Terimakasih pak Tjahjo, Memang kalau saya lihat, selama ini kita terlalu mensakralkan bidang kita masing-masing dan enggan berkolaborasi. Apalagi masih ada orang eksakta yang sedikit memandang miring orang sosial. Saya kebetulan, entah orang sosial yang berjalan dijalur eksakta atau orang eksakta yang larut dibidang sosial, saya pikir keduanya sama saja.
Karena mulai concern sama ethnography, perusahaan-perusahaan gede sekarang mulai mempekerjakan antropolog, dan mereka sering dihargai lebih daripada insinyur, karena lebih berfilosofi, tidak cuma bertukang, ha ha ha ... Saya pikir ini sudah merupakan satu langkah maju dalam usaha memanusiakan manusia, dan seterusnya. Di UN Climate Change Conference nanti rencananya ada juga display karya saya yang mendapatkan Asean Asean Energy Award 2004. Sebetulnya kita bisa melakukannya dari yang remeh-remeh. Coba saja kalau semua kantor di Jakarta diset temperaturnya 26 derajat C, instead of 22, berapa uang yang dihemat. Belum kalau kita menghitung ongkos laundry mereka yang harus pakai jas ke kantor karena kedinginan. Padahal seharusnya cukup pakai pakaian tropis biasa. Salam, popo On 11/5/07 2:08 AM, "CHPStar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Selamat Pak Popo, > > > > jadi Pak Popo berhasil memberikan landasan Art bagi masa depan Science ? ? > Text terlampir akan saya manfaatkan untuk kepentingan yang lebih tinggi ya ?. > > > > Memang orang ornag energi seperti saya sedang mencari tempat dan model > happiness yang bisa meluas dan menerus. > > > > Ternyata lebih efektif untuk memulai dengan Hemat Enegi terlebih dahulu > daripada memulai dengan membeli tekologi energi terbarukan ya? dan harus ada > Arsitek, dan lain lain SDM yang kompeten. > > > > What next? UN Climate Change Conference benar benar menungu apa kata Bali > tentang Art dan Hemat Energi dengan arti yang seluas luasnya dan setinggi > tingginya.. Misi Arsitek mohon dilanjutkan Pak. > > > > Salam, Tjahjo- > > > > Popo Danes <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> Hallo pak Wiw, Vieb, dan teman-teman yang lain, >> >> Tadi siang saya sudah kasih presentasi di Tokyo University. Menarik juga, >> mereka mulai scientific-kan banyak ilmu-ilmu yang mendengarkan saja bikin >> kita menyeringai. Ada program studi tentang hidup dan bangka, dan sebagainya. >> Karena keturunan dalang, saya ikutan bicara tentang Happiness, padahal ini >> kurikulum yang dijalankan dimana-mana di Bali sambil metuakan. >> >> Tadi juga ada Professor dari Seoul yang pesentasikan hubungan happiness >> dengan sustainability, ada komikus beken disini, jazz pianos orang Jepang >> yang bermukim di New York, dan bberapa pembicara menarik lainnya. Dari acara >> dua hari terakhir, saya melihat, untuk future lifestyle banyak sekali yang >> bisa kita create dari Bali. Kalau kita seriusin beberapa topik di Bali, >> sembari mengurangi ajum-ajuman, bakalan banyak yang bisa kita angkat sebagai >> sesuatu yang futuristik. Maklum, zaman semakin informal, dan semua orang >> sudah ingin menjauhi stress. >> >> Ada kabar baik, tadi sore saya ditelpon Dirjen Energy dan Sumber daya >> Mineral, katanya besok malam saya mau dikasih penghargaan oleh pemerintah di >> JCC, dihadiri pak SBY segala, karena dianggap sebagai undagi yang jemet, yang >> mau concern untuk ikutan menghemat energy dalam design-design yang kita buat. >> Nah, depang anake ngadanin. Karena saya masih nyangklek disini, besok mau >> diwakili oleh kakak saya, Ciuk. >> >> Oh iya, akhirnya saya jadi bawa foto-nya pak Wis, tapi sebelumnya sudah saya >> maini di photoshop dan tak pasangin udeng. Cukup banyak tuh yang tertarik. >> >> Salam dari Jepun, >> pd > > > > > Back-up email for: [EMAIL PROTECTED] > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com
