Ah, asal jangan Mbo Vieb. Tyang ndak setuju Mbo Vieb jadi Gebernur, nanti 
anak-anak siapa yang ngurus mancan Mbo sibuk ngiderin gumi.


Wah...wah....wah....., kalau wanitapun tidak punya kesempatan untuk jadi 
Gubernur, saya kira RA. Kartini ikut menangis melihat perjuanganya yang menjadi 
sia-sia!. Mengapa laki-laki atau Ayah tidak mulai mengambil alih tugas menjaga 
anak-anak?, Apakah menjaga anak itu hanya tugas Wanita?...Saya melihat kesan 
menjaga anak adalah pekerjaan yang tak punya arti ditengah-tengah masyarakat. 
Marilah kita saling membantu tugas-tugas mendidik anak, bukan jamannya lagi 
hanya Laki-laki bisa menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, 
tetapi Wanita juga mampu untuk itu, bahkan mampu sekaligus untuk mengurus rumah 
tangga. Lihatlah kaum wanita kita diBali, mereka ikut kesawah, mereka menguasai 
pasar-pasar dan mereka juga tidak meninggalkan tugasnya mengurus rumah tangga. 
Mampukah kita seperti mereka.........!!!!!!

Mari kita berikan support kepada kaum wanita kita agar mereka lebih maju dan 
berani mengambil tugas dan tanggung jawab yang lebih besar. Mbok Vieb...jangan 
mau kalah sama Hillary Clinton...!!!!!!
Contohnya di Jerman juga Kanzlerinnya Wanita si Angela Merkel, nah baru wanita 
yang memimpin pengangguran turun dari 5 Juta sampai  hampir 3 juta. Belum ada 
lali laki yang berhasil menangani masalah ini.
Coba ada 100 wanita yang seperti mbok Vieb ini diBali...............apa 
jadinya,..............saya....jadi bermimpi lagi....!!!!!!!

Salam
Th.Lengkey 
  ----- Original Message ----- 
  From: ngurah beni setiawan 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, May 02, 2008 2:52 AM
  Subject: [bali] Re: TIME - April 2008 on Clean Energy Myth


  Mbo Vieb,

  Betul mbo. Tyang hanya khawatir bahwa biofuel hanya menjadi kedok orang-orang 
teras untuk menunjukkan bahwa mereka peduli dengan alternatif energy. Di US 
sekarang petani lebih menyukaid menjual satu perlima panennya ke industri 
biofuel dibanding untuk pangan. Akhirnya pasokan pangan berkurang dan harga 
naik. Petani soybeans pun ikut-ikutan dengan beralih ke jagung karena tahu 
harganya tinggi.

  Brazil sudah kehilangan 300.000 hektar hutan hujan tropis dalam 6 bulan di 
2007, ini karena pengalihan fungsi hutan.

  Ini jelas-jelas ripple effect dari kampanye alternatif energy. Memang sulit, 
tetapi tyang lebih baik tetap force oil production dan perlahan-lahan mencari 
alternativ energy. Apa yang terjadi selama ini sepertinya serampangan dan 
berusaha dijadikan revolusi besar-besaran.

  Ya, akhirnya kita lebih mementingkan ngisi tangki kendaraan dibanding 
memikirkan pangan untuk perut kita.

  Jadi Gubernur? Itu cita-cita tyang sejak kecil mbo. Tapi mengutip kata-kata- 
bli popo ke tyang "it's not the right time to make a movement" kenten kocap.
  Sepertinya cita-cita itu tyang kubur aja dulu deh. Ingin menikmati menjadi 
penonton sembari nyrumput teh manis di pojokan.

  Mbo coba tawarin Pak De jadi gebernur. Kayaknya cocok Pak De jadi Gebernur. 
Atau Bli Popo? Ah, asal jangan Mbo Vieb. Tyang ndak setuju Mbo Vieb jadi 
Gebernur, nanti anak-anak siapa yang ngurus mancan Mbo sibuk ngiderin gumi.

  *Pak De, Bli Popo dan Mbo Vieb, namanya tyang pinjem hanya untuk tujuan 
mekedekan saja. Tidak lebih
   
  ngurah beni setiawan
  P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to



  ----- Original Message ----
  From: Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [email protected]
  Sent: Thursday, May 1, 2008 8:15:18 PM
  Subject: [bali] Re: TIME - April 2008 on Clean Energy Myth


  Eh Ben, mau jadi guberbur????? nggak ada duitnya, kalau jadi bupati baru 
banyak duitnya..... kalau mau lihat badung utara... wilayah plaga.... udah abis 
dibeli sama pejabat lama dan baru..... hehehe
    ----- Original Message ----- 
    From: ngurah beni setiawan 
    To: [email protected] 
    Cc: [EMAIL PROTECTED] 
    Sent: Thursday, May 01, 2008 4:00 PM
    Subject: [bali] TIME - April 2008 on Clean Energy Myth


    Om Suastiastu,



    Lama hanya penjadi pembaca pasif milis ini. Diskusi tentang calon 
independen menurut tyang sangat menarik.

    Akan tetapi, hari ini keasyikan membaca diskusi calon independen tyang agak 
terpinggirkan sedikit setelah mampir di toko majalah dan membeli TIME magazine 
yang biasanya tyang hanya melirik tabloid Bola.



    Ada yang menarik dari TIME edisi April. The Clean Energy Myth. Beberapa 
waktu yang lalu sering pula disinggung di milis tentang alternative energy. 
Terlebih kemarin setelah pidato khusus presiden SBY yang mengajak seluruh 
komponen bangsa ini untuk kembali ber-hemat energy terutama BBM mengingat harga 
minyak dunia yang menembus 120 USD/bbl. Harga ini hampiri 3 kali lipat 
dibanding ketika pemerintah menaikkan harga BBM sebelumnya.



    Apa yang disampaikan TIME edisi april ini mirip seperti posting tyang 
sebelumnya yang tyang ambil dari Cyber Kompas. Bahwa Biofuel sesungguhnya 
justru memperparah global warming dengan deforestation dan ditengarai sebagai 
penyebab krisis pangan dunia saat ini.



    Biofuel yang digunakan untuk mengisi tanki mobil SUV dengan etanol bisa 
digunakan untuk memberi makan manusia selama satu tahun. beberapa study 
menunjukkan bahwa biofuel justru memberikan dampak yang berlawanan dengan apa 
yang diharapkan. Investasi dunia untuk biofuel terus meningkat dari  $5 milyar 
pada 1995 menjadi $35 milyar pada 2005.



    Apa komentar semeton tentang hal ini? Sembari tyang melanjutkan membaca 
artikel menarik ini.



    Salam sejahtera,

    ngurah beni setiawan







----------------------------------------------------------------------------
    Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it 
now.


------------------------------------------------------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

Kirim email ke