Re: [bali] Re: Call For Bali Subak CooperativesHi Popo,

nggak ikutan mau jadi GUBERNUR?........
aku mau jadi team sukses nya......pasti Gung Free Trade juga mau atau mungkin 
juga mau jadi GUBERNUR..... yuk ikutan rame rame .......

v
  ----- Original Message ----- 
  From: Popo Danes 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, November 12, 2007 10:29 AM
  Subject: [bali] Re: Call For Bali Subak Cooperatives


  Pak Tjahjo,

  Terimakasih banyak penjelasannya, memang benar adanya.
  Satu hal paling penting yang menghancurkan subak, adalah terpesonanya 
pemerintah oleh sektor pariwisata. Yang satu ini sangat dijadikan primadona, 
pada saat kita belum memiliki understanding tentang master planning, dsb. 
Setelah tahu nikmatnya dollar dan dollar palsu, sektor pertanian langsung 
diabaikan.

  Saya salah satu tourism development advisor untuk Vietnamese government. Yang 
bikin iri, sebelum ngomong pariwisata mereka membanggakan dulu negaranya 
sebagai pengahasil kopi terbesar nomer 2 ( padahal dulunya ini posisi negara 
kita ), exportir beras nomer 2, penghasil lada terbesar, sekarang dengan 3000 
kilometer garis pantai plus nelayan yang nekat, mereka sangat berambisi pula di 
sektor perikanan. Jadi, setiap bicarakan tourism development, mereka bahas, 
gangguin pertanian nggak ?

  Pada zaman pertanian dulu, kakek nenek kita di bali, beberapa kali panen bisa 
beli sawah lagi, karena bisa menabung. Sekarang petani sudah tidak ada 
income-nya, kalau butuh uang yang agak banyak, bisanya cuman jual tanah saja. 
Petani kita yang tidak pernah nyekel 10 juta, tiba-tiba dapat 2 milyard. Dia 
pikir ini uang tidak bakalan habis. Rombak total gaya hidup, bagi-bagi dengan 
anak-anak, tidak sampai setahun tiba-tiba uangnya habis. 

  Dengan maraknya international real estate business di Bali saat ini, saya 
tidak munafik untuk menyatakan kalau ini lahan yang lebih dari cukup untuk 
rejeki saya. Tapi saya tidak pernah usai dihantui perasaan bersalah telah 
menjadi bagian dari proses penghancuran ini. Tapi kalau saya tidak ikutan, 
mungkin mereka membuat development yang lebih mengerikan lagi. Serba salah dah 
....

  Menurut saya, sangat penting untuk secara jujur menggali kronologis 
pengerusakan subak, serta membangun visi yang jelas tentang pengelolaan air 
kita dimasa mendatang. Untuk bantuin pekerjaan yang macam begini, saya pasti 
siap. Masak kita mau ikutan panen saja, tidak mau ikut menanam dan memelihara. 
Selain cerita pendek diatas, masih banyaaaaakkkk .... Yang bisa kita bahas 
menyangkut hal ini.

  Enjoy Sunday,
  pd


  On 11/9/07 11:23 AM, "CHPStar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


    Maaf, maksud saya intip di papan pesan http://portal.djlpe.esdm.go.id/ 

    CHPStar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

      Dearest Popo Danes,

      untuk itu saya terjun jadi perencana pemerintah, dan sedang mempersiapkan 
diri untuk Beyond Bali.
      Saya dituntut kode etik Perencana untuk runtun secara normatif dan 
sistematis memulai rencana dengan:
      1. Identifikasi Masalah (emang enak?) 
      2. Methodology, belajar banyak dari Popo Dunes
      3. Pengkajian berbagai alternatif
      4. Penetapan Rencana dan Dana (sudah ditunggu UNFCCC di Bali)
      5. Pengendalian (kan DPR RI sudah minta Grand Planing nya Bali)
      6. Evaluasi, are you ready LP3B?

      Cuma masalahnya pilar pilar perencana sendiri harus diperkuat. Pilarnya:
      1. Pendidikan
      2. Perencanaan sebagai proses
      3. Society
      4. Industrial Support, BUMN dan Swasta

      Progress saat ini bagus walupun lagi sulit sulitnya bagi saya/ kita. 
Bukti bisa diintip di www.djlpe.esdm.go.id 

      Wass: Tjahjo- 

      Popo Danes <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


        Jero Gede dagang Oblag,

        Saya suka risih membahas subak.
        Itu karya nenek moyang yang adiluhung dari zaman pra wajib belajar, yang
        mengatur irigasi dan drainage secara perfect.

        Sekarang setelah banyak diantara kita belajar teknik sipil modern, 
sudah ada
        jurusan sipil basah, dan banyak sudah Ph.D. Juga, ternyata kita semakin
        tidak mengeri soal drainage dan irigasi.

        Apalah alasannya, mereka yang lebih tahu. Saya tidak berani berkomentar
        terlalu banyak, karena tidak bisa berargumen. Maklum, pergaulannya cuman
        setingkat dagang Oblag.

        Salam,
        pd





        On 11/7/07 1:30 PM, "Agung"  wrote:

        > Pak sareng sami,
        > 
        > Memang ada apa dengan program subak ?
        > 
        > Subak kita tahu semua sedang dalam kondisi yang sangat sangat merana. 
Bahkan
        > di beberapa daerah banyak subak yang sudah almarhum dan bahkan sudah  
siap
        > dimuseumkan, kan sudah didirikan di Tabanan.
        > 
        > Subak sudah mati dan kematiannya dibunuh oleh kita penyungsung 
ideologi
        > Developmentalism yang dipelopori oleh regime orde baru yang 
berkolaborasi
        > dengan regime pasar bebas, lengkap dengan pepatih pepatihnya; 
investor dan
        > pemerintah. Semua kawasan dibuka untuk pariwisata, setiap  petak 
sawah pasti
        > ada sarana pariwisata... Dan tanah diganti rugi murah, investor 
adalah raja.
        > Petani kecil tanpa subsidi akhirnya jual tanah, Mereka tidak tahan 
jadi
        > objek pho-photo yang menghiasi kitab suci pariwisata. Bearlih profesi 
pun
        > tak dapat dihindari.
        > 
        > Kita semua tahu ada berbagai elemen budaya pada setiap petak sawah dan
        > aktivitas subak-subak; ada bibit lokal yang dulu lumayan banyaknya : 
bibit
        > padi bernama : cicih buluh, cicih beton, pukel lateng,pukel kedis dan 
masih
        > banyak yang lainnya saya lupa. Ada dewa rare angon,  betare sri, 
betare ulun
        > danu, ada elemen  warige yang terkait dengan kelender Bali. Galungan 
sendiri
        > adalah produk budaya petani yang dimotori oleh subak. Setiap enam 
bulan
        > musim panen dan jalan jalan dihiasi penjor dengan hiasan palawija. 
Segala
        > elemen ini nyaris sirna tergilas oleh revolusi hijsu yang sempat 
dibanggakan
        > pada waktu soeharto meneripa penghargaan sukses swasembada pangan 
sekitar
        > 80-an. 
        > 
        > Darimana mulai dan bagaimana memulainya ?
        > Mulai dengan perubahan setting pembangunan pariwisata dengan kembali
        > menjenguk relevansi land reform dan reformasi pertanahan. Kalau mulai 
dari
        > sini harus siap dicap PKI atau komunis.Di Bali 80.000 nyawa 
terbantai, yang
        > salah satunya karena setuju dengan land reform.
        > Suksme,
        > Dagang Oblag
        > 
        > 
        > On 11/7/07 11:29 AM, "Made Wirata" 
        > wrote:
        > 
        >> Ok,  Pak Tjahjo,
        >> nanti saya cek lagi keberadaan subak didaerah saya dan skitarnya, 
dan apa
        >> kegiatannya 
        >> sekarang ini (maksud saya setelah air sudah mengering hampir 
keseluruhan
        >> disekitar desa 
        >> dan persawahan).
        >> 
        >> Wass
        >> Made W
        >> 
        >> --
        >> Open WebMail Project (http://openwebmail.org)
        >> 
        >> 
        >> ---------- Original Message -----------
        >> From: CHPStar 
        >> To: [email protected]
        >> Sent: Tue, 6 Nov 2007 02:01:14 -0800 (PST)
        >> Subject: [bali] Re: Call For Bali Subak Cooperatives
        >> 
        >>> Pak Made Wirata,
        >>> 
        >>> khusus untuk subak yang pernah terkenal di dunia,  secara teknis 
saya butuh
        >>> untuk pengembangan systems yang paling ideal di dunia ITC. Jadi 
mohon ide
        >>> dasar teknologi subak jangan sampai punah.. Mohon  periksa lagi 
rekomendasi
        >>> FRI 
        >>> 2007
        >>> 
        >>> [PPT]tjahjokartiko gondokusumoFile Format: Microsoft Powerpoint - 
View as
        >>> HTML
        >>> 
        >>> 1. Rangkuman Hasil Pokja FRI 2006/2007 Tekad Memperbaiki Nasib 
Bangsa
        >>> Pascaamandemen UUD: Optimisme Baru dalam Merealisasikan Visi Bangsa 
...
        >>> www.itb.ac.id/focus/focus_file/Rangkuman%20Hasil%20Pokja%20FRI.ppt 
- Similar
        >>> pages - Note this
        >>> 
        >>> Mohon bantu subak jangan sampai hilang sama selkali ya? agar cita 
ciata
        >>> modernisasi dari Pak Made juga ikut terangkat.
        >>> 
        >>> Wass: Tjahjo-
        >>> 
        >>> Made Wirata  wrote: Pak Tjahjo yth,
        >>> sekedar 
        >>> info; 1).Bicara tentang subak, didaerah saya dulunya memang pernah 
banyak
        >>> air
        >>>  sehingga pengaturan irigasi pertanian (utamanya sawah) tidak pernah
        >>> bermasalah,
        >>>  namun saat ini dan lebih-lebih setelah air danau di Bedugul 
disedotin untuk
        >>> ngebor gunung (rencana PLTU) air menjadi tidak ada, minim sekali. 
Yang masih
        >>> tersisa saat ini beberapa sumber mata air di gunung(2-3 sumber). 
Keluarga
        >>> kami 
        >>> dengan berinisitif beberapa tetangga (10- 20 kk) mencari sumber, 
iuran untuk
        >>> pemipaan, instalasi, sampai pada pengurusannya dilingkungan kami 
karena
        >>> memang 
        >>> butuh selain untuk masak, minum dan mandi, juga ada kebutuhan siram 
menyiram
        >>> tanaman perkebunan dimusim kering, sehingga dengan swadaya bisa 
membangun
        >>> semacam reservoir. Sayangnya pemerintah dalam hal ini PAM, 
tiba-tiba datang
        >>> bersama Pak Kades mencap/ mengclaim hasil swadaya tadi untuk 
dikelola dan
        >>>  langsung dikasi meteran, yang al hasil rakyat jadi keluar duit 
lebih banyak
        >>> perbulannya dibanding pengelolaan semacam subak atau koperasi kecil.
        >>> Mustinya
        >>> pemerintah membantu investasi, namun main ambil saja. Tapi kami 
tidak jera,
        >>>  cari lagi sumber lain dan buat lagi yg serupa, saat ini juga 
terancam
        >>> diambil 
        >>> alih juga. Jadi kesimpulannya, apanya yang salah ya....?.
        >>> 
        >>> 2).Bincang-bincang masalah unggulan agrobisnis yang disampaikan 
Humas DPR,
        >>> bahwa saya pernah ada usul untuk membuat percontohan yang agak unik 
yang
        >>> kebetulan di Bali belum begitu banyak. Idenya dulu dari binaan 
Pabrik jamu
        >>> sidomuncul yang asri lingkungan. maka saya mengusulkan untuk petani 
yang
        >>> masih 
        >>> punya lahan kurang hasil untuk menanam nilam, untuk diolah kemudian 
jadi
        >>> minyak atsiri,  juga menanam jahe, dan didaerah hutan yang lebih 
atas menanam
        >>> kayu manis dengan tujuan yg sama. Saya mulai dengan percobaan dan 
kayaknya
        >>> bisa dikembangkan. Karena didaerah saya dan sekitarnya, sawah 
kurang ada
        >>> hasil 
        >>> (air tdk cukup), tanaman coklat dan kopi juga sudah berkurang 
(mulai tidak
        >>> cocok hasilnya), yang ada hanya cengkeh.
        >>> 
        >>> Salam
        >>> Made Wirata
        >>> 
        >>> --
        >>> Open WebMail Project (http://openwebmail.org)
        >>> 
        >>> ---------- Original Message -----------
        >>> From: CHPStar 
        >>> To: [email protected]
        >>> Sent: Mon, 5 Nov 2007 09:16:34 -0800 (PST)
        >>> Subject: [bali] Call For Bali Subak Cooperatives
        >>> 
        >>>> Dengan hormat,
        >>>> 
        >>>>   ayo dong serius. Ini ada info tentang Pemda Bali  Diminta Membuat
        >>>> Perencanaan 
        >>>> Produk Unggulan Tiap Kabupaten, berita per 5 Nov 2007,. Ini pasti 
hasil
        >>>> kerjasama DPR RI dan LP3B ya? Nah, jadi saatnya saya bisa masuk 
kejalur
        >>>> Asosiasi Perencana Pemerintah Komisariat Bali. Strategic planning
        >>>> membutuhkan 
        >>>> Planners.dan Planning Proses, serta Universitas, Society dan 
Industri
        >>>> Pendukung. Semua serba terbatas.
        >>>> 
        >>>>   Sektor pertanian dan sektor energi harus direncanakan kerjasama. 
Masuklah
        >>>> methodology Keseimbangan Pak Popo Cs, termasuk Jepun nya.
        >>>> 
        >>>>   Segera saya mesti belajar tentang  subak cooperatives dan 
electricity
        >> cooperatives.
        >>>> 
        >>>>   Kira kira gap yang ada akan diisi oleh ICT/ digital divide
        >>>> 
        >>>>   Kerjasama  direncanakan untuk berlangsung harmonis dan ditujukan 
baik
        >>>> untuk
        >>>> kepentingan yang mendasar sekaligus kepentingan berkembangnya ilmu
        >>>> pengetahuan 
        >>>> dan teknology yang setinggi tingginya.
        >>>> 
        >>>>   Kompleks ya? Supaya ada sedikit imaginasi.saya lampirkan sekali 
lagi ex
        >>>> publikasi dari penerbitan Media Indonesia tanggal 30 Okt 2007 
tentang 1st
        >>>> Multi Sector Parterships, Bali akan kebanjiran turis yang beretika
        >>>> Professor.(muda) dari berbagai penjuru dunia !!!
        >>>> 
        >>>>   Sekarang diterawang dulu aja. Sesuai janji yang ada, Jepang nya 
mau
        >>>> datang
        >>>> tanggal 8 Nov, terus Jerman nya tanggal 11-14 Nov ini .......
        >>>> 
        >>>>   Kata orang, We Got Naked. Now What? belum sanggup muluk muluk 
dulu cukup
        >>>>  dengan imaginasi.saya mesti pindah ke Denpasar.
        >>>> 
        >>>>   Wass: Tjahjo--
        >>>> 
        >>>> Hubungan Masyarkat  wrote:
        >>>>   Date: Mon, 5 Nov 2007 21:35:43 +0700
        >>>> To: CHP109 
        >>>> Subject: [Dewan Perwakilan Rakyat] Kiriman Artikel
        >>>> From: Hubungan Masyarkat
        >>>> 
        >>>> Kepada Yth. Bp/Ibu/Sdr. CHP109,
        >>>> 
        >>>> Mohon maaf yang sebesar-besarnya telah mengganggu kesibukan Anda; 
namun
        >>>> rekan 
        >>>> Anda, CHPStar ([EMAIL PROTECTED]), telah mengirimkan artikel 
berikut ini
        >>>> untuk 
        >>>> Anda:
        >>>> 
        >>>> ---------------------------------------------------------------
        >>>> PEMDA BALI DIMINTA MEMBUAT PERENCANAAN PRODUK UNGGULAN TIAP 
KABUPATEN
        >>>> Tanggal:  2007-11-05
        >>>> Sumber: Dewan Perwakilan Rakyat
        >>>> 
        >>>> Dewan Perwakilan Rakyat,
        >>>>             Pemerintah Daerah Provinsi Bali diminta untuk membuat
        >>>> perencanaan 
        >>>> produk unggulan yang dihasilkan ditiap-tiap kabupaten. Perencanaan 
ini
        >>>> sangat 
        >>>> diperlukan untuk mengetahui potensi apa yang dihasilkan dari 
masing-masing
        >>>> daerah itu.            Demikian disampaikan anggota Komisi IV 
Nazamudin
        >>>> (F-PAN)
        >>>>  dan Syamsu Hilal (F-PKS) pada saat mengadakan kunjungan kerja ke 
Provinsi
        >>>> Bali, minggu lalu, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Hilman Indra
        >>>> (F-BPD).
        >>>>          Menurut Syamsu Hilal, grand starategi pembangunan 
pertanian ke
        >>>> depan 
        >>>> perlu dibuat untuk mengetahui apakah ke depan Bali  masih 
memfokuskan sektor
        >>>> pertanian sebagai sektor utama. Karena dalam kenyataannya Bali juga
        >>>> merupakan 
        >>>> provinsi yang memang lebih dikenal dengan sektor pariwisata.
        >>>> Secara 
        >>>> umum, kata Syamsu, grand strategi ini penting untuk mengetahui 
Bali ini mau
        >>>> diarahkan kemana, apakah pembangunan pertanian menjadi nomor dua 
dan lebih
        >>>> mengutamakan sektor pariwisata. â??Bagi kami di DPR hal ini sangat 
penting
        >>>> melihat kecenderungan potensi masing-masing daerah untuk 
mengembangkan
        >>>> diri,â?? 
        >> ujarnya.
        >>>>     Karena jika sektor pariwisata menjadi sektor unggulan,
        >>>> dikhawatirkan seperti pasca terjadinya dua kali bom Bali, 
masyarakat Bali
        >>>> menghadapi kendala perekonomian yang demikian dasyat. Dan tentunya 
ke depan
        >>>> kita  tidak menghendaki hal itu terjadi. Belajar dari pengalaman 
itu,
        >>>> tentunya 
        >>>> Pemda Bali harus memprioritaskan sektor pertanian sebagai sektor 
unggulan
        >>>> bagi 
        >>>> daerahnya.              Terkait dengan grand strategi pembangunan 
khususnya
        >>>> bidang pertanian, Gubernur Bali Dewa Beratha mengatakan dengan 
telah
        >>>> disahkannya UU tentang Penataan Ruang, Pemerintah Daerah Provinsi 
Bali akan
        >>>> mencoba melakukan revisi mengenai Perda Nomor 5 tahun 2005 tentang 
Rencana
        >>>> Tata Ruang Daerah bali dan sekaligus akan mengarahkan kepada 
kabupaten/kota
        >>>> untuk mempersiapkan detail tata ruang .            Dalam detail 
tata ruang
        >>>> itu 
        >>>> nantinya akan bisa ditetapkan alokasi-alokasi yang lebih jelas 
terutama
        >>>> dikaitkan dengan peruntukan untuk budidaya termasuk lahan  
pertanian.
        >>>>   Sampai saat ini dan ke depan, kata Beratha,  Bali masih tetap 
dalam
        >>>> pembangunan bidang ekonomi memprioritaskan tiga sektor. Yang 
pertama sektor
        >>>> pertanian masih menjadi prioritas utama, kemudian industri kecil 
dan
        >>>> kerajinan 
        >>>> dan sektor pariwisata yang menunjang sektor pertanian dan sektor 
industri
        >>>> kecil dan kerajinan.            Beratha menambahkan, dalam 
pembangunan di
        >>>> sektor pertanian Pemda akan melakukan pembinaan secara spesifikasi 
komoditi
        >>>> pada suatu kawasan atau kabupaten. Menurutnya, dimasing-masing 
kabupaten
        >>>> ada
        >>>> daerah-daerah yang mempunyai komoditi-komoditi yang spesifik. 
â??Nah ini
        >>>> yang 
        >>>> akan kita coba fokuskan pembinaan dari provinsi dalam kaitannya 
dengan
        >>>> pengembangan agro bisnis,â?? ujarnya.             Jadi, kata 
Beratha, kita
        >>>> coba 
        >>>> pola agrobisnis satu komoditi pada satu kawasan atau satu 
kabupaten, dan
        >>>> kalau 
        >>>> ini sudah berkembang tentunya akan bisa ditingkatkan lagi menjadi 
agro
        >>>> industri untuk mengolah hasil-hasil pertanian, apakah menjadi 
barang
        >>>> setengah 
        >>>> jadi atau barang jadi.            Lebih jauh Beratha menambahkan, 
kalau ini
        >>>> sudah berhasil memang pada kawasan itu bisa dikembangkan menjadi 
agro
        >>>> wisata. 
        >>>> â??Kedepannya kita akan lebih intens untuk melakukan strategi 
pembinaan
        >>>> dengan 
        >>>> pola seperti itu,â?? katanya.             Berkaitan dengan masalah
        >>>> kebutuhan
        >>>> irigasi, di provinsi Bali tidak banyak mengalami kendala terutama 
ditingkat
        >>>> teknisnya yang dilakukan oleh  kelompok Subak yang terkenal 
pengairannya.
        >>>>       Dalam hal ini, melalui Kebijakan Gubernur Bali telah 
memberikan
        >>>> bantuan 
        >>>> setiap tahun kepada setiap Subak sebesar Rp 15 juta. Sehingga untuk
        >>>> memenuhi 
        >>>> perbaikan-perbaikan irigasi yang sifatnya kecil bisa langsung 
dilakukan,
        >>>> sedangkan terhadap irigasi-irigasi yang besar sudah ada 
pembagiannya, mana
        >>>> menjadi kewajiban Pusat, kewajiban Provinsi dan kewajiban 
Kabupaten/Kota.
        >>>> (tt)
        >>>> 
        >>>> ---------------------------------------------------------------
        >>>> 
        >>>> Terima kasih atas atensi Anda, sukses selalu untuk Anda!
        >>>> 
        >>>> - [EMAIL PROTECTED] -
        >>>> 
        >>>>   Back-up email for: [EMAIL PROTECTED]
        >>>> 
        >>>>   __________________________________________________
        >>>> Do You Yahoo!?
        >>>> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
        >>>> http://mail.yahoo.com
        >>> ------- End of Original Message -------
        >>> 
        >>> --
        >>> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
        >>> 
        >>> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
        >>> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
        >>> Moderators    :
        >>> Berlangganan  :
        >>> Henti Langgan :
        >>> 
        >>> __________________________________________________
        >>> Do You Yahoo!?
        >>> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
        >>> http://mail.yahoo.com
        >> ------- End of Original Message -------
        >> 
        >> 
        >> --
        >> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
        >>  
        >> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
        >> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
        >> Moderators    : 
        >> Berlangganan  : 
        >> Henti Langgan : 
        > 
        > 
        > 
        > --
        > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
        > 
        > Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
        > Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
        > Moderators    : 
        > Berlangganan  : 
        > Henti Langgan : 


        --
        Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

        Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
        Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
        Moderators    : 
        Berlangganan  : 
        Henti Langgan : 


       __________________________________________________
      Do You Yahoo!?
      Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
      http://mail.yahoo.com 



     __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
    http://mail.yahoo.com 


Kirim email ke