Pak Ketut Astawa yang baik,

Saya agak tidak mengerti jalan pemikiran anda yang kurang realistis. 
Bagaimana jika Anda sebagai pemberi PINJAMAN, apakah anda tidak mengharapkan 
jika uang anda tidak akan melebih. Setidaknya uang itu bisa kembali utuh. 
Apakah anda akan mengatakan saya akan berikan begitu saja tanpa kontrol!!! 

Apakah kehidupan kita di Indonesia berbeda? Bank-Bank di Indonesia itu lebih 
Human dibandingkan di Luar Negeri?. Saya kira bukan itu permasalahannya.
Menurut saya... dan saya akan lebih dahulu mengoreksi diri dahulu. Apakan saya 
sudah siap untuk menerima bantuan dan bisa mengelola uang batuan itu sehingga 
saya bisa mandiri dan cepat mengembalikan uang bantuan itu? Dan kemudian apakah 
pemerintah juga memberikan infrastruktur yang baik sehingga saya bisa bersaing 
dengan pihak asing? apakah ada kemudahan didalam administrasi sehingga saya 
yang bodoh ini bisa dilindungi dan diberikan pencerahan.

Persoalan uang di Uni Eropa itu bukanlah persoalan primer kita di Indonesia. 
Pembayaran negara anggota di bayar dari rakyat setiap anggota (Uang pajak). 
Sebagai konpensasi setiap negara anggota akan menerima batuan sesuai dengan 
kebutuhannya. Mereka melihat semuanya ini untuk pertama-tama kestabilan politik 
dalam negeri Uni Eropa dan kemudian mengangkat niveau ekonomi negara anggota 
yang masih tertinggal. Lihat saja Spanyol dan Portugal yang dahulu sebagai 
negara miskin di Unieropa.

Kemudian soal Beasiswa untuk negara berkembang itukan bukan menjadi masalah 
kita. Besyukurlah kalau anda mendapat Beasiswa. Pertanyaannya nanti, bagaimana 
anda mempertanggungjawabkan fasilitas yang anda sudah terima, yang semuanya itu 
tentu dibayar dari uang rakyat?
Masih ingatkah sekitar tahun 1984 hampir lebih dari seratus mahasiswa yang 
dikirim ke Hamburg untuk dididik di Airbus dan sebagian di Telekom. Mana 
hasilnya? Malah PT. Nurtanio jadi bangkrut, siapa yang bayar semuanya itu?. 
Malah banyak dari mereka merasa lega jika ada uang tambahan yang lebih besar di 
bandingkan upah di Indonesia.

Pak Ketut Astawa mudah mudahan anda akan membuka diri sedikit dengan kenyataan. 
Masih ingatkah anda dengan keberhasilan Mahasiswa ITS-Surabaya yang membuat 
Mobil dengan tenaga Surya! Bahkan mereka berhasil sampai generasi ketiga. Mobil 
ini ada sekarang di halaman kampus ITS tak terawat dan berdebu!
Mereka yang dielu-elukan sebagai pahlawan Renewable Energy ini tak bisa 
berkembang sampai saat ini! Dimana kejelian Pemerintah kita?
Renewable Energy bisa berfungsi di Uni Eropa karena pemerintahnya membuat 
program yang menuntut industri dan konsumen untuk ikut bekerjasama.
Konsomenpun diberikan konpensasi dan bantuan keuangan contohnya di Jerman 
melalui Bank-Bank seperti bafa, kfw, nfr, bine, wk-Hamburg, arbeitsklimaschutz 
dllnya. 
Sehingga Industripun bisa maju karena konsumennya ada dan produknya bisa 
terjangkau.
Pertanyaan saya kepada pak Astawa jika anda kembali ke Indonesia apakah anda 
sebagai Alumni CREST mendapat dukungan dari pemerintah dan Industri? untuk 
mewujudkan impian anda? Sehingga kita bisa menikmati Renewable Energy?
Jadi jangan salahkan mereka yang datang kenegara kita untuk menjajakan barang 
dagangannya? Sebagai catatan sampingan, berapa Miliar US$ kita mendapat bantuan 
untuk Aceh dan Gempa Bumi di Jateng? Apakah hasilnya memuaskan semua pihak 
Korban?
 Sudah untung kita dibantu toh malah masih mencari kesalahan-kesalahan 
mereka!.... Malu...ah....ah.., Mari kita koreksi kesalahan kita dahulu!

Salam dan jangan cepat putus asa!

Thomas Lengkey (Germany)

  ----- Original Message ----- 
  From: Asana Viebeke Lengkong 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, June 19, 2008 2:44 PM
  Subject: [bali] Re: [bali-bali] Bank of Banks in Bali


  NAMANYA SAJA BANK... jadi semua ini juga harus di pahami oleh semua kalau mau 
berhubungan dengan BANK, ada yang tertolong banyak juga yang kena karena tidak 
paham risikonya.  TIDAK ADA YANG FREE DI DUNIA INI DAN PASTINYA TIDAK DARI 
SEBUAH BANK.

  Suatu hal yang perlu di pahami juga bahwa masyarakat kita sudah terbenam jauh 
dalam dunia UANG dan belum bisa berpikir lebih jauh dari pada itu.

  Fight ignorance!

  v
    ----- Original Message ----- 
    From: Ketut Astawa 
    To: [email protected] 
    Sent: Thursday, June 19, 2008 7:17 PM
    Subject: [bali] Re: [bali-bali] Bank of Banks in Bali


    Dear rekan Beni, dan semeton lain.

    Maka kehidupan akan betul2 dicontrol oleh pemberi PINJAMAN.

    Saya tdk tahu di USA, namun di negara2 Eropa (Eropa-commision)  banyak 
sekali uang yang tersedia maksudnya dana2 yg tersedia dari pembayaran seluruh 
negara anggota. dan itu akan diputar kembali utk mendapatkan profit yg lebih 
besar.

    misal menggaet semakin banyak student from abroad (mulanya tawaran beberapa 
scolarship, namun setelahnya diharapkan semakin tergantung dan semakin banyak 
student from abroad).
    - Banyak Research2 utk negara2 berkembang, namun seluruh staff, meterial, 
supervising harus dari negara anggota komisi ini, dan ini tidak gratis, pasti 
ada sisi yg harus bayar meskipun di cicil, yg akhirnya sangat mahal. Dan itu 
tdk mungkin diberi ke negara2 afrika yg tdk punya potensi alam.
    - Bantuan, pinjaman, dll
    dan masih banyak lagi.

    Contoh di bidang saya di renewable enrgy ini.
    Saat Stunami menghantam aceh, kita ikut buat stand alone solar cell, solar 
water pumping. dimana saat itu do Aceh tdk ada listrik dan semua alir asin. 
sehingga program2 spt ini sungguh ampuh. Nah seluruh dana yg didapat mutlah 
dari Eropean komision ini dan sebagian besar UN. Dana2 itu adalh bantuan yang 
angka2nya dicatat, ehm.. kalau ikhlas ya di sumbang dan tdk ada pamrih,. la 
wong ini jelas kok berapa pengeluarannya dan Eropa juga meminta ke UN,.. saya 
tdk tahu setelahnya (rantai ..permohonan uang dari UN..)

    juga saat ini banyak kerjasama, renewable energy dgn pakistan dan 
bangladesh.


    Jadi kembali ke ide Bank of Banks ini saya tdk yakin.

    Sejauh ini bagi saya system KOPERASI adalah yg terbaik, kalau kita lihat 
perusahaan2 besar di UK, & Eropa sebetulnya secara tdk sengaja mereka 
menerapkan konsep ini.
    contoh.
    HANSON PLC (perusahaan aspal, baja, beton dan semen terbesar di Dunia).
    menerapkan konsep kepemilikan saham oleh seluruh karyawan, 
konsekuensinya... seluruh staff bekerja lebih giat agar perusaan untung dan 
sahamnya akan naik juga, begitu pula setiap pejabatnya berlomba2 berprestasi.

    sehingga saat ini ketika HANSON dan Heidelberg join bersama (banyak 
project2 gedung olimpyade LONDON) semakin banyak lagi saham yg lepas ke 
karyawan, dan sekali lagi sebelum ke pasar stock, di beri prioritas karyawan 
utk mendapatnya.

    jadi kalau konsep KOPERASi diterapkan dalam setiap usaha, maka saya sangat 
yakin setiap anggota akan bekerja keras, dan juga korupsi akan mudah di hapus 
dan diawasi, sebab setiap anggota bisa dgn jelas melihat aliran dana dan 
keuntungan hasil usaha.


    ehm..demikian pandangan tyang,.. 
    silakan dilanjut rekan2 sekalian


    salam
    k astawa
    CREST (center renewable energy systemn and technology)
    Loughborough University
    UK



----------------------------------------------------------------------------
    From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of ngurah beni 
setiawan
    Sent: 19 June 2008 03:30
    To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
    Subject: [bali] Re: [bali-bali] Bank of Banks in Bali


    Mbo Vieb dan semeton lain...

    Kira-kira apa akibat dari hal ini ya?
    saya kok ga nangkep?

    mohon pencerahan...
     
    ngurah beni setiawan
    P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to



    ----- Original Message ----
    From: Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]>
    To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
    Sent: Wednesday, June 18, 2008 10:42:37 AM
    Subject: [bali-bali] Bank of Banks in Bali


    > The Oregonian
    > (USA) June 16, 2008
    > 
    > Portland-based Mercy Corps buying Indonesian bank to help poor
    > 
    > The humanitarian agency will start the Bank of Banks to help
    > Indonesian agencies provide insurance, mortgage finance,
    > remittance services and mobile banking
    > Monday, June 16, 2008
    > 
    > Richard Read The Oregonian Staff
    > 
    > Nonprofit Mercy Corps is buying a commercial bank in Bali,
    > Indonesia's tourist paradise, in a novel $33 million deal that
    > could move tens of millions of people out of poverty in the next
    > decade -- and create a new economic-developmen t model.
    > 
    > Using a $19.4 million grant from the Bill & Melinda Gates
    > Foundation, Mercy Corps will head a consortium to create
    > Indonesia's first microfinance wholesale bank -- provisionally
    > titled the "Bank of Banks," nicknamed BoB.
    > 
    > The deal, to be announced today, capitalizes on Mercy Corps'
    > experience with microfinance programs, which typically extend
    > small-business loans to people too poor to be served by regular
    > banks. It also propels the Portland-based relief-and-developm ent
    > organization to a new frontier where nonprofits, foundations,
    > government agencies and commercial entities collaborate to move
    > beyond handouts in less-developed nations.
    > 
    > Mercy Corps, with investment from an arm of the World Bank and a
    > Dutch fund, plans to convert a struggling Bali bank into an
    > institution that can help thousands of small microfinance
    > organizations attain stability and boost services. The Bank of
    > Banks will enable the Indonesian organizations to move beyond
    > offering microloans and savings accounts to provide insurance,
    > mortgage finance, remittance services and mobile banking.
    > 
    > The bank and supporting institutions aim to help 16 million
    > Indonesians build financial security by 2011, reaching them in
    > new ways, via cell phones, ATMs and the Internet. Mercy Corps
    > managers say that if successful, the strategy -- to be expanded
    > to the Philippines -- could help 45 million people permanently
    > move out of poverty during the next 10 years.
    > 
    > "Bank of Banks is expected to revolutionize the way microfinance
    > works in Indonesia and beyond," said Neal Keny-Guyer, chief
    > executive of Mercy Corps.
    > 
    > Biggest, first
    > 
    > The deal represents several firsts for Mercy Corps. The Gates
    > grant is the biggest it has received from the Seattle-based
    > foundation. While Gates has supported Mercy Corps
    > disaster-response initiatives, the foundation hadn't yet backed
    > one of the humanitarian organization' s non-emergency programs.
    > 
    > Mercy Corps has years of experience in microfinance, an approach
    > that became widely known when Bangladeshi banker Muhammad Yunus
    > and his Grameen Bank won the 2006 Nobel Peace Prize for their
    > grass-roots financial programs.
    > 
    > In 2001, Mercy Corps co-founded XacBank, a commercial bank in
    > Mongolia that extends financial services to yak herders and
    > others across one of the world's most sparsely populated
    > countries. Microfinance institutions started by Mercy Corps in
    > Kazakhstan, Kyrgyzstan and Tajikistan have disbursed $240
    > million in loans during 10 years to businesses and communities.
    > 
    > 
    > 
    > ------ End of Forwarded Message
    > 
    > 
    > Messages in this topic 
    ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
    Easily publish your photos to your Spaces with Photo Gallery.
    http://get.live. com/photogallery /overview



    __._,_.___ 
    Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic 
    Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar 
    MARKETPLACE

----------------------------------------------------------------------------
    Blockbuster is giving away a FREE trial of - Blockbuster Total Access. 
     
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format 
to Traditional 
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent Activity
      a..  9New Members
    Visit Your Group 
    New business?
    Get new customers.

    List your web site

    in Yahoo! Search.

    Real Food Group
    Share recipes

    and favorite meals

    w/ Real Food lovers.

    Everyday Wellness
    on Yahoo! Groups

    Find groups that will

    help you stay fit.
    . 
    __,_._,___ 

Kirim email ke