Solusi yang bagus..untuk membuat pembangkit listrik tenaga batubara di Celukan Bawang …

Geotermal di Bedugul memang pantas ditolak, karena mengganggu kawasan suci di daerah tiga danau : Beratan-Buyan-Tamblingan ..

Sebagian besar masyarakat Bali menentang keras proyek Geotermal Bedugul….

 

-----Original Message-----
From: nyoman suwela [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, October 28, 2005 9:39 AM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Cc: [email protected]
Subject: [bali] Re: Solar Cell sebagai Alternative Energy

 

Pak Wis Pak Sudja dan rekan-rekan lain di MIlis,

   Saya baca di koran Nusa Bali hari ini, kalau PLN akan membangun pembangkit tenaga listrik di Celukan Bawang dengan bahan batu bara, karena geothermal di Bedugul ditolak Gubernur Bali untuk dilanjutkan.

    Saya jadi ingat waktu PLTGU akan dibangun di Kawasan Wisata Lovina, tepatnya di Desa Pemaron. PHRI Buleleng sudah protes, karena Pemaron berada di Kawasan Wisata dan mestinya tidak bisa dibangun industri, dan disarankan di bangun di Celukan Bawang, karena Celukan Bawang memang sudah ditetapkan sebagai kawasan industri. Disini jelas, bahwa PHRI tidak menolak listriknya, akan tetapi memprotes LOKASINYA. Saran untuk dibangun di Celukan Bawang, dipandang sebagai WIN - WIN SOLUTION. Namun apa boleh buat, anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.

    Tapi kalau berita ini benar, maka akan ada PEMERATAAN POLUSI, di Pemaron dan di Celukan Bawang. Tapi dalam hal ini, kita tunggu saja pendapat DESA PAKRAMAN, kan selama ini Desa Pakraman banyak memberikan masukan tentang pembangunan tenaga listrik.

    Saya sebagai anak petani masih menunggu pilot proyek pompa air dengan menggunakan tenaga angin (wind powered pump).

NS

Gde Wisnaya Wisna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Saya dan Pak Iman Seno Adji pernah jalan ke NTT (ketika kami berdua
masih di BPPT) untuk survey dan disain pompa air bertenaga surya
(Photovoltaic pumping system), dan kesimpulan kami adalah dalam
penerapan / aplikasi energi surya maka bukan teknis yang menjadi
kendala, melainkan biaya/investasi. Jika kita ingin install
Photovoltaic Pumping System di daerah Tianyar Barat/Kubu, Karangasem,
maka yang perlu kita lakukan adalah siapa yang akan membantu
pendanaannya ? Mungkin kita bisa dekati pemerintah Jerman, seperti
mereka lakukan di NTT dengan program eldoradonya. Tapi siapa yang lobi
ke Jerman ? Barangkali Pak Sudja bisa.

On 10/26/05, ketut astawa <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
> Dear Rekan2 milist,
>
> Saya sangat senang respon rekan2 milist akan Solar Cell sebagai
> Alternative Energy, semoga diskusi ini akan terus berlanjut sampai betul2
> terealisasi di Bali.
> Masalah Istilah Alternative Energy, mungkin timbul karena Fosil Energy
> sebagai sumber Energy utama dunia yang saat ini mengalami berbagai tekanan,
> dari harga yg terus naik, serta tidak ramah lingkungan, bahkan Energy
> inipun dituding sebagai biang pemanasan global.... dan tekanan ini saya
> yakin akan terus meningkat. Namun bila kita lihat di suatu daerah di
> Norfolk, ( Norwick, UK) yang mana suatau areal sekawasan sekitar 2 -3
> kabupaten di Bali bahkan bisa mengklaim Fosil Energy sebagai Alternative
> Energy, sebab Energy utama mereka adalah Renewable dari Sampah, Wind, dan
> Solar cell... yang terpenting sekarang bagaimana kita bisa membantu
> masyarakat yg jauh dari Listrik PLN, atau mungkin biaya minyak utk pompa
> air yg sangat tinggi. .. Nah bila Solar Cell bisa kenapa tidak ??... Salut
> dan suksess utk rekan2 yg sudah turun di Aceh.
>
> Untuk Bung Yuyun, kalau bisa tolong di forwardkan nama Company yg beri
> diskon tsb, mungkin saya bisa kontact2 juga, sebab saat ini Module (solar
> cell) utk research saya pun di support dari beberapa solar cell Company/
> manufacture dari German dan rasanya mereka akan senang bila modulnya kita
> pakai utk keperluan seperti ini. Nah bila rekan2 di Tanah Air buat Proposal
> utk hal ini, silakan forwardkan, saya akan coba bawa pada beberapa Solar
> Cell Company, di sini.
>
>
> Selamat Berkarya dan Salam Sejahtera
>
> ketut astawa
>
>
> At 10:58 26/10/2005, you wrote:
>
> Salam lestari Pak Anton,
>
> Ada yang bisa saya Bantu-kah?
> Rasanya, sudah pernah tahu HP saya, tapi saya masih bisa di SMS kok (0856
> 3054 245)
> Silahkan aja, senang jika bisa membantu.
>
> Salam
> Prapti alias "Mbak Sampah" (panggilan dari ibu-ibu di barak pengungsian
> di Aceh) he..he..he...
>
> -----Original Message-----
> From: antonio [ mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, October 26, 2005 3:58 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: Yuyun Ilham; p r a t i s t a yayasan (konsultan rakyat jelata)
> Subject: [sos-bali] Re: Solar Cell sebagai Alternative Energy
>
> Vieb, Yuyun, Prapti, Pratista,
>
> Apa ada nomor HP nya Prapti.
> Saya lagi coba dapat anggaran dari Mexico untuk gini ginian (App.
> Teck) untuk Aceh. Doain aja deh. Nanti yg lakukan kan pasukan Yuyun
> /Prapti and the gang, he he he.
>
> Pratista nggak ada yang mau ke Aceh , nih?
>
> Salam,
> Antonio
> SMS saya 081 139 5140
>
>
>
>
> ----- Original Message -----
>
> From: Asana Viebeke Lengkong
>
> To: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sent: Wednesday, October 26, 2005 5:18 PM
>
> Subject: [sos-bali] Re: Solar Cell sebagai Alternative Energy
>
>
>
>
> Hi Anton,
>
>
>
> Sering ke Aceh, apa kabar? Prapti Bali Fokus juga baru pulang dari Aceh,
> katanya sih senang disana.
>
>
>
> Solar Energy di Karangasem, Tianyar Barat, memang ada untuk pompa air, tapi
> kata kawan Prastista waktu berkunjung kesana 3 minggu lalu kelihatannya air
> tidak mengalir apa karena pompa rusak atau karena sumur kering.
>
>
>
> Menurut berita ada bantuan dari Swiss yang kesana untuk pengadaan air, tapi
> kita juga masih buta dengan info ini dan akan kita cari sumbernya. Kita
> sendiri sih melalui ngobrol bersama dengan komunitas disana 2 tahun lalu,
> membantu sekolah dengan cubang yang dibuat swadaya, bahan dari kita.
> Tadinya mau buat cubang di beberapa tempat tapi karena cenderung ada
> conflict akhirnya kita pilih untuk di SD saja. Dengan cubang tersebut
> sangat membantu kebersihan dan kesehatan anak anak, sudah berkurang
> korengnya (berung). Kita akan coba cari sumber LSM yang bekerja sama
> dengan Swiss itu dan kemudian coba untuk kordinasi supaya nggak kerja
> sendiri sendiri. Siapa tau bisa bantu kalau ternyata mereka canggih kan ok
> juga.
>
>
>
> Anyway, upaya untuk alternatif energy selalu akan penting dan harus dimulai
> dari mana saja deh...... ngobrol dulu, buat skala kecil... menularkan .....
> gitu deh, kalau masih ada yang mau di tularkan.....
>
>
>
> P Wis,
>
>
>
> Kita akan kesana lagi untuk mendistribusikan buku untuk perpustakaan mereka
> dan alat peraga yang mereka minta melalui monitoring dan koordinasi yang
> lalu. Jadwalnya hari Jumat tanggal 28 dan sepulangnya kita akan mampir di
> BugBug untuk serah terima alat-alat TK yang sudah dikirim kesana 3 hari
> yang lalu. Siap kan.
>
>
>
> Saya juga masih bingung mau buat agenda 'sharing' untuk tahun depan dengan
> adanya BLT dan BOS, teman donor menunggu laporan saya tentang kegiatan yang
> akan datang, saya masih berpikir bahwa kebutuhan sekolah dan makanan dan
> juga program kesehatan perempuan (reproduksi) masih relevan sekali saat ini
> dibeberapa daerah di Bali. Kalau kita berharap pada para elite oligarki
> yaaaaaaaa may be not in my life time, jadi kita sharing deh dikit demi
> dikit. Mendidik perempuan itu sama dengan mendidik bangsa lho...... saya
> akan jalan terus.
>
>
>
> salam, viebeke
>
>
>
>
>
>
> ----- Original Message -----
>
> From: Ant
>
> To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
>
> Cc: Marco Kusumawijaya ; [EMAIL PROTECTED] ; eddie BAPEL ; p r a t i s t a
> yayasan (konsultan rakyat jelata) ; office bali
>
> Sent: Tuesday, October 25, 2005 9:36 AM
>
> Subject: [sos-bali] Re: Solar Cell sebagai Alternative Energy
>
>
>
> Hello Bli Suja , Vieb, dan teman teman,
>
>
>
> Saya dengar ada Solar Energy yg murah.... tecknologi baru? Ini dengar
> dengar lagi mau di coba di Aceh. Minimal unt lampu untuk baca/
> belajar dan TV. Atau unt aeriation kolam ikan?
>
> Apa ada informasi ? Detailnya gimana? Teman teman yg kerja di
> Karangasem waktu itu mau coba unt Pompa air di desa desa kering ( juga
> karena genset nya ruksak dan BBM naik).
>
>
>
> Mohon info. unt bisa kita share rame rame.
>
>
>
> Salam,
>
>
>
> Antonio
>
>
>
> Kita pernah coba di desa tahun 1992 , ukuran 1 m2 bisa nyalain TV.
>
>
> ----- Original Message -----
>
> From: nsudja
>
> To: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sent: Tuesday, October 25, 2005 7:47 PM
>
> Subject: [sos-bali] Re: Solar Cell sebagai Alternative Energy
>
>
>
> Yth Pak Seno Adji Iman, Pak Nyoman Suwela dan rekan milis,
>
>
> Angin di kawasan tropis tidak kencang dan tidak berlangsung lama. Jerman
>
> adalah negara yang memakai wind power terbesar di dunia, lebih dari 6000
> MW.
>
> Menyusul Spanyol 2800 MW dan Amerika Serikat 2600 MW.
>
> Kecepatan angin 4 m/s dianggap lemah, 8 m/s dianggap kuat, 10 m/s sebagai
>
> angin ribut (storm),20 m/s orkan.
>
>
> Biaya pembangkitan dari wind energi 0,08 Euro/kWh untuk daya ca.1500 kW.
>
> Biaya pembangunannya ca.1200 Euro/kW (relatif murah dibanding PLTU Batubara
>
> 1000 MW, ca 1000 Euro/kW). Tapi pemakaianya (capacity factor) wind energy
>
> rendah ca.2000 jam/tahun (batubara 8000jam/tahun, biaya pembangkitan 0,03
>
> Euro/kWh).
>
>
> Angin di kawasan tropis relatif lebih lemah dari pada dibelahan kutub.
>
> Karena itu untuk listrik, prospek wind energy di Indonesia kecil. Mungkin
>
> untuk pompa air masih bermanfaat. Untuk daya 10 kW , diameter
>
> baling-balingnya ca.5 m, dipasang pada ketinggian 10 m. Biaya pembangunan
>
> untuk daya ca.50 kW, 10 000 Euro. Mungkin di Indonesia biaya pembangunanya
>
> bisa lebih rendah.
>
>
> Ini yang saya temukan dari Die Energiefrage,Prof. Klaus Heinloth.
>
>
> Saya kira Solar Cell lebih prospektif untuk Indonesia.Tapi dewasa ini
> solar
>
> cell-pun masih mahal. PLTU Batubara memang relatif paling polutif, tapi
>
> paling murah. Karena itu untuk Bali bangun jaringan transmissi Jawa-Bali,
>
> impor energi dari Jawa.Dengan demikian pembangunan pembangkit di Bali
>
> sementara bisa ditunda, dan Baliku jadi lebih ramah lingkungan.
>
>
> SALAM.
>
> Nengah Sudja.-----
>
>
> Original Message -----
>
> From: "Seno Adji Iman"
<[EMAIL PROTECTED]>>
> To:
<[EMAIL PROTECTED]>>
> Sent: Tuesday, October 25, 2005 1:34 PM
>
> Subject: [sos-bali] Re: Solar Cell sebagai Alternative Energy
>
>
>
> > Kalau utk energi angin sebaiknya tanya ke LAPAN,
>
> > mungkin pak Nengah bisa bantu. Atau bisa juga kontak
>
> > YBUL yg sdh lama berkecimpung di energi terbarukan, bu
>
> > Viebeke mungkin punya kontaknya.
>
> >
>
> > Salam,
>
> > ImanSA
>
> >
>
> > --- nyoman suwela <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
>
> >
>
> > > Teman-teman di Milis,
>
> > > Adik saya seorang petani di Desa Penarukan,
>
> > > Kecamatan dan Kabupaten Buleleng, memiliki sawah
>
> > > tidak jauh dari pantai dengan tiupan nagin laut yang
>
> > > cukup keras. Karena terbatasnya air untuk mengairi
>
> > > sawah, adiksaya membuat sumur dan memompa air sumur
>
> > > untuk pengairan. Akan tetapi sekarang ini, dengan
>
> > > kenaikan harga BBM, adik saya tidak sanggup lagi
>
> > > membeli BBM.
>
> > > Barangkali ada teman-teman di Milis ini, yang
>
> > > memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk
>
> > > memanfaatkan energi angin dengan kincir angin untuk
>
> > > pompa air, seperti yang saya lihat gambarnya di
>
> > > Belanda. Saya akan sangat berterima kasih jika ada
>
> > > orang yang bisa saya hubungi untuk meminta
>
> > > informasi: bagaimana teknologinya, kira-kira berapa
>
> > > biayanya dsb.
>
> > > Alamat saya adalah :
>
> > > Nyoman Suwela
>
> > > Hotel Angsoka
>
> > > www.angsoka.com
>
> > > Email : [EMAIL PROTECTED]
>
> > > [EMAIL PROTECTED]
>
> > > Ph. : 0362-41841 (Hunting)
>
> > > Fax : 0362-41023 - 0362-41130
>
> > > Lovina - Bali.
>
> > >
>
> > > Gde Wisnaya Wisna <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
>
> > > Pak Ambara,
>
> > > Email anda yang berisi beberapa pertanyaan belum
>
> > > bisa saya jawab
>
> > > dengan cepat. Saya forward ke milis sos-bali dan
>
> > > milis lp3b,
>
> > > barangkali ada diantara mereka yang bisa menjawab
>
> > > dengan cepat, atau
>
> > > memberi petunjuk kemana mencari jawabannya.
>
> > >
>
> > > salam
>
> > > gw
>
> > >
>
> > > On 10/24/05, Ambara, Gede Ngurah (KPC) wrote:
>
> > > > Om Suastiastu
>
> > > >
>
> > > > Pak Gede mohon info tentang berapa harga/biaya
>
> > > pembuatan/instalasi untuk
>
> > > > pembangunan :
>
> > > > - Kincir Air untuk menghasilkan listrik (kapasitas
>
> > > sedang : 1 MW?)
>
> > > > - Bagaimana cara mengukur "debit air" yang
>
> > > dihubungkan dengan kapasitas
>
> > > > Kincir Air tenaga listrik? 1 m3/detik = berapa kW
>
> > > ??
>
> > > > - Mohon info tentang tenaga surya : bagaimana cara
>
> > > membuatnya? Dimana
>
> > > > bisa dapatkan bahan-bahannya? Berapa banyak biaya
>
> > > yang dibutuhkan untuk
>
> > > > setiap kW ?
>
> > > >
>
> > > > Suksme
>
> > > > Gede Ngurah Ambara
>
> > > >
>
> > > > -----Original Message-----
>
> > > > From: lengkey [ mailto:[EMAIL PROTECTED]
>
> > > > Sent: Monday, October 24, 2005 4:36 PM
>
> > > > To: [email protected]
>
> > > > Subject: [bali] Re: Solar Cell sebagai Alternative
>
> > > Energy
>
> > > >
>
> > > > Salam Jumpa Lagi,
>
> > > >
>
> > > > Ide yang menarik dan kerjasama yang akurat untuk
>
> > > mengelola energie masa
>
> > > > depan membawa saya untuk membuka kesempatan
>
> > > bertukar pikiran dan
>
> > > > berkecimpung dalam rencana mempromosikan Solar
>
> > > Energie di Bali.
>
> > > >
>
> > > > Kami di Jerman memang sudah sejak 10 tahun lalu,
>
> > > energie alternativ
>
> > > > banyak
>
> > > > digunakan. Dan tahun ini jerman menjadi produsen
>
> > > terbesar untuk energie
>
> > > > alternativ (Tenaga Angin) menyusul tenaga surya.
>
> > > Sebagai info, U-Boot U
>
> > > > 212(Kapal selam termodern didunia) yang baru
>
> > > diluncurkan oleh Marinir
>
> > > > Jerman, digerakkan dengan tenaga Full-Cell
>
> > > (Brennstoffzellen).
>
> > > >
>
> > > > Kwalitas Solarcell sudah meningkat dibandingkan 10
>
> > > tahun lalu, sehingga
>
> > > > untuk untuk intenitas matahari dinegeri kita
>
> > > dibandingkan diJerman akan
>
> > > > menghasilkan energie yang maximum.
>
> > > > Jika ada kemungkinan untuk kita bekerja sama dalam
>
> > > bidang ini, saya
>
> > > > dengan
>
> > > > senang hati menerima kabar saudara-saudara
>
> > > > dari Bali. Salam hormat untuk Pak Gde Wisnaya.
>
> > > >
>
> > > > TLCOM
>
> > > > Managing Director
>
> > > >
>
> > > > Th. Lengkey
>
> > > >
>
> > > > ----- Original Message -----
>
> > > > From: "Gde Wisnaya Wisna"
>
> > > > To:
>
> > > > Cc:
>
> > > > Sent: Sunday, October 16, 2005 1:57 AM
>
> > > > Subject: [bali] Re: Solar Cell sebagai Alternative
>
> > > Energy
>
> > > >
>
> > > >
>
> > > > Mbak Viebeke dan Pak Ketut Astawa,
>
> > > > Saya bisa ikut bergabung bersama jika memang ada
>
> > > rencana kita untuk
>
> > > > mempromosikan lebih gencar energi alternatif dari
>
> > > tenaga surya, tenaga
>
> > > > air, angin dll. Sebelum saya ke Bali, memang saya
>
> > > juga menangani
>
> > > > bidang itu di BPPT, persisnya di UPT LSDE
>
> > > (Laboratorium Sumber Daya
>
> > > > Energi). Lembaga ini sekarang sudah berubah nama
>
> > > menjadi BBTE (Balai
>
> > > > Besar Teknologi Energi). Banyak teman-teman saya
>
> > > disana yang masih
>
> > > > aktif bekerja dibidang energi laternatif tsb. Jadi
>
> > > selain Pak Ketut,
>
> > > > kita ada beberapa referensi dan narasumber. Karena
>
> > > nergi surya ini
>
> > > > saya sempat keliling Indonesia untuk instalasi dan
>
> > > penelitian Solar
>
> > > > Home System 50 Wp (SHS), yang sekitar tahun 80'an
>
> > > digencarkan oleh Pak
>
> > > > Harto melalui Banpres. Ribuan SHS sudah terpasang
>
> > > di NTT, NTB, Maluku,
>
> > > > dll, tapi hanya di Bali belum ada, memang bisa
>
> > > dimaklumi, bahwa SHS
>
> > > > secara ekonomis dimungkinkan jika listrik PLN
>
> > > belum masuk, nah di Bali
>
> > > > seluruh sudut tempat sudah masuk listrik PLN.
>
> > > >
>
> > > > Walaupun demikian, peluang untuk SHS di Bali tetap
>
> > > mungkin. Negara
>
> > > > Jermanpun menerapkan solar system untuk perumahan
>
> > > mereka, dan ini
>
> > > > didorong oleh subsidi negaranya.
>
> > > >
>
> > > > Sementara itu, yang juga memungkinkan di Bali
>
> > > adalah pemanfaatan
>
> > > > tenaga air. Banyak sekali air terjun kecil-kecil
>
> > > yang potensial untuk
>
> > > > dibangkitkan energi listriknya, melalui Pembangkit
>
> > > Listrik Tenaga
>
> > > > Mikrohidro skala 1 KW keatas, dan ini bisa
>
> > > dimanfaatkan oleh penduduk
>
> > > > disekitarnya, shg mengurangi ketergantungan kepada
>
> > > PLN, dan ini
>
> > > > menguntungkan PLN karena PLN kemudian bisa menjual
>
> > > listrik kepada
>
> > > > pelanggan besar. Sejauh ini PLN kan sudah gagal
>
> > > memberikan daya 450 VA
>
> > > > kepada masyarakat miskin karena subsidi tidak ada.
>
> > > >
>
> > > > Jadi, ayo kita mulai dengan langkah kecil. Di YBUL
>
> > > kita bisa
>
> > > > menghubungi Bu Yani maupun Pak Lolo Panggabean
>
> > > untuk upaya kita ini,
>
> > > > di BBTE kita bisa menghubungi Pak Agus Rusyana, di
>
> > > BPPT kita bisa
>
> > > > menghubungi Pak Rahmat Mulyadi, Pak Adjat
>
> > > Sudrajat, Pak Martin dll.
>
> > > >
>
> > > > Mudah-mudahan bola ini menggelinding seperti bola
>
> > > salju.
>
> > > >
>
> > > > salam
>
> > > > gde wisnaya
>
> > > >
>
> > > > On 10/15/05, Asana Viebeke Lengkong wrote:
>
> > > > > Selamat Hari Raya Kuningan Teman Teman se milis
>
> > > dan P Ketut Astawa,
>
> > > > masih
>
> > > > > di UK ya atau sudah pulang ke Bali?
>
> > > > >
>
> > > > > Sewaktu civil society forum di Bangladesh saya
>
> > > kebetulan ketemu
>
> > > > dengan
>
> > > > > salah satu anggota dari Yayasan Bina Usaha
>
> > > Lingkungan (YBUL), Helianti
>
> > > > > Hilman, mungkin P Ketut kenal orangnya.
>
> > > websitenya: www.ybul.or.id
>
> > > > >
>
> > > > > Saya sudah tertarik sekali dengan solar cell ini
>
> > > sejak dulu tapi
>
> > > > masih
>
> > > > > susah sekali ya untuk di aplikasi di Bali, nggak
>
> > > ngerti juga kenapa
>
> > > > apa
>
> > > > > karena manja dengan adanya listrik langsung
>
> > > colok
>
> > === message truncated ===
>
> >
>
> >
>
> > Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com
>
> >
>
> > --
>
> > Bali In Danger, a Mailing List for people who concern with Bali Island
>
> > See < http://www.bali-in-danger.net> for further info.
>
> >
>
> >
>
>
>
>
> --
>
> Bali In Danger, a Mailing List for people who concern with Bali Island
>
> See < http://www.bali-in-danger.net> for further info.
>
> -- Bali In Danger, a Mailing List for people who concern with
> Bali Island See for further info.

--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators :
Berlangganan :
Henti Langgan :


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

DISCLAIMER:
This message and any attachments may contain privileged information. Any unauthorised use of this message by any person may lead to legal consequences. Any views expressed in this message are those of the individual sender and may not necessarily reflect the views of PT Kaltim Prima Coal.

Kirim email ke