GELAR  WICARA  UDARA

"*MENGANTISIPASI & MENCEGAH KONFLIK AKAR RUMPUT DI BULELENG PADA PILGUB 2008
*"

Senin, 19 Mei 2008



KERJASAMA:

LP3B BULELENG, KESBANG LINMAS & RRI SINGARAJA



*1. Pendahuluan*

Acara dimulai jam 9.45. Wita oleh Moderator : I Gusti Bagus Mulyadi,SH.

Acara pertama adalah laporan dari Ketua LSM LP3B Buleleng, Gde Wisnaya
Wisna, sebagai penyelenggara Gelar Wicara Udara ini. Kemudian dilanjutkan
dengan Sambutan dari Kantor Kesbang & Linmas Kabupaten Buleleng, yang dalam
hal ini disampaikan oleh Kabid HAL, Bapak Drs. I Gusti Ketut Amerta Adi.



Setelah istirahat sejenak dengan lantunan lagu yang diputar oleh RRI
Singaraja, acara dilanjutkan oleh Moderator (I Gusti Bagus Mulyadi
Putra,SH).



Empat Narasumber menyampaikan pokok-pokok pikiran terkait tema yang dibahas.



*2. Pokok-pokok Pikiran yang disampaikan Ketua KPU Buleleng: Wayan Rideng,
SH, MH.*



Menurut Ketua KPU, bahwa beberapa tahapan Pilgub yang rawan konflik adalah :

·       Tahapan pemutakhiran data pemilih,

·       Tahapan Kampanye dan

·       Tahapan pencoblosan.



Ketiga tahapan tersebut perlu dicermati oleh masyarakat. Pada tahapan
pemutakhiran data, umumnya yang terjadi adalah : masyarakat  tidak / kurang
memperhatikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang ditempelkan di setiap
dusun/lingkungan. Ketika DPS telah ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap
(DPT), baru ada respon protes dari masyarakat yang belum masuk DPT. Kondisi
ini sering dipolitisir oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Bahkan sampai
pada tuntutan untuk menunda dan melaksanakan Pilkada Ulang.



Pada tahapan kampanye, kerawanan muncul saat para kandidat, tim relawan
maupun tim sukses mengumpulkan massa/konstituen mereka masing-masing.
Kondisi rawan juga bisa muncul ketika sejumlah konstituen berpindah dari
satu tempat ke tempat lainnya.



Pada tahapan pencoblosan, kerawanan terjadi pada hari-hari menjelang
pencoblosan. Bentuk kerawanan tersebut adalah adanya serangan fajar atau
money politics.





*3. Pokok-pokok pikiran yang disampaikan Ketua Panwas Pilgub Buleleng: Putu
Sugi Ardana, SH,MH:*



Menurut Ketua Panwas Pilgub, bahwa tugas dan wewenang adalah sbb:

·       Mengawasi semua tahapan penyelenggara pemilihan kepala daerah dan
wakil kepala daerah.

·       Menerima laporan pelanggaran peraturan per Undang-undangan pemilihan
kepala daerah dan wakil kepala daerah.

·       Menyelesaikan sengketa yang timbul dalam penyelenggaraan pemilihan
kepala daerah dan wakil kepala daerah.

·       Meneruskan temuan dan laporan yang tidak dapat diselesaikan kepada
instansi yang berwenang.

·       Mengatur hubungan koordinasi antar panitia pengawasan pada semua
tingkatan.



Sengketa selama Pilgub Bali  harus mendapatkan penanganan sesuai dengan
klasifikasi dan kualifikasi pelanggarannya.



Para pihak yang dapat terlibat dalam sengketa pemilihan terdiri dari
penyelenggara pemilu, pasangan calon dan / atau tim kampanye, partai politik
dan / atau gabungan partai politik, masyarakat, dan pemantau pemilihan.



Selain itu ada tatacara penanganan penyelesaian sengketa.

* *

* *

*4. Pokok-pokok pikiran yang disampaikan Dr. Gede Made Metera :*



Kehidupan sosial termasuk juga pelaksanaan pemilihan Gubernur merupakan
arena konflik yang yang tidak bisa dihindarkan. Walaupun demikian, konflik
tersebut perlu dikenali dan malahan perlu ditransformasikan dalam rangka
mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik.



Konflik juga tidak semata-mata berkonotasi negatif/destruktif, tetapi
melalui konflik dapat tercipta hal-hal positip.



Konflik dalam pemilu bisa saling silang. Pertama, konflik bisa terjadi antar
sesama kandidat. Kedua, konflik antar simpatisan kandidat. Ketiga, konflik
antar simpatisan kandidat tertentu dengan kandidat lawannya. Pemicu konflik
bisa bermacam-macam yang bisa dipilah menjadi masalah material dan
non-material.



Konflik destruktif kemungkinannya lebih tinggi terjadi pada konflik yang
melibatkan massa simpatisan. Ini yang biasa disebut konflik pada akar
rumput.



Kunci transformasi konflik dapat ditumpukan kepada para kandidat dan elite
pendukungnya, yang semuanya merupakan pemimpin.



Media massa juga memiliki peran penting dalam transformasi konflik dengan
memfasilitasi kandidat menyampaikan program-programnya. Juga menyampaikan
analisis dan berita yang menghindarkan konflik destruktif dan mendorong
transformasi konflik.





*5. Pokok-pokok pikiran Prof. Dr. Nengah Bawa Atmaja :*



Hajatan politik seperti Pilgub Bali dimaknai berbeda-beda oleh setiap
lapisan masyarakat. Pada lapisan masyarakat bawah/akar rumput, peristiwa
pemilu maupun pilkada dianggap sebagai kesempatan "ngalih gae", walaupun
mereka harus "ngutang gae". Artinya, masyarakat harus mendapatkan pamrih
dalam setiap keterlibatan mereka, baik karena dorongan diri sendiri maupun
akibat ajakan teman.



Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya pandangan masyarakat bawah seperti
itu a.l:

·       Ketidakoptimalan fungsi partai politik.

·       Budaya politik patrimonial.

·       Resistensi terhadap politik simbolis.

·       Ideologi pasar meluas, kesempatan kerja menyempit.

·       Gaya politik "nyegut tabia".



Kekerasan maupun kedamaian dalam perhelatan pilgub dapat juga berlatar
"ngutang gae" dan "ngalih gae" ini. Ada muatan ideology pasar, yakni massa
lapar akan pekerjaan dan lapar akan uang. Apapun yang tindakan yang
dilakukan oleh akar rumput, tidak bisa dilepaskan dari peran elit politik.
Sebab, elite politik memiliki modal financial, social dan cultural sehingga
mampu memenuhi harapan akar rumput. Elite politik sebagai actor yang
dibapakkan, sangat mempengaruhi perilaku politik pada basis akar rumput.



Dengan adanya kenyataan ini, maka cita-cita untuk mewujudkan Pilgub yang
damai atau terbebas dari kekerasan, tidak bisa dilepaskan tanggung jawab
elite politik, yakni calon Gubernur/Wakil Gubernur beserta tim suksesnya.



Pencapaian Pilgub yang terbebas dari kekerasan tidak sepenuhnya bergantung
pada elite politik, melainkan terkait pula dengan akar rumput. Jika akar
rumput sangat kuat terhipnotis oleh daya magis uang, maka pikiran dan
perasaan mereka akan tumpul, sehingga kemunculan kekerasan tidak dapat
dihindarkan.




-- 
Gde Wisnaya Wisna
Jl.Dewi Sartika Utara 32A
Singaraja-Bali
website : www.lp3b.com

Kirim email ke