Ya nggak apa Pak. Ini bedah plastik dan ilmu. Ok. Salam: Tjahjo
Popo Danes <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Re: [bali] Re: FW: Popo's text attached
Kok saya mau dibedah. Gawat ini. Take it easy pak Tjahjo, saya nggak ada
apa-apanya kok. Saya cuman melakoni apa yang saya bisa jalani. Believe in what
I do, Do what I believe in. Maklum, karena kita gembar-gembor sudah duluan
banyak yang jegal, hasut, dsb. Betul nggak ? Nah, itu yang harus dipadamkan
dulu di masyarakat kita.
Apa yang kita lakukan, pasti ada saja yang nggak suka dan merasa terusik.
Kalau kita menanam sesuatu, jarang yang bantu. Memelihara, apa lagi. Kalau
panen, ngajak-ngajak dong, masak teman sendiri dilupakan.
Gitu kan pak ?
Sekarang saya sudah di lounge di Narita, nanti malam sampai di Bali, besok
sudah boleh makan tipat cantok.
pd
On 11/5/07 9:16 AM, "CHPStar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Selamat pagi Bali,
saya sendiri sedang mempelajari keberhasilan Pak Popo dan pakem pakem nya, dan
rekan milis lain bantu ya membedah Popo Danes ini,
Popo Danes <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Re: [bali] Re: FW: Popo's text attached Terimakasih pak Tjahjo,
Memang kalau saya lihat, selama ini kita terlalu mensakralkan bidang kita
masing-masing dan enggan berkolaborasi. Apalagi masih ada orang eksakta yang
sedikit memandang miring orang sosial. Saya kebetulan, entah orang sosial yang
berjalan dijalur eksakta atau orang eksakta yang larut dibidang sosial, saya
pikir keduanya sama saja. (kolaborasi sosisial dan eksata apakah ada di
pendidikan nasional? adakah azas ini di UU Dasar 1945? apabila ada, apakah ini
GAP yang bagus untuk diisi sebagai new infrastructure?)
Karena mulai concern sama ethnography, perusahaan-perusahaan gede sekarang
mulai mempekerjakan antropolog, dan mereka sering dihargai lebih daripada
insinyur, karena lebih berfilosofi, tidak cuma bertukang, ha ha ha ... Saya
pikir ini sudah merupakan satu langkah maju dalam usaha memanusiakan manusia,
dan seterusnya (saya yakin intuisi Pak Popo menguat terus karena biasa
kerjasama dengan tukang tukang di lapangan dan Owner yang uangnya relatif
terbatas kan? mungkin ada yang tahu, mengapa masyarakat lebih mengenal Project
Management (PM) dari pada Construction Management (CM) ?)
Di UN Climate Change Conference nanti rencananya ada juga display karya saya
yang mendapatkan Asean Asean Energy Award 2004. Sebetulnya kita bisa
melakukannya dari yang remeh-remeh. Coba saja kalau semua kantor di Jakarta
diset temperaturnya 26 derajat C, instead of 22, berapa uang yang dihemat.
Belum kalau kita menghitung ongkos laundry mereka yang harus pakai jas ke
kantor karena kedinginan. Padahal seharusnya cukup pakai pakaian tropis biasa
(apakah 2004 -2007 sudah menimbulkan berbagai proses spt learning dan planning?
pentingkah Pendidikan dan Kompetensi Guru, atau Perencanaan dan Kompetensi
Perencana?)
(maksud saya ..............untuk menyimpulkan apakah gerakan koperasi di
Bali, di Indonesia dan di ASEAN sudah punah? .............butuh Gerakan
GreenWar? )
Salam,
popo
Tjahjo-
On 11/5/07 2:08 AM, "CHPStar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Selamat Pak Popo,
jadi Pak Popo berhasil memberikan landasan Art bagi masa depan Science ? ?
Text terlampir akan saya manfaatkan untuk kepentingan yang lebih tinggi ya ?.
Memang orang ornag energi seperti saya sedang mencari tempat dan model
happiness yang bisa meluas dan menerus.
Ternyata lebih efektif untuk memulai dengan Hemat Enegi terlebih dahulu
daripada memulai dengan membeli tekologi energi terbarukan ya? dan harus ada
Arsitek, dan lain lain SDM yang kompeten.
What next? UN Climate Change Conference benar benar menungu apa kata Bali
tentang Art dan Hemat Energi dengan arti yang seluas luasnya dan setinggi
tingginya.. Misi Arsitek mohon dilanjutkan Pak.
Salam, Tjahjo-
Popo Danes <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hallo pak Wiw, Vieb, dan teman-teman yang lain,
Tadi siang saya sudah kasih presentasi di Tokyo University. Menarik juga,
mereka mulai scientific-kan banyak ilmu-ilmu yang mendengarkan saja bikin kita
menyeringai. Ada program studi tentang hidup dan bangka, dan sebagainya. Karena
keturunan dalang, saya ikutan bicara tentang Happiness, padahal ini kurikulum
yang dijalankan dimana-mana di Bali sambil metuakan.
Tadi juga ada Professor dari Seoul yang pesentasikan hubungan happiness
dengan sustainability, ada komikus beken disini, jazz pianos orang Jepang yang
bermukim di New York, dan bberapa pembicara menarik lainnya. Dari acara dua
hari terakhir, saya melihat, untuk future lifestyle banyak sekali yang bisa
kita create dari Bali. Kalau kita seriusin beberapa topik di Bali, sembari
mengurangi ajum-ajuman, bakalan banyak yang bisa kita angkat sebagai sesuatu
yang futuristik. Maklum, zaman semakin informal, dan semua orang sudah ingin
menjauhi stress.
Ada kabar baik, tadi sore saya ditelpon Dirjen Energy dan Sumber daya
Mineral, katanya besok malam saya mau dikasih penghargaan oleh pemerintah di
JCC, dihadiri pak SBY segala, karena dianggap sebagai undagi yang jemet, yang
mau concern untuk ikutan menghemat energy dalam design-design yang kita buat.
Nah, depang anake ngadanin. Karena saya masih nyangklek disini, besok mau
diwakili oleh kakak saya, Ciuk.
Oh iya, akhirnya saya jadi bawa foto-nya pak Wis, tapi sebelumnya sudah saya
maini di photoshop dan tak pasangin udeng. Cukup banyak tuh yang tertarik.
Salam dari Jepun,
pd
Back-up email for: [EMAIL PROTECTED]
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com