle dapat dibangun.
> >>Lapangan pekerjaan
> >> dapat
> >> dihasilkan dan Martabat Pengangkutan Sampahpun dapat
> >>ditingkatkan
> >> dsbnya....
> >> Yang saya tidak lupakan juga, tentu harga barang akan
> >>naik sedikit,
> >> karena
> >> Konsumenpun harus menanggung sampah yang diproduksinya.
> >>Dengan
> >> demikinan kita mendidik secara tidak langsung
> >> kepada konsumen dan Produsen untuk mengurangi sampah.
> >>Siapa yang
> > lebih
> >> banyak menghasilkan sampah dia harus lebih banyak
> >>menerima
> >> konsekwensinya
> >> (Lebih banyak mebayarnya)
> >> * Untuk sampah organik - tong sampahnya dibuar warna
> >>Hijau/Hitam
> >> Pemisahan sampah organik secara dini, dapat membantu
> >>pengolahan pengolahan
> >> pupuk berkwalitas tingggi. Taman-taman umum dapat
> >>dirawat dengan
> > pupuk-pupuk
> >> ini. Setiap rumah dapat membeli pupuk, untuk
> >>pekarangannya.
> >> * Untuk Sampah non Organik, seperti kaleng, aluminium,
> >>produk dari bahan
> >> Plastik (PP) - tong sampahnya berwarna Kuning.
> >> Dalam hal ini setiap Konsumen/ Rumah dibagikan Plastik
> >>Kuning (( 50 Lt).
> >> Mengapa Plastik kuning saja yang dibagikan cuma-cuma:
> >>karena disini ada
> >> unsur Recycle secara langsung yang memerlukan
> >>penanganan/penanggulangan
> >> Khusus. Dan ada andil Konsumen secara langsung. Konsumen
> >>telah membayar
> >> secara tunai produkt yang menghasilkan sampah Recycle
> >>sebelumnya.
> >> Biasanya Platik plastik ini di cuci dan kemudian diubah
> >>dengan pertolongan
> >> mesin Press untuk menjadi bahan dasar seperti Granulat.
> >>Granulat Plastik
> >> bisa direproduksi lagi untuk tong-tong sampah besar dan
> >>kecil, Tempat
> > tempat
> >> duduk umum di Taman-taman dllnya
> >> * Untuk Kertas - tong sampahnya berwarna Biru
> >> Kertas bekaspun bisa di-Recycle, menjadi kertas yang
> >>bermutu-tinggi. Tentu
> >> kita memerlukan investasi lagi, tetapi jangan lupa
> >>dengan adanya Recycle,
> >> keperluan kita dengan bahan Baku Kayu sebagai Pulp, akan
> >>drastis menurun.
> >> Penggundulan Hutan kayu sedikitnya dapat diatasi.
> >>Mensosialisasikan
> >> masyarakat untuk menggunakan kertas Recycle juga sangat
> >>penting.
> >> * Untuk Glaspun musti dipisahkan; gelas bening - tongnya
> >>Putih, Glas Hijau
> >> tongnya Hijau, Glas Coklat -tongnya Coklat.
> >> Industri Gelaspun akan dapat dibangun di Bali dan mereka
> >>akan bersyukur
> >> karena bahan bakunya sebagian akan mudah didapat dan
> >>lebih murah.
> >> * Batu Bateraipun dan Akku musti disortier dengan
> >>Khusus, karena banyak
> > yang
> >> memerehkan sampah yang tinggi dengan racun Timbal dan
> >>Quicksilvernya.
> >> Industri Akku dan Batu Baterai diharuskan mengambil
> >>balik sampah-sampah
> > ini,
> >> dan sampah inipun dapat di Recycle kembali.
> >> * Tong-tong sampah yang berukuran besarpun dapat mulai
> >>disediakan
> >> ditempat-tempat strategis/ dimana masyarakat dapat
> >>menjangkaunya.
> >>
> >> Mungkin kelihatannya atau kedengarannya sangat mudah,
> >>dalam praktiknya
> >> memang banyak kesulitannya. Kita memerlukan banyak
> >>dukungan dari
> > teman-teman
> >> dan masyarakat untuk berpikir dan bekerja bahu-membahu.
> >>"Alles ist
> > machbar,
> >> nur wenn wir daran glauben"
> >>
> >>
> >> 3. UU Persampahan dapat ditinggkatkan dan di
> >>masyarakatkan. Soal Sampah
> > dan
> >> Lalinpun sudah dapat disosialisasikan mulai dari TK.
> >> Sering kalau kami pulang berlibur diBali, anak-anak
> >>kamipun yang baru
> >> berumur 4 dan 6 Tahun selalu bertanya dan ngedumel
> >>sendiri. ....Mana Tong
> >> sampahnya ....pah? (Pa.. wo ist die M�Eltonne?)
> >> Saya sendiri sebagai orang tua sangat malu, jika kita
> >>mengajar bersih
> > kepada
> >> anak-anak, sedangkan prasarananya untuk penanggulangan
> >>sampah kita tidak
> >> bisa memberikannya secara optimal!, Saking susahnya cari
> >>tong sampah
> >> terpaksa yah..masukkan saja di kantong baju atau kantong
> >>celana, sampai
> >> pulang dirumahpun jadi ribut lagi dengan anak-anak.
> >> Anak saya teriak.... Pah..kok plastik sampah dicampur
> >>dengan daun-daun
> >> pisang atau kertas....?, Saya cuma tersenyum kagum...dan
> >>menjawab yah..nak
> >> kita bawa sampahnya nanti sampai di Jerman ya.....
> >>Gerrrr....rrrr.....
> > semua
> >> orang yang ada ditumah jadi tertawa
> >>terbahak-bahak.....nganti adek adikk
> >> ragane....nganti ngenceh-ngenceh mekekekan, saking
> >>lucunya.....
> >>
> >> Masih..banyak lagi sebenarnya yang saya ingin
> >>utarakan,....dilain
> > kesempatan
> >> lagi lah...,dan saya sangat bergembira dan
> >>berterimakasih jika ada
> >> rekan-rekan semetone yang bisa memberi komentar kepada
> >>saya atau dengan
> >> rubrik ini dapat berkenalan langsung kepada saya. Maaf
> >>jika bahasa saya
> > agak
> >> kedengaranya janggal! Men kenkenang bes..mekelo gati
> >>ngoyong digumin
> >> anake....
> >>
> >>
> >
> >
> >
> > --
> > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
> >
> > Publikasi : http://www.lp3b.or.id
> > Arsip : http://bali.lp3b.or.id
> > Moderators :
> > Berlangganan :
> > Henti Langgan :
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> > Express yourself with Y! Messenger! Free. Download now.
>
> =============================================
> Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA
> Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
> =============================================
>
>
> --
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>
> Publikasi : http://www.lp3b.or.id
> Arsip : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators :
> Berlangganan :
> Henti Langgan :
>


--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators :
Berlangganan :
Henti Langgan :


Do you Yahoo!?
Take Yahoo! Mail with you! Get it on your mobile phone.

Kirim email ke