Dear semua,

 

Masalah lahan pertanian yg banyak dibangunin villa adalah ciri khas
ketidakperdulian para penguasa and investor akan masalah kedepan alias sifat
manusia semakin dikuasai oleh Rajas dan butam.Sering ke tempat suci paling
cuma utk nyembunyiin hati buruknya aja.Makanya kalau ada pilpres atau
pilkada dsb calonnya harus disumpah cor!!!! Jangan hanya visi misi pipis
baru lulus sbg kandidat.Yang banyak uangnya lolos,yang baik tapi visi misi
sing misi pis gugur. Kalau substansi persyaratan jadi calon ada sumpah cor
mungkin hanya semiliar satu orang mau nyalonin diri sbg pemimpin,mungkin
kagak ada.Biasanya ada yg pinter bersilat lidah tapi gak bener tingkah
lakunya.Saya harap banyak orang yg menelorkan ide gamblang dan tidak
menjelimet,karena yg menjelimet banyak multi tapsirnya serta mempunyai celah
bermain kata-kata hukum.Lihat kasus PLTGU PEMARON!!! PERDA di jungkil
balikan oleh penguasa bersama DPRD yang makan dari keringat rakyat malah
merasa kurang penghasilannya sehingga proyek PLTGU di bangun dikawasan
pariwisata dan mengganggu masyarakat hingga susah tidur.Yang bikin malu dan
geli ada juga katanya orang suci muput upacara menggolkan PLTGU
Pemaron.Dimana letak kesucian orang atau sulinggih itu!!!!!! Tapi
orang-orang asyik hanya menonton drama kekejaman penguasa dan kehitaman
sulinggih.OK,itu sudah terjadi dan orang mayoritas menutup nuraninya dan
membiarkan proses penghancuran norma kehidupan,tapi mereka tak akan lepas
dari hukum karma.Lihat Geothermal!!!! Gubernur kita malah berdobel
standar!!!!! Pemimpin kayak gitu sudah terlalu banyak ada,serta masih ada
katanya”orang suci” muput GEOTHERMAL.Orang suci ikut andil menghancurkan
alam ini.Aktifis lingkungan juga jadi team sukses Geothermal.Betul-betul
susah dunia ini dan parah sekali kesehatan mental orang-orang GEDEAN.
Sekarang dimana ada orang yg bisa dipercaya!!!!!

.Mudah-mudahan bisa menemukan manusia beneran dan pemimpin yg ber TRIKAYA
PARISUDA.

 

Salam,nyoman

  _____  

From: popotemp temppopo [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Popo Danes
Sent: 12 Nopember 2007 10:30
To: [email protected]
Subject: [bali] Re: Call For Bali Subak Cooperatives

 

Pak Tjahjo,

Terimakasih banyak penjelasannya, memang benar adanya.
Satu hal paling penting yang menghancurkan subak, adalah terpesonanya
pemerintah oleh sektor pariwisata. Yang satu ini sangat dijadikan primadona,
pada saat kita belum memiliki understanding tentang master planning, dsb.
Setelah tahu nikmatnya dollar dan dollar palsu, sektor pertanian langsung
diabaikan.

Saya salah satu tourism development advisor untuk Vietnamese government.
Yang bikin iri, sebelum ngomong pariwisata mereka membanggakan dulu
negaranya sebagai pengahasil kopi terbesar nomer 2 ( padahal dulunya ini
posisi negara kita ), exportir beras nomer 2, penghasil lada terbesar,
sekarang dengan 3000 kilometer garis pantai plus nelayan yang nekat, mereka
sangat berambisi pula di sektor perikanan. Jadi, setiap bicarakan tourism
development, mereka bahas, gangguin pertanian nggak ?

Pada zaman pertanian dulu, kakek nenek kita di bali, beberapa kali panen
bisa beli sawah lagi, karena bisa menabung. Sekarang petani sudah tidak ada
income-nya, kalau butuh uang yang agak banyak, bisanya cuman jual tanah
saja. Petani kita yang tidak pernah nyekel 10 juta, tiba-tiba dapat 2
milyard. Dia pikir ini uang tidak bakalan habis. Rombak total gaya hidup,
bagi-bagi dengan anak-anak, tidak sampai setahun tiba-tiba uangnya habis. 

Dengan maraknya international real estate business di Bali saat ini, saya
tidak munafik untuk menyatakan kalau ini lahan yang lebih dari cukup untuk
rejeki saya. Tapi saya tidak pernah usai dihantui perasaan bersalah telah
menjadi bagian dari proses penghancuran ini. Tapi kalau saya tidak ikutan,
mungkin mereka membuat development yang lebih mengerikan lagi. Serba salah
dah ....

Menurut saya, sangat penting untuk secara jujur menggali kronologis
pengerusakan subak, serta membangun visi yang jelas tentang pengelolaan air
kita dimasa mendatang. Untuk bantuin pekerjaan yang macam begini, saya pasti
siap. Masak kita mau ikutan panen saja, tidak mau ikut menanam dan
memelihara. Selain cerita pendek diatas, masih banyaaaaakkkk .... Yang bisa
kita bahas menyangkut hal ini.

Enjoy Sunday,
pd


On 11/9/07 11:23 AM, "CHPStar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Maaf, maksud saya intip di papan pesan http://portal.djlpe.esdm.go.id/ 

CHPStar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Dearest Popo Danes,

untuk itu saya terjun jadi perencana pemerintah, dan sedang mempersiapkan
diri untuk Beyond Bali.
Saya dituntut kode etik Perencana untuk runtun secara normatif dan
sistematis memulai rencana dengan:
1. Identifikasi Masalah (emang enak?) 
2. Methodology, belajar banyak dari Popo Dunes
3. Pengkajian berbagai alternatif
4. Penetapan Rencana dan Dana (sudah ditunggu UNFCCC di Bali)
5. Pengendalian (kan DPR RI sudah minta Grand Planing nya Bali)
6. Evaluasi, are you ready LP3B?

Cuma masalahnya pilar pilar perencana sendiri harus diperkuat. Pilarnya:
1. Pendidikan
2. Perencanaan sebagai proses
3. Society
4. Industrial Support, BUMN dan Swasta

Progress saat ini bagus walupun lagi sulit sulitnya bagi saya/ kita. Bukti
bisa diintip di www.djlpe.esdm.go.id 

Wass: Tjahjo- 

Popo Danes <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Jero Gede dagang Oblag,

Saya suka risih membahas subak.
Itu karya nenek moyang yang adiluhung dari zaman pra wajib belajar, yang
mengatur irigasi dan drainage secara perfect.

Sekarang setelah banyak diantara kita belajar teknik sipil modern, sudah ada
jurusan sipil basah, dan banyak sudah Ph.D. Juga, ternyata kita semakin
tidak mengeri soal drainage dan irigasi.

Apalah alasannya, mereka yang lebih tahu. Saya tidak berani berkomentar
terlalu banyak, karena tidak bisa berargumen. Maklum, pergaulannya cuman
setingkat dagang Oblag.

Salam,
pd





On 11/7/07 1:30 PM, "Agung"  wrote:

> Pak sareng sami,
> 
> Memang ada apa dengan program subak ?
> 
> Subak kita tahu semua sedang dalam kondisi yang sangat sangat merana.
Bahkan
> di beberapa daerah banyak subak yang sudah almarhum dan bahkan sudah  siap
> dimuseumkan, kan sudah didirikan di Tabanan.
> 
> Subak sudah mati dan kematiannya dibunuh oleh kita penyungsung ideologi
> Developmentalism yang dipelopori oleh regime orde baru yang berkolaborasi
> dengan regime pasar bebas, lengkap dengan pepatih pepatihnya; investor dan
> pemerintah. Semua kawasan dibuka untuk pariwisata, setiap  petak sawah
pasti
> ada sarana pariwisata... Dan tanah diganti rugi murah, investor adalah
raja.
> Petani kecil tanpa subsidi akhirnya jual tanah, Mereka tidak tahan jadi
> objek pho-photo yang menghiasi kitab suci pariwisata. Bearlih profesi pun
> tak dapat dihindari.
> 
> Kita semua tahu ada berbagai elemen budaya pada setiap petak sawah dan
> aktivitas subak-subak; ada bibit lokal yang dulu lumayan banyaknya : bibit
> padi bernama : cicih buluh, cicih beton, pukel lateng,pukel kedis dan
masih
> banyak yang lainnya saya lupa. Ada dewa rare angon,  betare sri, betare
ulun
> danu, ada elemen  warige yang terkait dengan kelender Bali. Galungan
sendiri
> adalah produk budaya petani yang dimotori oleh subak. Setiap enam bulan
> musim panen dan jalan jalan dihiasi penjor dengan hiasan palawija. Segala
> elemen ini nyaris sirna tergilas oleh revolusi hijsu yang sempat
dibanggakan
> pada waktu soeharto meneripa penghargaan sukses swasembada pangan sekitar
> 80-an. 
> 
> Darimana mulai dan bagaimana memulainya ?
> Mulai dengan perubahan setting pembangunan pariwisata dengan kembali
> menjenguk relevansi land reform dan reformasi pertanahan. Kalau mulai dari
> sini harus siap dicap PKI atau komunis.Di Bali 80.000 nyawa terbantai,
yang
> salah satunya karena setuju dengan land reform.
> Suksme,
> Dagang Oblag
> 
> 
> On 11/7/07 11:29 AM, "Made Wirata" 
> wrote:
> 
>> Ok,  Pak Tjahjo,
>> nanti saya cek lagi keberadaan subak didaerah saya dan skitarnya, dan apa
>> kegiatannya 
>> sekarang ini (maksud saya setelah air sudah mengering hampir keseluruhan
>> disekitar desa 
>> dan persawahan).
>> 
>> Wass
>> Made W
>> 
>> --
>> Open WebMail Project (http://openwebmail.org)
>> 
>> 
>> ---------- Original Message -----------
>> From: CHPStar 
>> To: [email protected]
>> Sent: Tue, 6 Nov 2007 02:01:14 -0800 (PST)
>> Subject: [bali] Re: Call For Bali Subak Cooperatives
>> 
>>> Pak Made Wirata,
>>> 
>>> khusus untuk subak yang pernah terkenal di dunia,  secara teknis saya
butuh
>>> untuk pengembangan systems yang paling ideal di dunia ITC. Jadi mohon
ide
>>> dasar teknologi subak jangan sampai punah.. Mohon  periksa lagi
rekomendasi
>>> FRI 
>>> 2007
>>> 
>>> [PPT]tjahjokartiko gondokusumoFile Format: Microsoft Powerpoint - View
as
>>> HTML
>>> 
>>> 1. Rangkuman Hasil Pokja FRI 2006/2007 Tekad Memperbaiki Nasib Bangsa
>>> Pascaamandemen UUD: Optimisme Baru dalam Merealisasikan Visi Bangsa ...
>>> www.itb.ac.id/focus/focus_file/Rangkuman%20Hasil%20Pokja%20FRI.ppt -
Similar
>>> pages - Note this
>>> 
>>> Mohon bantu subak jangan sampai hilang sama selkali ya? agar cita ciata
>>> modernisasi dari Pak Made juga ikut terangkat.
>>> 
>>> Wass: Tjahjo-
>>> 
>>> Made Wirata  wrote: Pak Tjahjo yth,
>>> sekedar 
>>> info; 1).Bicara tentang subak, didaerah saya dulunya memang pernah
banyak
>>> air
>>>  sehingga pengaturan irigasi pertanian (utamanya sawah) tidak pernah
>>> bermasalah,
>>>  namun saat ini dan lebih-lebih setelah air danau di Bedugul disedotin
untuk
>>> ngebor gunung (rencana PLTU) air menjadi tidak ada, minim sekali. Yang
masih
>>> tersisa saat ini beberapa sumber mata air di gunung(2-3 sumber).
Keluarga
>>> kami 
>>> dengan berinisitif beberapa tetangga (10- 20 kk) mencari sumber, iuran
untuk
>>> pemipaan, instalasi, sampai pada pengurusannya dilingkungan kami karena
>>> memang 
>>> butuh selain untuk masak, minum dan mandi, juga ada kebutuhan siram
menyiram
>>> tanaman perkebunan dimusim kering, sehingga dengan swadaya bisa
membangun
>>> semacam reservoir. Sayangnya pemerintah dalam hal ini PAM, tiba-tiba
datang
>>> bersama Pak Kades mencap/ mengclaim hasil swadaya tadi untuk dikelola
dan
>>>  langsung dikasi meteran, yang al hasil rakyat jadi keluar duit lebih
banyak
>>> perbulannya dibanding pengelolaan semacam subak atau koperasi kecil.
>>> Mustinya
>>> pemerintah membantu investasi, namun main ambil saja. Tapi kami tidak
jera,
>>>  cari lagi sumber lain dan buat lagi yg serupa, saat ini juga terancam
>>> diambil 
>>> alih juga. Jadi kesimpulannya, apanya yang salah ya....?.
>>> 
>>> 2).Bincang-bincang masalah unggulan agrobisnis yang disampaikan Humas
DPR,
>>> bahwa saya pernah ada usul untuk membuat percontohan yang agak unik yang
>>> kebetulan di Bali belum begitu banyak. Idenya dulu dari binaan Pabrik
jamu
>>> sidomuncul yang asri lingkungan. maka saya mengusulkan untuk petani yang
>>> masih 
>>> punya lahan kurang hasil untuk menanam nilam, untuk diolah kemudian jadi
>>> minyak atsiri,  juga menanam jahe, dan didaerah hutan yang lebih atas
menanam
>>> kayu manis dengan tujuan yg sama. Saya mulai dengan percobaan dan
kayaknya
>>> bisa dikembangkan. Karena didaerah saya dan sekitarnya, sawah kurang ada
>>> hasil 
>>> (air tdk cukup), tanaman coklat dan kopi juga sudah berkurang (mulai
tidak
>>> cocok hasilnya), yang ada hanya cengkeh.
>>> 
>>> Salam
>>> Made Wirata
>>> 
>>> --
>>> Open WebMail Project (http://openwebmail.org)
>>> 
>>> ---------- Original Message -----------
>>> From: CHPStar 
>>> To: [email protected]
>>> Sent: Mon, 5 Nov 2007 09:16:34 -0800 (PST)
>>> Subject: [bali] Call For Bali Subak Cooperatives
>>> 
>>>> Dengan hormat,
>>>> 
>>>>   ayo dong serius. Ini ada info tentang Pemda Bali  Diminta Membuat
>>>> Perencanaan 
>>>> Produk Unggulan Tiap Kabupaten, berita per 5 Nov 2007,. Ini pasti hasil
>>>> kerjasama DPR RI dan LP3B ya? Nah, jadi saatnya saya bisa masuk kejalur
>>>> Asosiasi Perencana Pemerintah Komisariat Bali. Strategic planning
>>>> membutuhkan 
>>>> Planners.dan Planning Proses, serta Universitas, Society dan Industri
>>>> Pendukung. Semua serba terbatas.
>>>> 
>>>>   Sektor pertanian dan sektor energi harus direncanakan kerjasama.
Masuklah
>>>> methodology Keseimbangan Pak Popo Cs, termasuk Jepun nya.
>>>> 
>>>>   Segera saya mesti belajar tentang  subak cooperatives dan electricity
>> cooperatives.
>>>> 
>>>>   Kira kira gap yang ada akan diisi oleh ICT/ digital divide
>>>> 
>>>>   Kerjasama  direncanakan untuk berlangsung harmonis dan ditujukan baik
>>>> untuk
>>>> kepentingan yang mendasar sekaligus kepentingan berkembangnya ilmu
>>>> pengetahuan 
>>>> dan teknology yang setinggi tingginya.
>>>> 
>>>>   Kompleks ya? Supaya ada sedikit imaginasi.saya lampirkan sekali lagi
ex
>>>> publikasi dari penerbitan Media Indonesia tanggal 30 Okt 2007 tentang
1st
>>>> Multi Sector Parterships, Bali akan kebanjiran turis yang beretika
>>>> Professor.(muda) dari berbagai penjuru dunia !!!
>>>> 
>>>>   Sekarang diterawang dulu aja. Sesuai janji yang ada, Jepang nya mau
>>>> datang
>>>> tanggal 8 Nov, terus Jerman nya tanggal 11-14 Nov ini .......
>>>> 
>>>>   Kata orang, We Got Naked. Now What? belum sanggup muluk muluk dulu
cukup
>>>>  dengan imaginasi.saya mesti pindah ke Denpasar.
>>>> 
>>>>   Wass: Tjahjo--
>>>> 
>>>> Hubungan Masyarkat  wrote:
>>>>   Date: Mon, 5 Nov 2007 21:35:43 +0700
>>>> To: CHP109 
>>>> Subject: [Dewan Perwakilan Rakyat] Kiriman Artikel
>>>> From: Hubungan Masyarkat
>>>> 
>>>> Kepada Yth. Bp/Ibu/Sdr. CHP109,
>>>> 
>>>> Mohon maaf yang sebesar-besarnya telah mengganggu kesibukan Anda; namun
>>>> rekan 
>>>> Anda, CHPStar ([EMAIL PROTECTED]), telah mengirimkan artikel berikut
ini
>>>> untuk 
>>>> Anda:
>>>> 
>>>> ---------------------------------------------------------------
>>>> PEMDA BALI DIMINTA MEMBUAT PERENCANAAN PRODUK UNGGULAN TIAP KABUPATEN
>>>> Tanggal:  2007-11-05
>>>> Sumber: Dewan Perwakilan Rakyat
>>>> 
>>>> Dewan Perwakilan Rakyat,
>>>>             Pemerintah Daerah Provinsi Bali diminta untuk membuat
>>>> perencanaan 
>>>> produk unggulan yang dihasilkan ditiap-tiap kabupaten. Perencanaan ini
>>>> sangat 
>>>> diperlukan untuk mengetahui potensi apa yang dihasilkan dari
masing-masing
>>>> daerah itu.            Demikian disampaikan anggota Komisi IV Nazamudin
>>>> (F-PAN)
>>>>  dan Syamsu Hilal (F-PKS) pada saat mengadakan kunjungan kerja ke
Provinsi
>>>> Bali, minggu lalu, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Hilman Indra
>>>> (F-BPD).
>>>>          Menurut Syamsu Hilal, grand starategi pembangunan pertanian ke
>>>> depan 
>>>> perlu dibuat untuk mengetahui apakah ke depan Bali  masih memfokuskan
sektor
>>>> pertanian sebagai sektor utama. Karena dalam kenyataannya Bali juga
>>>> merupakan 
>>>> provinsi yang memang lebih dikenal dengan sektor pariwisata.
>>>> Secara 
>>>> umum, kata Syamsu, grand strategi ini penting untuk mengetahui Bali ini
mau
>>>> diarahkan kemana, apakah pembangunan pertanian menjadi nomor dua dan
lebih
>>>> mengutamakan sektor pariwisata. â??Bagi kami di DPR hal ini sangat
penting
>>>> melihat kecenderungan potensi masing-masing daerah untuk mengembangkan
>>>> diri,â?? 
>> ujarnya.
>>>>     Karena jika sektor pariwisata menjadi sektor unggulan,
>>>> dikhawatirkan seperti pasca terjadinya dua kali bom Bali, masyarakat
Bali
>>>> menghadapi kendala perekonomian yang demikian dasyat. Dan tentunya ke
depan
>>>> kita  tidak menghendaki hal itu terjadi. Belajar dari pengalaman itu,
>>>> tentunya 
>>>> Pemda Bali harus memprioritaskan sektor pertanian sebagai sektor
unggulan
>>>> bagi 
>>>> daerahnya.              Terkait dengan grand strategi pembangunan
khususnya
>>>> bidang pertanian, Gubernur Bali Dewa Beratha mengatakan dengan telah
>>>> disahkannya UU tentang Penataan Ruang, Pemerintah Daerah Provinsi Bali
akan
>>>> mencoba melakukan revisi mengenai Perda Nomor 5 tahun 2005 tentang
Rencana
>>>> Tata Ruang Daerah bali dan sekaligus akan mengarahkan kepada
kabupaten/kota
>>>> untuk mempersiapkan detail tata ruang .            Dalam detail tata
ruang
>>>> itu 
>>>> nantinya akan bisa ditetapkan alokasi-alokasi yang lebih jelas terutama
>>>> dikaitkan dengan peruntukan untuk budidaya termasuk lahan  pertanian.
>>>>   Sampai saat ini dan ke depan, kata Beratha,  Bali masih tetap dalam
>>>> pembangunan bidang ekonomi memprioritaskan tiga sektor. Yang pertama
sektor
>>>> pertanian masih menjadi prioritas utama, kemudian industri kecil dan
>>>> kerajinan 
>>>> dan sektor pariwisata yang menunjang sektor pertanian dan sektor
industri
>>>> kecil dan kerajinan.            Beratha menambahkan, dalam pembangunan
di
>>>> sektor pertanian Pemda akan melakukan pembinaan secara spesifikasi
komoditi
>>>> pada suatu kawasan atau kabupaten. Menurutnya, dimasing-masing
kabupaten
>>>> ada
>>>> daerah-daerah yang mempunyai komoditi-komoditi yang spesifik. â??Nah
ini
>>>> yang 
>>>> akan kita coba fokuskan pembinaan dari provinsi dalam kaitannya dengan
>>>> pengembangan agro bisnis,â?? ujarnya.             Jadi, kata Beratha,
kita
>>>> coba 
>>>> pola agrobisnis satu komoditi pada satu kawasan atau satu kabupaten,
dan
>>>> kalau 
>>>> ini sudah berkembang tentunya akan bisa ditingkatkan lagi menjadi agro
>>>> industri untuk mengolah hasil-hasil pertanian, apakah menjadi barang
>>>> setengah 
>>>> jadi atau barang jadi.            Lebih jauh Beratha menambahkan, kalau
ini
>>>> sudah berhasil memang pada kawasan itu bisa dikembangkan menjadi agro
>>>> wisata. 
>>>> â??Kedepannya kita akan lebih intens untuk melakukan strategi pembinaan
>>>> dengan 
>>>> pola seperti itu,â?? katanya.             Berkaitan dengan masalah
>>>> kebutuhan
>>>> irigasi, di provinsi Bali tidak banyak mengalami kendala terutama
ditingkat
>>>> teknisnya yang dilakukan oleh  kelompok Subak yang terkenal
pengairannya.
>>>>       Dalam hal ini, melalui Kebijakan Gubernur Bali telah memberikan
>>>> bantuan 
>>>> setiap tahun kepada setiap Subak sebesar Rp 15 juta. Sehingga untuk
>>>> memenuhi 
>>>> perbaikan-perbaikan irigasi yang sifatnya kecil bisa langsung
dilakukan,
>>>> sedangkan terhadap irigasi-irigasi yang besar sudah ada pembagiannya,
mana
>>>> menjadi kewajiban Pusat, kewajiban Provinsi dan kewajiban
Kabupaten/Kota.
>>>> (tt)
>>>> 
>>>> ---------------------------------------------------------------
>>>> 
>>>> Terima kasih atas atensi Anda, sukses selalu untuk Anda!
>>>> 
>>>> - [EMAIL PROTECTED] -
>>>> 
>>>>   Back-up email for: [EMAIL PROTECTED]
>>>> 
>>>>   __________________________________________________
>>>> Do You Yahoo!?
>>>> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
>>>> http://mail.yahoo.com
>>> ------- End of Original Message -------
>>> 
>>> --
>>> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>>> 
>>> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
>>> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
>>> Moderators    :
>>> Berlangganan  :
>>> Henti Langgan :
>>> 
>>> __________________________________________________
>>> Do You Yahoo!?
>>> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
>>> http://mail.yahoo.com
>> ------- End of Original Message -------
>> 
>> 
>> --
>> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>>  
>> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
>> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
>> Moderators    : 
>> Berlangganan  : 
>> Henti Langgan : 
> 
> 
> 
> --
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
> 
> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators    : 
> Berlangganan  : 
> Henti Langgan : 


--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : 
Berlangganan  : 
Henti Langgan : 


 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 



 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

 

Kirim email ke