hai, kawan salam sejahtera
korupsi tidak kenal etnis/suku/ras atau dari bangsa apappun...., jadi nggak 
usah malu, kalau ada orang dengan nama depan gede, made, wayan dll juga ikutan 
ambil bagian dalam bisnis  dengan metode "prilaku tikus", ini  jaman edan, 
katanya  "ora  melok edan ora  keduman" jadi terpaksa  ikut2an gendeng biar 
dapat bagian, usia koruptor=usia  manusia, jadi  yang korupsi adalah 
manusianya, tidak ada hubungannya dengan  suku/ras/agama/bangsa dll. di jaman 
edan kita harus bijak, karena yang selamat hanya orang yang eling lan waspada, 
eling dengan ajaran agama yang kita yakini seperti hukum karma pala yang 
merupakan bagian dari panca srada (pilar keyakinan umat hindu), karena dijaman 
edan karma pala sangat "cicih" dalam artian jarang menunggu waktu....., ini 
adalah hukum alam yang tidak bisa kita hindari, mari kita sama-sama mulai lagi 
ke khaidah yang benar, di Bali kebanyakan umat hanya repot dengan tradisi dan 
eteg genengnya sampai lupa sama ajaran
 agama, sekali tempo mari kita kumpul untuk lakukan sarehan rohani untuk 
menyadarkan kita  akan pentingnya arti hidup....., agar tidak sia-sia.......
salam,
gede khobar

--- On Fri, 2/6/09, Gde Wisnaya Wisna <[email protected]> wrote:
From: Gde Wisnaya Wisna <[email protected]>
Subject: [bali] Re: nama baik
To: [email protected]
Date: Friday, February 6, 2009, 1:02 AM

Ada beberapa teman saya namanya Made Astawa, salah satu nya kerja di BPPT dan 
dosen di salah satu perguruan tinggi terkenal di Jakarta. Saya pernah juga 
membaca berita tentang penelitian fiktif tsb.


2009/2/6 Made Wirata <[email protected]>

Pak Gde Wis,



apa khabar?, kenal namanya Pak Made Astawa (Deputy I Kementrian Percepatan 
Pembangunan

Daerah Tertinggal)?. Saya merasa sedih/prihatin mendengarnya, Rekan-rekan saya 
di

kantor pada baca beritanya di koran. Beliaunya ditahan di Salemba karena diduga 
korupsi

400jt, dan berita ini nyebar dikantor saya, banyak rekan-rekan yang nanyain, 
jadi saya

merasa kurang enak. antara lain pertanyaannya : "Kenapa orang Bali yang 
dianggap paling

jujur kok juga kena kasus beginian?".



Saya pernah emil-an ke Beliau th lalu masalah perkembangan jarak pagar di 
Karangasem,

karena Pak Ida Bagus Labda sebagai ketua LSM dan DPRD disana yang membimbing 
masalah

perjarakan di Karangasem pernah complain, katanya dari PDT ada bantuan 3th 
kalau enggak

salah mulai th 2006 s/d 2008 (per th skitar 900jt), sering lenyap begitu saja 
(alias

jarang nyampe ke rakyat/ petani). Apa ini iya...?



Suksma

Made W







--

Open WebMail Project (http://openwebmail.org)





--

Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.



Publikasi     : http://www.lp3b.or.id

Arsip         : http://bali.lp3b.or.id

Moderators    : <mailto: [email protected]>

Berlangganan  : <mailto: [email protected]>

Henti Langgan : <mailto: [email protected]>




-- 
Gde Wisnaya Wisna
Jl.Dewi Sartika Utara 32A
Singaraja-Bali
website : www.lp3b.com




      

Kirim email ke