Re: [bali] Re: terima kasihOf course, aku pun bingung kok bisa tiba tiba 
apartment di sana, mau berantem ama siapa lagi ya aku.... Anantara persis di 
pantai di seberang Gado Gado, ribut dan terus di minta untuk diam saja karena 
komunitas disana menyetujui.... padahal SSPK jelas menulis tentang 'skyline' 
concept kalau di pantai... tapi yang menyetujui siapa?  tokoh dan cipta karya 
tentunya.... aku rencana sedang mau tanya sama klian... kok ada apartement 
disana padahal program community learning center aku mau mulai di Umalas 
(Umalas Hijau), masa aku berantem terus sendiri???? Kalau ada teman yang mua 
ikut boleh juga....

Soal Loloan jelas lah, aku cuma fasilitator dan masyarakat yang minta, jadi 
tergantung dari kesatuannya mereka dan pada waktu itu berhasil untuk 
membentengi masyarakat dari pengaruh 'politikus' sekitar... jadi berhasil, tapi 
sampai dimana.. karena sekarang aku dengar mereka sedang mau bangun di tanah 
yang ada sertifikat hak milik... tapi mereka lupa bahwa permasalahan mereka itu 
satu paket... jadi kalau mau membangun di atas SHM yang bergadengan dengan SHGB 
yang bermasalah, ya mustinya itu dulu diselesaikan (dibatalkan sesuai dengan 
tuntutan masyarakat) na... baru deh membangun ...

Sekarang ini yang berkuasa Klian Dinas.... jadi kalau sudah tanda tangan SKTU 
kek, KTP kek, pendamping kek.... semua tinggal di tunggu saja di meja cipta 
karya pasti juga akan di tanda tangan apalagi kalau ada 'apa apa' nya....

Jadi, apa yang bisa kita lakukan? Aku sedang cari strategi, tapi pertama 
masyarakat harus paham dulu apa arti manfaat dan 'di kadalin' oleh investor... 

Wah, Popo, aku saja sudah panik mau pindah dari Umalas rasanya.... so maybe it 
is time.... program yang sudah aku gulirkan di Umalas, SD dan lingkungannya, 
komposting dengan PKK, kesehatan reproduksi... tapi seperti jauh sekali dari 
perubahan yang berarti... 

What to do?  Dulu masih kenceng kenceng nya 'melawan' dan memang manfaatnya 
juga bisa dirasakan sekarang... tapi masa 'melawan' terus sih....

vieb
  ----- Original Message ----- 
  From: Popo Danes 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, March 12, 2008 2:25 PM
  Subject: [bali] Re: terima kasih


  Kalau Bupati mendem pedagingan, Viebeke nyegara gunung
  Message-nya sama, jeg apang gawat ngenahne, sibuk dan kalau bisa sedikit 
banyak bikin ndeh, ha ha ha ha ......

  Vieb, kamu kan penjaga gawangnya Umalas, yang image kita ya dari teba ke 
teba, batan tiing, kandang sampi, dan tukad yang lebih banyak sampah plastik 
daripada airnya.
  Sekarang aku udah liat ada iklan apartment disana. Kayaknya bentar lagi 
Umalas jadi Kemang ya ?
  Nanti memedi disana harus ngungsi ke tempat yang lebih sintru lagi.
  Kenken ne Vieb ? Ada komentar ?





  On 3/11/08 12:16 PM, "Asana Viebeke Lengkong" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


    Yap, aku salah satunya yang kesel sekali karena nggak bisa datang karena 
sedang ada di atas gunung....

    tapi kata Popo bener setiap hari baca korang baca tentang kekerasan dan 
lawannya mendem pedagingan oleh Bupati.. jadi bingung juga bacanya.... tapi 
ketika ingat 'samadhi' mungkin kita harus menerima saja dengan hati dan pikiran 
terbuka tidak terbelenggu tapi berbuat sedikit dengan sedikit orang yang masih 
peduli....

    Aku juga nggak bisa telpon Po, nggak ada signal... jadi bisanya cuma misuh 
aja ke Popo... hehehe (katanya 'samadhi' hehe)

    sing perlu melajah akting Po.... sesai be akting kita semua ini lo...

    vieb

      ----- Original Message ----- 
      From: Popo Danes <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  
      To: [email protected] 
      Sent: Wednesday, March 12, 2008 7:04 AM
      Subject: [bali] Re: terima kasih

      Bli Wira,

      Salah satu yang menjadi tugas kami disini, adalah memperkenalkan 
asset-asset budaya Bali yang belum banyak diketahui masyarakat, anda adalah 
salah satu yang paling berharga yang perlu diketahui dan dikenal. Masak tiap 
hari baca koran di Bali headline-nya selalu tentang preman ini atau preman itu. 
Budayawan atau pekerja super kreatif seperti bli Wira kan lebih menyejukkan 
untuk diekspose, bahwa Bali masih berurusan dengan yang indah-indah, bukan 
kekerasan semata.

      Cuman, style kita memang selalu seperti itu, lebih suka audience yang 
kecil tapi berkualitas daripada audience yang besar tapi sing nawang kangin 
kauh. Sampai kemarin saya masih dapat beberapa telpon dari teman yang tidak 
sempat datang, menanyakan tentang acara itu. Tentang rencana bikin workshop 
untuk film rumahan, akan saya bahas lebih lanjut sama Herry dan Nyonyo, kedua 
orang ini juga semangat dengan gagasan itu. Paling tidak akan bikin kita lebih 
sering bertemu. 

      Tolong juga kasih tahu, kapan saya harus mulai belajar acting, ha ha ha 
ha ....

      Salam,
      pd








      On 3/10/08 7:10 PM, "wiranegara igp" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


        Pak Wis, Popo.
         
        Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk memamerkan/screening 
diskusi film saya di tempat anda berdua. Pertemuan semacam itu sangat membantu 
saya dalam pengayaan wawasan, pandangan dan pengalaman artistik yang sangat 
bermanfaat bagi kematangan saya dalam berkarya ke depan. Ucapan terima kasih 
juga saya ucapkan kepada teman2 yang hadir atas pujian, kritikan, saran, serta 
berbagai pandangan yang dapat menjadi bekal ke depan dalam membuat karya2 saya 
selanjutnya.
        Sekali lagi saya mengucapkan banyak tengkiu, matur sembah nuwun, hatur 
nuhun serta matur suksma atas kesempatan yang baik bagi saya di singaraja dan 
denpasar kemarin.
        Salam hangat,
        Wira







Kirim email ke