Hallo pak ngurah dan pak wirata yang baik, saya kira usaha-usaha yang anda jelaskan diforum ini sangat membantu publik, tetapi ada hal yang saya ingin tambahkan terutama dalam pelaksanaan yang dilakukan secara menyeluruh. Maksud saya, maafkan jika saya kurang informasi. Apakah usaha Clean Energy seperti bio diesel malah justru mematikan kebutuhan pangan kita, yang jelas-jelas kebutuhan pangan kita masik porak poranda? Saya melihat berita khusus dari Haiti, begitu sedihnya jika semua orang lari panik mencari bahan pangan begitu juga di West Afrika dllnya.
Negara-negara yang memproduksi bio diesel di Eropa dan di Amerika pada umumnya mereka tidak kekurangan pangan, sehingga biodiesel dapat diproduksi secara aman tanpa akan takut kekurangan bahan pangan. Celakanya negara berkembang mau memproduksi biodiesel juga hanya karena melihat profit atau keuntungan saja. Apalagi kalau Indonesia terus mengubah lahannya untuk palm oil trees. Malah minyak gorengpun akan menjadi langka dipasar rakyat. Beberapa komentar sebelumnya mengingatkan kita untuk berpikir dua kali, jika kita ikut memproduksi bioenergy. Energy dari tenaga angin dan surya yang lelas-jelas tidak menggangu kebutuhan pangan kita sehari-hari akan lebih membantu mewujudkan Clean Energy. Salam Thomas Lengkey ----- Original Message ----- From: ngurah beni setiawan To: [email protected] Sent: Friday, May 02, 2008 3:09 AM Subject: [bali] Re: TIME - April 2008 on Clean Energy Myth Bli Wirata, Itu tyang sangat setuju. Atau tetap harus ada segmentasi pasar, ya untuk kendaraan - industri - kapal kecil - mesin kecil silahkan dibagi jenis bahan bakar apa yang harus dipakai. Tyang sangat awam dengan permesinan dan bahan bakar. Tapi yang terjadi sekarang seolah-olah akan ada revolusi yang ingin menggantikan fossil fuel dengan bioenergy. Ujung-ujungnya ya begini..hehehe... Kelapa sawit juga sebaiknya jangan Bli Wirata. Indonesia sendiri kabarnya telah mengubah begitu banyak lahan dijadikan palm oil trees untuk biodiesel. Malaysia pun melakukan hal sama. Ini sepertinya tidak terkendali. ngurah beni setiawan P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to ----- Original Message ---- From: Made Wirata <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, May 2, 2008 8:09:37 AM Subject: [bali] Re: TIME - April 2008 on Clean Energy Myth Kalo boleh komentar sedikit ttg biofuel, supaya tidak krisis pangan, gimana kalo bahan yang digunakan dibatasi misalnya hanya dari kelapa sawit, jarak pagar, bunga2an, sedangkan dari jagung, tebu, singkong ..ya jangan. Suksma Made Wirata -- Open WebMail Project (http://openwebmail.org) ---------- Original Message ----------- From: "Asana Viebeke Lengkong" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thu, 1 May 2008 21:14:25 +0800 Subject: [bali] Re: TIME - April 2008 on Clean Energy Myth > Hi Ben, > > Kalau biofuelnya pakai bahan pangan ya pastinya buat orang jadi kelaparan.... > kan sudah ada buktinya.... pangan naik secara global.... tapi tidak pernah > mempengaruhi para broker minyak mentah you know..... > > vieb > ----- Original Message ----- > From: ngurah beni setiawan > To: [email protected] > Cc: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, May 01, 2008 4:00 PM > Subject: [bali] TIME - April 2008 on Clean Energy Myth > > Om Suastiastu, > > Lama hanya penjadi pembaca pasif milis ini. Diskusi tentang calon independen > menurut tyang sangat menarik. > > Akan tetapi, hari ini keasyikan membaca diskusi calon independen tyang agak > terpinggirkan sedikit setelah mampir di toko majalah dan membeli TIME magazine > yang biasanya tyang hanya melirik tabloid Bola. > > Ada yang menarik dari TIME edisi April. The Clean Energy Myth. Beberapa > waktu yang lalu sering pula disinggung di milis tentang alternative energy. > Terlebih kemarin setelah pidato khusus presiden SBY yang mengajak seluruh > komponen bangsa ini untuk kembali ber-hemat energy terutama BBM mengingat > harga minyak dunia yang menembus 120 USD/bbl. Harga ini hampiri 3 kali lipat > dibanding ketika pemerintah menaikkan harga BBM sebelumnya. > > Apa yang disampaikan TIME edisi april ini mirip seperti posting tyang > sebelumnya yang tyang ambil dari Cyber Kompas. Bahwa Biofuel sesungguhnya > justru memperparah global warming dengan deforestation dan ditengarai sebagai > penyebab krisis pangan dunia saat ini. > > Biofuel yang digunakan untuk mengisi tanki mobil SUV dengan etanol bisa > digunakan untuk memberi makan manusia selama satu tahun. beberapa study > menunjukkan bahwa biofuel justru memberikan dampak yang berlawanan dengan apa > yang diharapkan. Investasi dunia untuk biofuel terus meningkat dari $5 milyar > pada 1995 menjadi $35 milyar pada 2005. > > Apa komentar semeton tentang hal ini? Sembari tyang melanjutkan membaca > artikel menarik ini. > > Salam sejahtera, > > ngurah beni setiawan > > ------------------------------------------------------------------------------ > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. ------- End of Original Message ------- -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> ------------------------------------------------------------------------------ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
