Orang Bali atau bukan orang Bali sama saja, kalau ada kesempatan... yang pasti 
itu merupakan ujian kesadaran kita manusia.

Tapi untuk kasus inipun bagi saya masih menjadi pertanyaan besar, karena kalau 
cuma 400 juta mungkin saja bukan di katagorikan korupsi dalam arti mengambil 
dana, tapi mungkin secara berkelompok melakukan perbuatan mengambil keputusan 
yang tidak di sadari  atau diacuhkan aturannya sehingga akhirnya mengakibatkan 
perbedaan dalam buku yang berhubungan dengan pengelolaan dana.

bingung ah.... 
  ----- Original Message ----- 
  From: R Susanto 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, February 10, 2009 9:48 AM
  Subject: [bali] Bls: Re: nama baik


  Semeton sekalian,

  Ikut prihatin soal korupsi ...
  Saya masih berharap IMAGe ORANG BALI yang JUJUR masih TINGGI
  Saya Percaya ITU!
  Bahwa ada yang tesangkut, ya apa boleh buat ...
  Mudah-mudahan itu hanya bagian terkecil! dan TIDAK MENULAR

  Salam,
  r. susanto




------------------------------------------------------------------------------
  Dari: Gde Wisnaya Wisna <[email protected]>
  Kepada: [email protected]
  Terkirim: Senin, 9 Februari, 2009 14:55:42
  Topik: [bali] Re: nama baik

  Saya setuju dengan pendapat p Gede ini, banyak orang bali yang piawai juga 
korupsi. Hanya orang luar bali yang masih punya image bagus tentang orang bali, 
bahwa orang bali dikenal kejujurannya. Saya sih tidak berdoa agar image ini 
berubah, tetapi bahwa suatu saat akan terjadi perubahan pandangan orang luar 
bali terhadap orang bali, jika makin lama makin banyak orang bali yang 
tertangkap karena korupsi. Tanggapi secara biasa-biasa saja.

  salam
  gde wisnaya


  2009/2/6 suardana gede <[email protected]>

          hai, kawan salam sejahtera
          korupsi tidak kenal etnis/suku/ras atau dari bangsa apappun...., jadi 
nggak usah malu, kalau ada orang dengan nama depan gede, made, wayan dll juga 
ikutan ambil bagian dalam bisnis  dengan metode "prilaku tikus", ini  jaman 
edan, katanya  "ora  melok edan ora  keduman" jadi terpaksa  ikut2an gendeng 
biar dapat bagian, usia koruptor=usia  manusia, jadi  yang korupsi adalah 
manusianya, tidak ada hubungannya dengan  suku/ras/agama/bangsa dll. di jaman 
edan kita harus bijak, karena yang selamat hanya orang yang eling lan waspada, 
eling dengan ajaran agama yang kita yakini seperti hukum karma pala yang 
merupakan bagian dari panca srada (pilar keyakinan umat hindu), karena dijaman 
edan karma pala sangat "cicih" dalam artian jarang menunggu waktu....., ini 
adalah hukum alam yang tidak bisa kita hindari, mari kita sama-sama mulai lagi 
ke khaidah yang benar, di Bali kebanyakan umat hanya repot dengan tradisi dan 
eteg genengnya sampai lupa sama ajaran agama, sekali tempo mari kita kumpul 
untuk lakukan sarehan rohani untuk menyadarkan kita  akan pentingnya arti 
hidup....., agar tidak sia-sia.......
          salam,
          gede khobar

          --- On Fri, 2/6/09, Gde Wisnaya Wisna <[email protected]> wrote:

            From: Gde Wisnaya Wisna <[email protected]>
            Subject: [bali] Re: nama baik
            To: [email protected]
            Date: Friday, February 6, 2009, 1:02 AM 



            Ada beberapa teman saya namanya Made Astawa, salah satu nya kerja 
di BPPT dan dosen di salah satu perguruan tinggi terkenal di Jakarta. Saya 
pernah juga membaca berita tentang penelitian fiktif tsb.


            2009/2/6 Made Wirata <[email protected]>

              Pak Gde Wis,

              apa khabar?, kenal namanya Pak Made Astawa (Deputy I Kementrian 
Percepatan Pembangunan
              Daerah Tertinggal)?. Saya merasa sedih/prihatin mendengarnya, 
Rekan-rekan saya di
              kantor pada baca beritanya di koran. Beliaunya ditahan di Salemba 
karena diduga korupsi
              400jt, dan berita ini nyebar dikantor saya, banyak rekan-rekan 
yang nanyain, jadi saya
              merasa kurang enak. antara lain pertanyaannya : "Kenapa orang 
Bali yang dianggap paling
              jujur kok juga kena kasus beginian?".

              Saya pernah emil-an ke Beliau th lalu masalah perkembangan jarak 
pagar di Karangasem,
              karena Pak Ida Bagus Labda sebagai ketua LSM dan DPRD disana yang 
membimbing masalah
              perjarakan di Karangasem pernah complain, katanya dari PDT ada 
bantuan 3th kalau enggak
              salah mulai th 2006 s/d 2008 (per th skitar 900jt), sering lenyap 
begitu saja (alias
              jarang nyampe ke rakyat/ petani). Apa ini iya...?

              Suksma
              Made W



              --
              Open WebMail Project (http://openwebmail.org)


              --
              Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

              Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
              Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
              Moderators    : <mailto: [email protected]>
              Berlangganan  : <mailto: [email protected]>
              Henti Langgan : <mailto: [email protected]>




            -- 
            Gde Wisnaya Wisna
            Jl.Dewi Sartika Utara 32A
            Singaraja-Bali
            website : www.lp3b.com
         





  -- 
  Gde Wisnaya Wisna
  Jl.Dewi Sartika Utara 32A
  Singaraja-Bali
  website : www.lp3b.com



------------------------------------------------------------------------------
  Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3!

Kirim email ke