Setuju dengan Mbo vieb,
Saya jadi teringat kejadian bapak Achmad Ali,SH.
Beliau terkenal sangat tegas, disiplin,bersih, tulus dan
dgn reputasi raport tinta emas disetiap prestasinya,
bebrapa kali menjadi dosen teladan di Unhas, rumahnyapun
sungguh sederhana utk katagori spt kedudukan beliau, di
perumahan dosen Unhas (saya kebetulan sempat main kesana).
Saat beliau di usulkan jadi ketua MA. maka semua kalangan
sudah panik, namun tidak tahu terjadilah scenario beliau
terlibat korupsi RP.20J sehingga gugur mjd calon ketua MA.
Anehnya saat disidangkan tdk terbukti, dan nama baiknya
sudah dikembalikan,.. namun calon ketua MA sudah
hilang...sehingga para penyamun sudah bisa bernafas lega
kembali,...
salam
ketut astawa
(kebetulan saya memiliki nama yg hampir sama, semoga tetap
dilindungi oleh-Nya agar sesalu dijalan yg benar)
On Tue, 10 Feb 2009 10:59:22 +0800
"Asana Viebeke Lengkong" <[email protected]> wrote:
Orang Bali atau bukan orang Bali sama saja, kalau ada
kesempatan... yang pasti itu merupakan ujian kesadaran
kita manusia.
Tapi untuk kasus inipun bagi saya masih menjadi
pertanyaan besar, karena kalau cuma 400 juta mungkin saja
bukan di katagorikan korupsi dalam arti mengambil dana,
tapi mungkin secara berkelompok melakukan perbuatan
mengambil keputusan yang tidak di sadari atau diacuhkan
aturannya sehingga akhirnya mengakibatkan perbedaan dalam
buku yang berhubungan dengan pengelolaan dana.
bingung ah....
----- Original Message -----
From: R Susanto
To: [email protected]
Sent: Tuesday, February 10, 2009 9:48 AM
Subject: [bali] Bls: Re: nama baik
Semeton sekalian,
Ikut prihatin soal korupsi ...
Saya masih berharap IMAGe ORANG BALI yang JUJUR masih
TINGGI
Saya Percaya ITU!
Bahwa ada yang tesangkut, ya apa boleh buat ...
Mudah-mudahan itu hanya bagian terkecil! dan TIDAK
MENULAR
Salam,
r. susanto
------------------------------------------------------------------------------
Dari: Gde Wisnaya Wisna <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 9 Februari, 2009 14:55:42
Topik: [bali] Re: nama baik
Saya setuju dengan pendapat p Gede ini, banyak orang
bali yang piawai juga korupsi. Hanya orang luar bali yang
masih punya image bagus tentang orang bali, bahwa orang
bali dikenal kejujurannya. Saya sih tidak berdoa agar
image ini berubah, tetapi bahwa suatu saat akan terjadi
perubahan pandangan orang luar bali terhadap orang bali,
jika makin lama makin banyak orang bali yang tertangkap
karena korupsi. Tanggapi secara biasa-biasa saja.
salam
gde wisnaya
2009/2/6 suardana gede <[email protected]>
hai, kawan salam sejahtera
korupsi tidak kenal etnis/suku/ras atau dari
bangsa apappun...., jadi nggak usah malu, kalau ada orang
dengan nama depan gede, made, wayan dll juga ikutan ambil
bagian dalam bisnis dengan metode "prilaku tikus", ini
jaman edan, katanya "ora melok edan ora keduman" jadi
terpaksa ikut2an gendeng biar dapat bagian, usia
koruptor=usia manusia, jadi yang korupsi adalah
manusianya, tidak ada hubungannya dengan
suku/ras/agama/bangsa dll. di jaman edan kita harus
bijak, karena yang selamat hanya orang yang eling lan
waspada, eling dengan ajaran agama yang kita yakini
seperti hukum karma pala yang merupakan bagian dari panca
srada (pilar keyakinan umat hindu), karena dijaman edan
karma pala sangat "cicih" dalam artian jarang menunggu
waktu....., ini adalah hukum alam yang tidak bisa kita
hindari, mari kita sama-sama mulai lagi ke khaidah yang
benar, di Bali kebanyakan umat hanya repot dengan tradisi
dan eteg genengnya sampai lupa sama ajaran agama, sekali
tempo mari kita kumpul untuk lakukan sarehan rohani untuk
menyadarkan kita akan pentingnya arti hidup....., agar
tidak sia-sia.......
salam,
gede khobar
--- On Fri, 2/6/09, Gde Wisnaya Wisna
<[email protected]> wrote:
From: Gde Wisnaya Wisna
<[email protected]>
Subject: [bali] Re: nama baik
To: [email protected]
Date: Friday, February 6, 2009, 1:02 AM
Ada beberapa teman saya namanya Made Astawa,
salah satu nya kerja di BPPT dan dosen di salah satu
perguruan tinggi terkenal di Jakarta. Saya pernah juga
membaca berita tentang penelitian fiktif tsb.
2009/2/6 Made Wirata
<[email protected]>
Pak Gde Wis,
apa khabar?, kenal namanya Pak Made Astawa
(Deputy I Kementrian Percepatan Pembangunan
Daerah Tertinggal)?. Saya merasa
sedih/prihatin mendengarnya, Rekan-rekan saya di
kantor pada baca beritanya di koran.
Beliaunya ditahan di Salemba karena diduga korupsi
400jt, dan berita ini nyebar dikantor saya,
banyak rekan-rekan yang nanyain, jadi saya
merasa kurang enak. antara lain
pertanyaannya : "Kenapa orang Bali yang dianggap paling
jujur kok juga kena kasus beginian?".
Saya pernah emil-an ke Beliau th lalu
masalah perkembangan jarak pagar di Karangasem,
karena Pak Ida Bagus Labda sebagai ketua
LSM dan DPRD disana yang membimbing masalah
perjarakan di Karangasem pernah complain,
katanya dari PDT ada bantuan 3th kalau enggak
salah mulai th 2006 s/d 2008 (per th skitar
900jt), sering lenyap begitu saja (alias
jarang nyampe ke rakyat/ petani). Apa ini
iya...?
Suksma
Made W
--
Open WebMail Project
(http://openwebmail.org)
--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto:
[email protected]>
Berlangganan : <mailto:
[email protected]>
Henti Langgan : <mailto:
[email protected]>
--
Gde Wisnaya Wisna
Jl.Dewi Sartika Utara 32A
Singaraja-Bali
website : www.lp3b.com
--
Gde Wisnaya Wisna
Jl.Dewi Sartika Utara 32A
Singaraja-Bali
website : www.lp3b.com
------------------------------------------------------------------------------
Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox
3!
--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [email protected]>
Berlangganan : <mailto: [email protected]>
Henti Langgan : <mailto: [email protected]>