Waka..ka.ka...ini Apalagi...?
Sekalian saja  pemerintah yang pegang kunci gemboknya terus kalau minta izin 
pipis bikin birokrasi yang berbelit-belit...he.he. 
Kasihan wanita, direndahkan terus martabatnya...!


 
Artana :
http://yanartana.com
  ----- Original Message ----- 
  From: putu ebo 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, April 06, 2008 11:24 AM
  Subject: [baliblogger] (Pemerintah makin aneh) CD dan Rok Pemijat di Jakarta 
Akan Digembok


  Memang lebih mudah dan menyenangkan ngurusin selangkangan dibandingkan 
mikirin perut rakyat
  kasian kalo mereka kebelet pipis

  
http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/04/08411830/cd.dan.rok.pemijat.di.jakarta.akan.digembok



  CD dan Rok Pemijat di Jakarta Akan Digembok

  Jumat, 4 April 2008 | 08:41 WIB
  JAKARTA, JUMAT-Dinas Pariwisata DKI tengah mempertimbangkan untuk melakukan 
ketentuan menggembok celana dalam (CD) maupun rok cewek pekerja panti pijat. 
Cara ini dipandang bisa menghapus citra buruk panti pijat sebagai sarang 
esek-esek atau ajang bisnis prostitusi terselubung.

  Kewajiban menggembok CD maupun rok cewek pemijat di panti pijat sudah 
diberlakukan di Kota Batu, Jawa timur. Bukan tak mungkin, dalam waktu dekat 
Pemprov DKI mengadopsi ketentuan ini.

  Kepala Subdinas Penelitian dan Pengembangan Dinas Pariwisata DKI, Made Karya, 
mengatakan langkah Pemkot Batu menerapkan aturan menggembok celana dalam cewek 
pemijat akan dijadikan masukan. Dinas Pariwisata DKI, dalam waktu dekat, akan 
menjajaki kemungkinan kebijakan Pemkot Batu itu diadopsi di Jakarta.

  "Kebijakan Pemkot Batu tersebut menarik. Upaya seperti yang dilakukan Pemkot 
Batu perlu pembahasan khusus. Kalau ini memang jalan terbaik kenapa tidak 
dilakukan," ujar Made Karya saat dihubungi Warta Kota, Kamis (3/4) malam.

  Menyimpang

  Sementar itu, Made Karya mengakui sejumlah panti pijat di Jakarta menjalankan 
praktek esek-esek di balik kedok pijat kebugaran. Hal ini, katanya, membawa 
imbas bagi panti-panti yang murni menjalakankan bisnis pijat kesehatan karena 
ikut dicap melakukan praktik esek-esek.

  "Bentuk penyimpangan ini sebenarnya lebih disebabkan faktor nurani para 
pekerja dan tamu panti tersebut. Kalau nurani mereka bagus, tentu tidak akan 
melakukan praktik menyimpang," tutur Made.

  Menurut berbagai aturan, sebenarnya telah dikeluarkan Pemprov DKI untuk 
mencegah hal itu. "Mungkin karena keterbatasan personel, pengawasan dan 
penegakan aturannya menjadi tidak maksimal," paparnya.

  Dia mengatakan, ide menggembok celana dalam dan rok para pemijat bisa menjadi 
jawaban untuk mengeatasi praktik esek-esek. "Seperti penggunaan mesin absen 
sidik jari di kantor-kantor pemerintahan, hal ini terbukti bisa mengurangi 
tindakan membolos," katanya.

  Made menuturkan, jika penggunaan gembok sukses diberlakukan di Kota Batu, 
tidak tertutup kemungkinan kebijakan tersebut akan diikuti Pemprov DKIT. "Atau 
kalau perlu dicari formula lainnya. Bisa dengan alat lain yang esensinya bisa 
mengurangi penyimpangan fungsi panti pijat," katanya.

  Oleh karena itu, kata Made, pihaknya akan segera membahas lebih lanjut wacana 
memasang gembok bagi cewek pemijat tersebut. (Warta Kota/Tos)


  -- 
  may peace prevail on earth
  visit my world: http://pocastella.org

  Nemu di kaskus: suasana kantor google http://kaskus.us/showthread.php?t=815294


   

Kirim email ke