Pak De, pertanyaan Pak Ngurah kira-kira apa ya...., maaf krn saya tdk selalu 
ngikutin 
diskusinya. 
Ada beberapa teman dulu ngembangin energi angin di LAPAN juga di DI, prinsip 
kerjanya 
rasanya sih sederhana, ada 2 propeller yang mungkin cocok, kalo propeller yang 
banyak 
kita temui seperti di Luar Negeri misal Belanda yaitu 2 atau 3 blade untuk 
kecepatan 
angin yang agak besar dan kontinue (>10knot), kalu angin yg kurang berupa 
kincir yg 
ringan.

Tks
Made W

--
Open WebMail Project (http://openwebmail.org)


---------- Original Message -----------
From: Gde Wisnaya Wisna <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thu, 27 Oct 2005 12:08:24 -0300
Subject: [bali] Re: Solar Cell sebagai Alternative Energy

> Pak Tjahjo dan Pak Made,
> Bali sebagai daerah tujuan wisata nampaknya memang lebih tepat
> mengembangkan energi alternatif yang ramah lingkungan, mungkin
> skalanya tidak besar-besar, cukup yang kecil-kecil namun tersebar.
> Biarlah untuk industri hotel yang membutuhkan daya yang besar disuplai
> melalui transmisi 500 KV dari Jawa, dimana disana bisa dibangun PLTU
> Batubara skala besar.
> 
> Untuk daerah pedesaan di Bali, ya itu pembangkit listrik mikrohidro,
> pembangkit listrik tenaga angin, tenaga surya. Saya lihat banyak
> sekali air terjun yang kecil-kecil yang bisa dimanfaatkan, sambil di
> gabung dengan pengembangan pariwisata agro.
> 
> Pak Made mungkin bisa jawab pertanyaannya Pak Ngurah Ambara soal energi angin 
> ?
> 
> salam
> gde wisnaya
Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.


--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke