Pak wis ...trims atas email forwardnya...

kalo ada waktu tolong tel saya ...ada info baru yang ingin saya sampaikan, kl 
ada waktu mampir ke toko ty di lovina.

saya baru datang dari jakarta kemarin, habis nganter 2 candidate...1 dari 
karangasem..1 lagi dari kalibukbuk......

bisnis ini menarik sekali...

untuk lebih lanjut ....per telp aja




eka wismaya
your good friend
lovina (ekawizr studio 2)

--- On Tue, 8/11/09, wiranegara igp <[email protected]> wrote:

From: wiranegara igp <[email protected]>
Subject: [bali] Re: Fwd: [itb77] "Bisnis untuk merawat orang yang semakin tua"  
- Tanaman obat-obatan untuk para pensiunan
To: [email protected]
Date: Tuesday, August 11, 2009, 5:57 PM

pak Wis,

Saya 13 sore ke singaraja, kalau ada waktu kita ketemuan ya...

Salam,
Wira



2009/8/10 Gde Wisnaya Wisna <[email protected]>

Adakah jenis tujuan wisata seperti ini di Bali ? Jika ada, tentu alangkah 
bermanfaatnya untuk melengkapi tujuan2 wisata yang berguna.


---------- Forwarded message ----------
From: Triharyo Soesilo <[email protected]>


Date: 2009/8/8
Subject: [itb77] "Bisnis untuk merawat orang yang semakin tua" - Tanaman 
obat-obatan untuk para pensiunan
To: [email protected]


















Suasananya
sungguh Asri,  sama sekali tidak terlihat seperti sebuah tempat dimana 
penelitian
berbagai bibit tanaman dilakukan. Itulah kesan pertama yang kita lihat, sewaktu
melangkahkan kaki di “Kuntum Nurseries”,
yang dipimpin oleh Dr  Ir Kennita L Soetardjo di Jalan raya Tajur No. 291
Bogor (0251-8356 752), Handphone 0816888541. Beliau bermotto “Back to nature, 
no chemicals and friendly
environment”.

 

Di sebuah kompleks dengan luas 3 Ha, Ibu Kennita mengembangkan
rumah-rumah hijau (“Green houses”) dan juga kebun-kebun pembibitan
tanaman yang diatur dengan luar biasa indahnya (lihat foto-foto). Kompleks ini
menghasilkan bibit tanaman obat, tanaman hias, tanaman buah-buahan pendek dll
untuk dijual ke banyak pelanggan. Di kompleks yang tertata rapih tersebut, ada
salon, spa, pijat refleksi, toko penjualan berbagai keperluan hobby
bercocok-tanam, tempat pemancingan, mushola, peternakan kambing, restaurant,
dan juga perkebunan sayur mayur serta buah-buahan seluas 2 Ha. Bila kita
membayar Rp 50.000, maka pengunjung diperbolehkan memetik sayur-sayuran serta
buah-buahan sepuasnya.



Dengan memakai celana Blue jean, tertutup jilbab, berbaju putih lengan
panjang dan bertopi putih, Doktor yang berumur lebih dari 60 tahun (foto
dikanan), tampak tetap awet muda. Ia kemudian dengan fasih menceritakan
berbagai khasiat tanaman-tanaman obat yang bisa ditanam di sekitar rumah kita.
Beliau menceritakan tentang khasiat-khasiat :

 


 Tanaman
     Sambiloto – “9 lembar daun ini per hari tidak akan sakit
     jantung”, katanya
 Tanaman Daun
     Dewa – obat penyembuh penyakit kanker
 Tanaman
     Pegagan – obat penyembuh darah tinggi. ”minum daunnya dan
     tinggalkan obat-obatan kimiawi”.
 Tanaman Ki
     Tolod – untuk obat mata pencegah katarak
 Tanaman
     Lidah buaya – yang ternyata mempunyai banyak khasiat
 ......dan
     banyak lagi. 


 

Tanaman-tanaman tersebut dijual dengan harga
bervariasi dari Rp 5.000 s/d Rp 50.000. Saya baca di internet ternyata ada
beberapa link yang memuat daftar tanaman
obat dan khasiatnya. Juga menurut koran Kompas, di Indonesia ada 9 ribu tanaman 
obat
yang masih bisa dikembangkan dan dimanfaatkan.

 

Kemudian saya tanya model bisnisnya. Dr Kennita selain
menjual langsung ke konsumen, Ia membina lebih dari 60 pengusaha di sekitar
Bogor dan Jakarta. Masing-masing pengusaha bermodal kira-kira Rp10 juta dengan
luas tanah tidak lebih dari 1000 m2. Dengan nilai uang tersebut, Ibu Kennita
memberikan bibit dan penyuluhan sampai tanaman-tanaman yang ia sarankan tumbuh
subur. Lalu, ibu Kennita membantu pemasaran dan juga ikut membeli produknya
bila sang pengusaha baru tersebut kesulitan mencari pembeli. Tapi selama ini
banyak pengusaha tanaman obat dan tanaman hias, yang terus berkembang dan
”umumnya mereka menjadi mandiri dan tidak memerlukan bantuan lagi”,
kata beliau. Menurut ibu Kennita, saat ini terlihat adanya kecenderungan 
(trend),
semakin banyak para pensiunan yang ingin makan makanan organik dan juga
obat-obatan alami, karena biaya pengobatan yang semakin mahal, terutama bila
pensiunan tersebut menderita sakit. Persis
seperti tulisan saya sebelumnya.

 

Setelah mengunjungi “Kuntum Nurseris”,
cita-cita saya sangat sederhana, yaitu mau menanam tanaman obat-obatan sakit
jantung dan juga pencegah tekanan darah tinggi untuk istri saya, di sekeliling
rumah saya. Mudah-mudahan istri saya bisa sembuh dengan memakai tanaman 
obat-obatan.
Sehingga tidak perlu lagi membeli obat-obatan apotik yang cukup mahal untuk
diminum setiap hari. Amien

 

Demikian beberapa informasi dan mudah-mudahan
bermanfaat,

 

Salam

Hengki









-- 
Gde Wisnaya Wisna
Jl.Dewi Sartika Utara 32A
Singaraja-Bali
website : www.lp3b.com






      

Kirim email ke