*Saya kutipkan berita di Balipost hari ini (1 Oktober 2007)* ** *Mahabharata Bacaan Umat Manusia*
*PUNCAK* perhelatan Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2007, Minggu(30/9) kemarin, menampilkan pembicara IBG Agastia dan Shashi Tharoor yang mengupas karya agung Mahabharata. IBG Agastia, budayawan dan agamawan yang menekuni karya-karya sastra Mahabharata dan Ramayana adalah anggota DPD RI. Sementara Shashi Tharoor penulis novel yang menjadikan Mahabharata sebagai sumber inspirasi. Dia juga seorang diplomat India yang sempat menjadi kandidat Sekjen PBB pada pemilihan yang lalu. IBG Agastia membahas kehadiran karya Mahabharata dalam tradisi klasikIndonesia sekaligus fungsinya dalam aktivitas agama Hindu di Indonesia. Ditegaskan, Mahabharata adalah karya agung yang memberi pencerahan pada peradaban Indonesia, sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi penulis belakangan. Sekitar 1.000 tahun silam, raja Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama Tungga Dewa yang memerintah di Jawa Timur membuat terobosan budaya dengan menjawakan karya-karya Bhagawan Biasa, khususnya Mahabharata. Menurutnya, karya-karya tersebut dikerjakan bersungguh-sungguh oleh raja dan para kawi wiku terpilih sehingga berhasil ditransformasikan utuh ke dalam bahasa kawi yang kini tersimpan dengan baik di Bali. Nilai-nilai yang tertuang di dalam teksMahabharata menjadi landasan pengembangan kebudayaan pada masa itu. Selanjutnya nilai-nilai tersebut menjadi dasar implementasi kebudayaan Bali. Sementara itu, Shashi Tharoor lebih melihat Wiracarita Mahabharata di India sebagai karya sekuler yang menjadi inspirasi menulis novel modern. Ia melihat, Mahatma Gandhi sebagai Bhisma yang meninggal di atas panah-panahyang ditafsirkan meninggal penuh dengan luka akibat ketajaman kritik. Sementara nasib Drupadi yang penuh derita analog dengan nasib demokrasi di India. Shashi Tharoor menjadikan Mahabharata sebagai sumber imajinasi untuk melihat karakter pemimpin dan sejarah India modern. Berbeda dengan Shashi Tharoor, IBG Agastia lebih melihat Mahabharata sebagai sumber nilai-nilai spiritual, sebagaimana tersurat dalam kitab Sarasamuscaya(Sari Mahabharata) susunan Bhagawan Wararuci. Di dalam kitab tersebut disuratkan ''keutamaanMahabharata adalah bagaikan gunung dan samudra yang dipenuhi oleh emas permata yang serba mulia''. Artinya, Mahabharata dapat mematangkan rasa yang utama dan menajamkan pikiran. *(r/*)* On 10/1/07, Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > P Ngurah Ambara, > > Saya kutip : > > "Manusia tidak pernah berbuat jahat sesempurna yang mereka perbuat karena > keyakinan agama" Blaise Pascal > > Hari ini di Bali Post ada sedikit membahas Mahabaratha... mungkin bisa di > baca? > > Semoga bermakna, > > Asana Viebeke L > > ----- Original Message ----- > *From:* Ambara, Gede Ngurah (KPC) <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Monday, October 01, 2007 8:37 AM > *Subject:* [bali] Mahabaratha > > > > Mbak Asana dan semeton semuanya… > > > > Justru disana point Mbak Asana tepat sekali, untuk bisa menghargai satu > sama lain, kita mesti menghargai salah satu warisan umat manusia terbesar > Mahabaratha.. > > Dan didalam Mahabaratha ada sisipan salah satu kitab suci Hindu yaitu > Bhagavadgita : dialog Krisnha dengan Arjuna …dan keduanya ini dan yang > lain-lain adalah tokoh-tokoh sejarah dan bukan tokoh dongeng yang dengan > gampang dikaburkan dan dibuah-ubah jalan ceritanya oleh pihak-pihak yang > tidak bertanggungjawab demi kepentingan seni maupun komersialisme atau > kepentingan lain.. > > > > Saya yakin para seniman mestinya punya kejujuran dan kejernihan nurani, > Mahabaratha bukan dongeng tapi sejarah, dan itu menyangkut sejarah umat > Hindu.. > > Kalau mau membuat film-nya kenapa tidak berdiskusi dengan lembaga umat > Terkait misalnya Parisadha Hindu Dharma Indonesia??? Dengan demikian bisa > mencegah hal-hal yang akan mungkin nanti bisa menyakiti hati umat > Hindu…(yang selama ini sudah sering terjadi tayangan melecehkan Hindu > dilakukan di sinetron-sinetron, namun umat Hindu biasanya diam, dan selama > ini kami selalu diam dan tidak ingin ribut )…. > > > > Dan kalau kita tidak merasa berkompeten diskusi tentang Mahabaratha lebih > baik kita close saja diskusi ini…terimakasih… > > > > Suksme > > Ngurah Ambara > > > > -----Original Message----- > *From:* [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On Behalf > Of *Asana Viebeke Lengkong > *Sent:* Saturday, September 29, 2007 11:56 AM > *To:* [email protected] > *Subject:* [bali] Re: Mahabaratha > > > > P Wis yang saya sayangi dan semua rekan di milis, > > > > Saya mohon maaf telah memulai diskusi tentang film Mahabaratha, tapi > maksudnya hanya untuk memberikan info tentang adanya maksud para > sastrawan/wati budayawan/wati seniman/wati INDONESIA membuat film tentang > Mahabaratha ditambah lagi untuk bersalaman kenal dengan Wiranegara dan > profesinya.... > > > > Saya juga minta maaf sebesar-besar kepada Ngurah Ambara telah membakar > emosi, sesungguhnya maksud saya juga sekedar memberikan informasi. > > > > Kita selalu perlu belajar dari hal hal yang telah terjadi dan apapun > hasilnya adalah konsekwensi kita semua yang telah dilahirkan sebagai manusia > di dunia yang indah yang penuh dengan dinamika; namun perlu kita sadari > apapun argumentasinya bahwa agama agama besar dunia muncul ribuan tahun lalu > dalam berbagai masyarakat yang dari segi budaya, ras dan wilayah sangat > berbeda, tetapi semua menghasilkan patokan-patokan yang sama mengenai > bagaimana orang harus berperilaku terhadap sesamanya... dan sejak itupun > terjadi process evolusi..... tapi orang harus paling tidak mengendalikan > dorongan bersaingnya supaya bisa bekerjsama dengan menggunakan patokan > etika, kita bisa menegaskan mana yang bisa atau tidak bisa diterima secara > sosial (mana yang benar dan salah). Masyarakat yang serba berubah seperti > sekarang ini kita perlu untuk menentukan pilihan-pilihan baru untuk tetap > bisa hidup bersama... > > > > We are not a human being and having a spiritual expirience; we are a > spiritual being and having a human expirience > > > > "Perbedaan antara benar dan salah dibuat oleh sekelompok orang berdasarkan > kehendak mereka bagaimana masyarakat mereka sebaiknya berfungsi. Perbedaan > itu timbul dari tawar-menawar orang per orang dalam lingkungan tertentu, dan > menumbuhkan rasa wjib dan rasa bersalah dari penjiwaan proses berbagai hal > tersebut." - Frans de Waal > > > > Kita ngomongin climate change aja yuk.... > > > > vieb > > ----- Original Message ----- > > *From:* Pan Bima <[EMAIL PROTECTED]> > > *To:* [email protected] > > *Sent:* Friday, September 28, 2007 5:08 PM > > *Subject:* [bali] Re: Mahabaratha > > > > Buat rekan2 milis disini, > > > > Satu hal yang pasti, bahwa internet , email dan milis telah memberikan > kepada kita peluang untuk saling berkomunikasi, sekalipun kita berada > ratusan bahkan ribuan kilometer satu dengan lainnya. Khususnya dalam milis, > keanggotaannya mungkin sangat beragam dan dengan latar belakang yang > berbeda-beda. > > > > Perlu saya sampaikan, bahwa keberadaan milis lp3b ini adalah untuk > menjembatani berbagai ide dan gagasan serta solusi atas berbagai masalah > yang dihadapi Bali. Selama ini saya melihat dan memantau, bahwa telah > terjadi diskusi yang konstruktif diantara anggota milis atas berbagai > masalah. Saya merasakan, bahwa diantara kita semua telah terjadi proses > "self control" dalam mengemukakan pendapat, sangat sedikit emosi yang > sifatnya mengganggu kita semua. Karena kita menyadari semua, bahwa persatuan > dan kesatuan lebih kita utamakan. Hal ini tentu sangat membanggakan. > > > > Dalam kesempatan ini saya ingin menegaskan, bahwa dalam komunikasi di > milis ini kita hindarkan hal-hal yang bersifat SARA, dan mari kita jaga > persatuan serta kesatuan dalam negara NKRI. Di banyak milis juga ada > aturan-aturan standar dalam bermilis-ria. > > > > Saya mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan dalam penyampaian saya > ini. Semoga damai selalu di hati, di bumi dan di manapun. > > > > Salam > > Gde Wisnaya Wisna > > > > On 9/28/07, *Ambara, Gede Ngurah (KPC)* <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Semeton sedharma > > > > Mahabharata bukan Wayang, tapi sejarah, kita sebagai orang Hindu mestinya > tahu hal ini, kalau Garin Nugroho jujur dan tidak ingin melecehkan agama > Hindu mestinya ia mengacu ke cerita Mahabaratha asli dari India…Kalau orang > Islam bisa teriak-teriak karena Nabi Muhammad di lecehkan kenapa kita > sebagai umat Hindu diam saja kalau ada tokoh-tokoh sejarah yang sentral > dilecehkan?? > > > > Jadi salah besar kalau mengacu ke Kosasih…dari sudut pandag orang Hindu > Indonesia… > Cerita-cerita wayang telah banyak diputarkbalikkan demi kepentingan > penyebaran Agama Islam di Indonesia .. > > Contohnya Drupadi dikatakan suaminya Cuma Yudistira, padahal cerita > aslinya Drupadi bersuamikan Panca Pandawa .. > > Karena Islam melarang poliandri maka cerita ini dibelokkan….padahal bukan > keinginan Drupadi bersuamikan 5 orang, itu sudah karena kehendak Hyang > Widhi, karena dalam lima kelahiran sebelumnya Drupadi meminta cirri-ciri > suami yang ideal seperti sifat kelima Pandawa, namun ternyata tidak pernah > ketemu, akhirnya dalam 5 kelahiran sebelumnya Drupadi tidak pernah menikah, > akhirnya pada kelahiran (reinkarnasi) yang ke-enam, Tuhan baru mengabulkan > itupun dalam wujud 5 suami, karena pada masa itu mencari sosok suami ideal > yang memenuhi semua sifat baik Pandawa : Bijaksana welas asih (Yudistira), > Gagah kuat perkasa (Bima), Tampan dan Cerdas (Yudistira), kasih sayang dan > seniman (Nakula-Sahadewa) tidak bisa ditemui hanya pada satu Pribadi > (orang)… > > Karena Islam tidak mengenal (tidak mau mengakui teori Reinkarnasi) maka > cerita Mahabarata di tanah air sengaja dirubah-rubah (dirusak) demi > kepentingan Islam…. > > > > Suksme > > > > > > > > -----Original Message----- > *From:* [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On Behalf > Of *Pan Bima > *Sent:* Friday, September 28, 2007 2:35 PM > *To:* [email protected] > *Subject:* [bali] Re: salam kenal/film > > > > Ayo..siapa yang merasa jadi cowok kembar..atau punya anak remaja kembar... > > > > Lalu..ini sekedar ingin diskusi sejenak.. > > Apakah cerita2 pewayangan tsb ada pakemnya nggak ya ? Apakah cerita yang > standar seperti yang kita baca di buku2nya RA Kosasih itu...? > > > > Kalau tidak ada, bagaimana seandainya kemungkinan cerita tsb akhirnya > sedikitbanyak menyimpang dari pakem sebagai dampak dari kreatifitas dan > kontemporersasinya sutradara...apalagi bintangnya kan Dian sastro.. dan > sutradaranya Garin Nugroho.. > > > > Kita beberapa kali dimasa lalu terbentur dengan persoalan ini..melalui > sinetron2 di TV seperti Angling Darma misalkan.. > > > > Ada nggak lembaga yang bisa melakukan preventiv agar tidak terulang kasus > yang sama.. > > > > Saya senang aja Garin Nugroho menggarap Mahabratha, maka kita akan bisa > menonton film2 dengan tampilan gambar yang indah...Drupadi yaang menjadi > muda dan cantik..dst. > > > > On 9/28/07, *Dudik M* < [EMAIL PROTECTED]> wrote: > > saya dengar juga begitu, bagian kecil mahaberata yg > diadaptasi yaitu tentang drupadi, pemeran ceweknya > Dian Sastro, yang bahkan sudah latihan nari Bali untuk > mendalami karakter. Tim mereka sudah dan sedang > hunting lokasi dan pemain pendukung...isu terakhir > mereka lagi nyari anak remaja cowok kembar buat jadi > nakula sahadewa... > > dudik > > --- Asana Viebeke Lengkong < [EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > Wah ini penting untuk saya.... selamat datang ya > > Semeton Wira.... sorry saya mendahului moderator.... > > tapi ini penting.... > > > > Ada film mahabaratha yang akan di buat di Bali akhir > > tahun ini oleh Garin Nugroho tentunya akan sangat > > membutuhkan anda.... bisa hubungi Cok Savitri? > > > > Salam kenal juga, vieb > > ----- Original Message ----- > > From: wiranegara igp > > To: [email protected] > > Sent: Thursday, September 27, 2007 10:56 AM > > Subject: [bali] salam kenal > > > > > > Terima kasih, saya sudah diajak bergabung di milis > > ini. > > Bagi anggota milis ini saya memperkenalkan diri, > > nama saya I Gede Putu Wiranegara nama kecil saya > > Wiwik, rumah di Liligundi-Singaraja. > > Saya lulus SMPN1 Singaraja tahun 1975, lulus SMAN > > Singaraja tahun 1979. > > Selulus SMA saya merantau ke Bandung dan memulai > > hidup di tanah Parahiyangan sampai dengan saat ini. > > Setelah puluhan tahun hidup bekerja > > pontang-panting dan serabutan, lima tahun terakhir > > ini saya menemukan jalan hidup saya sebagai guru di > > Institut Kesenian Jakarta dan juga sebagai > > seniman/praktisi perfilman yang sangat saya nikmati. > > > > Kebetulan dua tahun yang lalu sebuah film saya > > mendapat penghargaan secara nasional, pemenang piala > > Citra Festival Film Indonesia 2005 sebagai Film > > Dokumenter Terbaik. Bagi saya itu tentu sebuah > > karunia dari Ida Sang Hyang Widhi. Sebagai rasa > > syukur saya, ingin sekali saya berbuat sesuatu bagi > > kampung saya. Banyak yang bisa saya lakukan dengan > > pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki, antara > > lain: Membuat film dokumenter sejarah kota > > Singaraja, film promosi wisata dan sumberdaya alam, > > memberi shortcourse bidang audiovisual,(kebetulan > > saya salah seorang trainer yang dikirim direktorat > > film Budpar ke daerah2 untuk memberi kursus > > film),terkadang saya berfikir kapan saya > > berkesempatan membagi pengetahuan film bagi saudara2 > > saya di Bali? > > Mudah2an dengan perkenalan ini ada sambutan yang > > positif dan saya akan merasa lebih berguna bagi > > saudara2 saya di Bali. > > Suksma, > > Wira > > > www.yandude.blogspot.com > The real freedome is free from dome > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search > that gives answers, not web links. > http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC > > -- > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. > > Publikasi : http://www.lp3b.or.id > Arsip : http://bali.lp3b.or.id > Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED] > > Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > > > > > -- > Gde Wisnaya Wisna > Jl.Dewi Sartika Utara 32A > Singaraja-Bali > > > > > -- > Gde Wisnaya Wisna > Jl.Dewi Sartika Utara 32A > Singaraja-Bali > > -- Gde Wisnaya Wisna Jl.Dewi Sartika Utara 32A Singaraja-Bali
