P R Susanto, 
kami setuju bentuk banjar,   bukannya kita di Bandung masing-masing
sudah punya banjar juga ?
Masukan buat Banjar, kita musti adaiin diskusi gimana cara ngelola
sampah yang baik dan gampang diterapin kesemua orang, yang jelas kalao
dikerjakannya ringan pasti nurut semua. Misalnya persyaratkan saja semua
sampah dikantungin entah pakai plastik, bak sampah/drum, atau yang
lainnya, menurut klasifikasinya. kemudian diangkut oleh petugas yang
kita tunjuk untuk diolah selanjutnya, dan tentunya semua ini diusahakan
dg biaya yang minimum (misalnya seperti restribusi yang sudah berjalan
saat ini), namun pengelolaan yang konsisten dan kontinyu, target bersih.
Sementara itu dulu dari saya.
Trims semuanya.
MW

> ----------
> From:         R Susanto[SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         08 September 2004 11:34
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [bali] Re: Fw: Re: Sampah
> 
> Bli Made Wirata, apa khabar, masih ingat saya .... lupa ya, mroyek
> terus sih .... ha..ha...ha.....
> Pengelolaan sampah jika lewat proyek, di mana pun, teknologi apa pun,
> apalagi di negara berkembang .... pasti tidak berkelanjutan (kata
> studi empirik maya ... ha ..ha..), namanya proyek, selain terbatas
> waktu, yang jelas semua pihak ingin mendapat bagian ... tidak salah
> kalau para pejabat ingin ditraktir jalan-jalan (harus itu, kapan lagi,
> kan gratis, ini mekanisme bentuk ngurangi keuntungan pemenang proyek,
> selain pembelajaran pejabat untuk silahturahmi ke tempat jalan-jalan
> menambah wawasan, syukur-syukur bermanfaat untuk modal pengalaman &
> pengetahuan seandainya terpilih kembali menjadi pejabat dengan pangkat
> yang lebih tinggi, ini bisa dilihat sebagai bentuk investasi SDM
> jangka panjang wah...wah ngelantur, mudah-mudah kesadaran para pejabat
> seperti akan memanggil tanggung jawabnya untuk bisa berbuat lebih
> benar ke depan). 
> Saya punya ide, tapi masih terlalu prematur, berkaitan pengelolaan
> sampah & keamanan lingkungan, yaitu menggunakan pendekatan konsep
> banjar. Konsep Banjar (sebuah organisasi masyarakat khas Bali, betul
> kan!) yang berlangsung pada masanya yang cocok dengan kebutuhan &
> lingkungan pada jamannya, agar cocok untuk kebutuhan sekarang yang
> makin berkembang seiring kemajuan teknologi & perkembangan sosial dan
> budaya, tentu perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian yang sepadan,
> modernisasi perlu dilakukan, kearifannya barangkali tetap harus
> dipertahankan, perilakunya yang perlu dimodifikasi, gimana caranya! 
> Jawabnya, SHARING dong, untuk menghindari solusi persoalan masyarakat
> hanya bertumpu pada pendekatan proyek yang mengandalkan DANA, kita
> semua kaya, tapi PELIT, mau enak & menang sendiri, kalau kita kalah
> ngedumel, menang lupa daratan, kawan & neraka he..he..heeeee
> Barangkalai modernisasi konsep Banjar untuk mengatasai masalah sampah,
> keamanan lingkungan, bagi-bagi informasi & pendidikan (maupun masalah
> lain) bisa dimoderatori oleh LP3B, agar tidak terkesan seperti selama
> ini milis LP3B hanya menjadi ajang ngomel, kritik sana-sini, dll.
> (maaf, kalau nggak salah tangkap saya lho ...), alangkah baiknya jika
> fasilitas ini bisa kita manfaatkan untuk menawarkan solusi secara
> bersama  (dari, untuk & oleh kita), kata kuncinya sharing (berbagi),
> karena kita masing-masing bukn SUPERMAN/WOMEN, kita mencari dan
> membentuk sinergi agar lingkungan hidup lestari, aman & damai.
> Mari kita temukan formulasinya bersama, siapa mulai, yang pasti perlu
> ada lurah, LP3B ya! hitung-hitung sebelum mampu memodernisasi banjar,
> kita dulu yang berbanjar, keyakinan saya, kita semua pinter kok,
> sesuai keahlian, keterampilan & pengalaman masing-masing, hanya saja
> kepedulian dan keiklasan belum menjadi bagian keseharian kita, tanpa
> kita sadari sebenarnya kita semua masih dijajah & dihegemoni oleh
> ideologi kapitalisme (mau menang sendiri ... katanya!).
> Banjar mana yang bisa kita jadikan model untuk memulai kegiatan bareng
> kita!
> Sori saya curang, saya tinggal di Bandung .... gimana dong!
> Mudah-mudah liburan lebaran/akhir tahun saya bisa ke Bali.
> Memang masing-masing kita punya kendala & keterbatasan, apa harus
> menyerah ...
> katanya kita punya spirit Ngurah Rai ..... (lihat patung Ngurah Rai
> yang di By Pass mungkin terlantar, dicuekin, masa lalu yang tidak
> bermakna, dll. .....)
> Bersama Kita Bisa !!! (bukan kampanye lho ....)
> Siapa yang mau di depan, harus ada dong ..... mudah-mudahan ada yang
> bersedia ya ...
> Terima kasih, maaf kata jika ada yang kurang berkenan
> Smpai jumpa ...
> Sukses buat kita semua, dan sehat selalu
> Damai di hati, damai di dunia
>  
> RS/08/09/04
> 
> 
> 


--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke