Pak Wis Hari ini saya sudah mendapat konfirmasi dengan pak Gde Darna, saya akan ketemu dan mewawancara beliau 14 Agustus pagi. Saya kembali ke Dps 14 Agustus siang. Kalau belum sempat ketemu, kita ketemu bulan depan saat saya kembali lagi. Kalo pak Wis gak ketemu saya berharap sempat ketemu sama pak Bob. Suksma,
Salam, Wira 2009/8/12 Gde Wisnaya Wisna <[email protected]> > P.Wira, > > Kamis besok saya ke Karangasem, ada acara ngaben. Kalau ndak bermalam > disana, mungkin sekitar jam 10 malam saya baru kembali. Ada hari lain ? > > salam > gde wisnaya > > 2009/8/11 wiranegara igp <[email protected]> > > pak Wis, >> >> Saya 13 sore ke singaraja, kalau ada waktu kita ketemuan ya... >> >> Salam, >> Wira >> >> >> >> 2009/8/10 Gde Wisnaya Wisna <[email protected]> >> >> Adakah jenis tujuan wisata seperti ini di Bali ? Jika ada, tentu alangkah >>> bermanfaatnya untuk melengkapi tujuan2 wisata yang berguna. >>> >>> ---------- Forwarded message ---------- >>> From: Triharyo Soesilo <[email protected]> >>> Date: 2009/8/8 >>> Subject: [itb77] "Bisnis untuk merawat orang yang semakin tua" - Tanaman >>> obat-obatan untuk para pensiunan >>> To: [email protected] >>> >>> >>> Suasananya sungguh Asri, sama sekali tidak terlihat seperti sebuah >>> tempat dimana penelitian berbagai bibit tanaman dilakukan. Itulah kesan >>> pertama yang kita lihat, sewaktu melangkahkan kaki di “*Kuntum Nurseries >>> *”, yang dipimpin oleh Dr Ir Kennita L Soetardjo di Jalan raya Tajur >>> No. 291 Bogor (0251-8356 752), Handphone 0816888541. Beliau bermotto *“Back >>> to nature, no chemicals and friendly environment”.* >>> >>> * * >>> >>> Di sebuah kompleks dengan luas 3 Ha, Ibu Kennita mengembangkan >>> rumah-rumah hijau (“Green houses”) dan juga kebun-kebun pembibitan tanaman >>> yang diatur dengan luar biasa indahnya (lihat foto-foto). Kompleks ini >>> menghasilkan bibit tanaman obat, tanaman hias, tanaman buah-buahan pendek >>> dll untuk dijual ke banyak pelanggan. Di kompleks yang tertata rapih >>> tersebut, ada salon, spa, pijat refleksi, toko penjualan berbagai keperluan >>> hobby bercocok-tanam, tempat pemancingan, mushola, peternakan kambing, >>> restaurant, dan juga perkebunan sayur mayur serta buah-buahan seluas 2 Ha. >>> Bila kita membayar Rp 50.000, maka pengunjung diperbolehkan memetik >>> sayur-sayuran serta buah-buahan sepuasnya. >>> >>> Dengan memakai celana Blue jean, tertutup jilbab, berbaju putih lengan >>> panjang dan bertopi putih, Doktor yang berumur lebih dari 60 tahun (foto >>> dikanan), tampak tetap awet muda. Ia kemudian dengan fasih menceritakan >>> berbagai khasiat tanaman-tanaman obat yang bisa ditanam di sekitar rumah >>> kita. Beliau menceritakan tentang khasiat-khasiat : >>> >>> >>> >>> - Tanaman Sambiloto – “9 lembar daun ini per hari tidak akan sakit >>> jantung”, katanya** >>> - Tanaman Daun Dewa – obat penyembuh penyakit kanker** >>> - Tanaman Pegagan – obat penyembuh darah tinggi. ”minum daunnya dan >>> tinggalkan obat-obatan kimiawi”.** >>> - Tanaman Ki Tolod – untuk obat mata pencegah katarak** >>> - Tanaman Lidah buaya – yang ternyata mempunyai banyak khasiat** >>> - ......dan banyak lagi. ** >>> >>> >>> >>> Tanaman-tanaman tersebut dijual dengan harga bervariasi dari Rp 5.000 s/d >>> Rp 50.000. Saya baca di internet ternyata ada beberapa link yang memuat >>> daftar >>> tanaman obat dan khasiatnya <http://hotarticle.org/daftar-tanaman-obat/>. >>> Juga menurut koran Kompas, di Indonesia ada 9 ribu tanaman >>> obat<http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/05/24/10583574/9.ribu.tanaman.obat.masih.perlu.dikembangkan.>yang >>> masih bisa dikembangkan dan dimanfaatkan. >>> ** >>> >>> >>> >>> Kemudian saya tanya model bisnisnya. Dr Kennita selain menjual langsung >>> ke konsumen, Ia membina lebih dari 60 pengusaha di sekitar Bogor dan >>> Jakarta. Masing-masing pengusaha bermodal kira-kira Rp10 juta dengan luas >>> tanah tidak lebih dari 1000 m2. Dengan nilai uang tersebut, Ibu Kennita >>> memberikan bibit dan penyuluhan sampai tanaman-tanaman yang ia sarankan >>> tumbuh subur. Lalu, ibu Kennita membantu pemasaran dan juga ikut membeli >>> produknya bila sang pengusaha baru tersebut kesulitan mencari pembeli. Tapi >>> selama ini banyak pengusaha tanaman obat dan tanaman hias, yang terus >>> berkembang dan ”umumnya mereka menjadi mandiri dan tidak memerlukan bantuan >>> lagi”, kata beliau. Menurut ibu Kennita, saat ini terlihat adanya >>> kecenderungan (trend), semakin banyak para pensiunan yang ingin makan >>> makanan organik dan juga obat-obatan alami, karena biaya pengobatan yang >>> semakin mahal, terutama bila pensiunan tersebut menderita sakit. Persis >>> seperti tulisan saya >>> sebelumnya<http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=187> >>> . >>> >>> >>> >>> Setelah mengunjungi “Kuntum Nurseris”, cita-cita saya sangat sederhana, >>> yaitu mau menanam tanaman obat-obatan sakit jantung dan juga pencegah >>> tekanan darah tinggi untuk istri saya, di sekeliling rumah saya. >>> Mudah-mudahan istri saya bisa sembuh dengan memakai tanaman obat-obatan. >>> Sehingga tidak perlu lagi membeli obat-obatan apotik yang cukup mahal untuk >>> diminum setiap hari. Amien >>> >>> >>> >>> Demikian beberapa informasi dan mudah-mudahan bermanfaat, >>> >>> >>> >>> Salam >>> >>> Hengki >>> >>> >>> >>> -- >>> Gde Wisnaya Wisna >>> Jl.Dewi Sartika Utara 32A >>> Singaraja-Bali >>> website : www.lp3b.com >>> >> >> > > > -- > Gde Wisnaya Wisna > Jl.Dewi Sartika Utara 32A > Singaraja-Bali > website : www.lp3b.com >
