paste lagi..
Ketika Mas Roy Menguping…<http://diditho.net/2008/04/07/ketika-mas-roy-menguping/> Jumat,04 April 2008, sekitar pukul 11 malam lebih ketika saya baru saja selesai melakukan *setting* sepeda untuk offroad di hambalang<http://diditho.net/2007/03/20/terlalu-semangat-hambalangpun-jadi/>keesokan paginya, tiba-tiba terdengar nada sms. Nomor sms yang tidak saya kenal ini berinisial "Roy" pada bagian akhir pesan. Roy Suryo <http://id.wikipedia.org/wiki/Roy_Suryo> ? hemmm…. Berdasar arsip milis Jurnalisme <http://groups.yahoo.com/group/jurnalisme>(31 Maret 2008 ;09:36 pm ; Message #28859) yang saya ikuti, sepertinya benar ini nomer miliknya. CMIIIW. >From :+628112828xx To :*me* Date :04/04/2008 Time :23:33:23 *Mas Diditho yg -meski saya belum kenal- tapi saya tetap berusaha hormati, karena saya anggap mas belum mengerti dan hanya menerima informasi sepihak.Sebaiknya mas cermat dan hati2 dalam menulis (meski itu di milis internal kantor) karena tulisan2 mas sudah saya saved dan -sesuai UU-ITE- ada konsekuensi hukumnya. Kalau saya Asbun, tentu tidak akan dipercaya sampai sejauh ini selaku Dewan Pakar UU-ITE, Pusident Mabes Polri, BNN, bahkan Arsip Nasional. (Roy). * >From :*me* To :+628112828xx Date :04/04/2008 Time :23:53:26 *mas roy, sms anda juga sudah saya simpan. Bila statement anda benar, nggak terbayang, betapa anda sudah melanggar privasi saya dan kantor tempat saya bekerja, dengan menguping milis internal kantor yang tertutup. Anda sama saja dengan cracker.* >From :+628112828xx To :*me* Date :04/04/2008 Time :23:54:55 *Meski itu hak pribadi Sdr. Didit ([EMAIL PROTECTED]), tetapi tindakannya menebar issue yg tidak benar di Kompas, adalah bukan sifat seorang Jurnalis yg baik.* >From :+628112828xx To :*me* Date :05/04/2008 Time :00:01:12 *Terimakasih. SMS saudara juga sudah saya saved, sangat naif sekali bila menganggap di milis bisa seenaknya menebar fitnah dan issue tanpa crosscheck … :-).* >From :*me* To :+628112828xx Date :05/04/2008 Time :00:01:28 *Saya bukan jurnalis! ..jelas anda asbun! Sudah malam saya mau tidur.* >From :+628112828xx To :*me* Date :05/04/2008 Time :00:23:23 *Ya, karena anda di bagian Bisnis dan berkantor di Gajah Mada, tidak sempat mengikuti Pelatihan Etika Jurnalistik seperti rekan2 di Palmerah. Selamat tidur [image: :-)] * >From :*me* To :+628112828xx Date :05/04/2008 Time :00:28:18 *anda asbun 2x…, saya berkantor di palmerah! Dan memang saya tidak mendapat pelatihan etika jurnalistik karena saya bukan wartawan. saya jadi terbangun gara2 sms nggak penting ini…* >From :+628112828xx To :*me* Date :05/04/2008 Time :00:53:05 *Gotcha …! Ha-3x, memang mungkin SMS ini tidak penting bagi saudara pribadi, tetapi cukup penting untuk Kompas perlu mengetahui ulah salah seorang Karyawannya.* >From :*me* To :+628112828xx Date :05/04/2008 Time :00:28:18 *Jelas ulah saya diketahui wong saya menulis di milis internal! plus,besok semua percakapan ini akan saya posting di milis internal kompas dan blog saya. anda benar2 mengganggu waktu tidur saya dan ISTRI saya yg sedang MENGANDUNG!. nomer ini tetap aktif untuk hal emergency saja.* Tidak tega karena istri terus terbangun, Akhirnya telepon selular saya set ke *offline*. walapun tidak bisa menerima panggilan tapi masih bisa memiliki fungsi alarm untuk membangunkan saya jam 4:30 utuk memulai aktifitas bersepeda. … Sekitar pukul 6 pagi lebih, sebelum melumat tanjakan pertama di hambalang bersama dodi dan fami, telepon selular saya set ke *online* lagi. dan berikut pesan pertama yang masuk… >From :+628112828xx To :*me* Date :05/04/2008 Time :06:15:05 *Silahkan … [image: :-)] Semoga posting saudara besok ada tanggapan, tidak seperti sebelumnya kemarin yg 'dicuekin' saja. Semoga juga Putra saudara jadi Anak Sholeh …* Dugaan saya, mas Roy ini telah membaca *posting* saya di milis internal KOMPAS yang hanya ditujukan untuk kalangan terbatas saja. Milis Internal ini menggunakan layanan dari Yahoo dan diperuntukkan bagi seluruh karyawan KOMPAS untuk berkomunikasi. Selain informasi biasa, milis tersebut juga biasa digunakan sebagai salah satu kanal untuk melontarkan berbagai macam kritik. Isi posting sebagai berikut: *A*da *A*pa *D*engan *R*oy *S*uryo (AADRS)..?? narasumber asbun gini kok sering dikutip sih..? blogger dan hacker .. jauh banget bedanya. masa sih nggak ada yang lebih kompeten jadi nara sumber? onno w purbo maybe..??? http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.25.16513265&channel=1&mn=1&idx=1 segi positifnya sih.. hit ke kcm jadi tinggi… soalnya thread diatas jadi banyolah di milis-milis teknologi.. – br, didit Saya tidak yakin bila mas Roy pribadi mampu membobol pengamanan layanan milis Yahoo. Kalaupun iya, bukankah mas Roy telah masuk ke "rumah" orang lain tanpa permisi ? Saya menduga mas Roy mendapatkan email "*forward*" dari salah satu anggota milis. Diketahuinya nomer hp, divisi, lokasi saya bekerja, dan anggapan posting saya tidak ditanggapi di milis internal, semakin menguatkan dugaan saya bila info yang didapat berasal dari person internal. Menyimpang sedikit….Kejadian ini juga memberi gambaran bahwa bocornya informasi korporasi bukan hanya melalui metode cracking tapi juga oleh *socio engineering*. dalam hal ini melalui person karyawan. *Socio-engineering is a new research field exploring the relation and interaction between technologies and human life.* kembali ke sms mas roy… IMO, pesan singkat dari mas roy (pesan pertama) sangat intimidatif tapi ngawur. Opini yang terbentuk mengenai kemampuan mas Roy sebagai pakar (bukan personal) berasal dari statement anda sendiri di media massa (KCM<http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.25.16513265&channel=1&mn=1&idx=1>), bukan dari informasi sepihak seperti yang anda tuduhkan. Kritik akan berita merupaan hal yang biasa di milis internal KOMPAS. Isi berita, pemilihan kata, pemilihan narasumber ataupun salah ketik merupakan salah satu dudut saja. *Fyi*, tidak ada kewajian membalas kritikan tersebut, dan bisa jadi hanya jadi posting lewat saja. Herannya, yang rajin membalas (pribadi pula, saya merasa tersanjung…) ternyata person yang hanya menguping dan tidak punya hak akses. Br, didit http://diditho.net/2008/04/07/ketika-mas-roy-menguping/ Note: sesuai janji saya , posting ini akan saya kirim ke milis internal dan blog pribadi. Plus, akan saya kirimkan juga ke milis Teknologia,Jurnalisme dan Mediacare. update: 07 April 2008 14:35 milis untuk cek no hp mas roy seharusnya *Jurnalisme *<http://groups.yahoo.com/group/jurnalisme/message/28859>bukan jurnalism On Tue, Apr 8, 2008 at 12:47 PM, Made Suryawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Btw, ini juga ada satu lagi nih. Sekedar sharing sama rekan2 sekalian. > > Saya sih no comment, takut ntar milis ini ada yang nguping juga! Hihihi… > Kalau sudah tau abaikan saja ya! :D > > > > http://diditho.net/2008/04/07/ketika-mas-roy-menguping/ > > > > -*imsuryawan*- > > http://imsuryawan.net > ------------------------------ > > *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On > Behalf Of *Made Suryawan > *Sent:* Tuesday, 8 April 2008 12:39 PM > *To:* [email protected] > *Subject:* RE: [baliblogger] Re: Cyber law worries bloggers > > > > Cuman meneruskan saja, kalau sudah ada yang posting duluan, ya abaikan > saja. Ni hasil diskusi blogger sama Menkominfo. > > > > > http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/08/time/092059/idnews/919934/idkanal/398 > > > > *-imsuryawan-* > > http://imsuryawan.net > > > ------------------------------ > > *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On > Behalf Of *siapa_heru > *Sent:* Tuesday, 8 April 2008 12:01 PM > *To:* [email protected] > *Subject:* [baliblogger] Re: Cyber law worries bloggers > > > > tentang UU ITE, kalo ada yang keberatan > ntar kalo udah masuk lembaran negara > silahkan judicial review. > > heru > http://kataheru.com > > --- In [email protected] <baliblogger%40yahoogroups.com>, > antonemus <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > semeton belogger yth, > > > > meneruskan saja berita di bawah ini. begitulah memang. UU ITE, > pemblokiran > > YouTube, dst. Kata Win, ini tanda2 zaman kegelapan di Indonesia. > Waspadalah, > > waspadalah! *kayak Bung api. hihihi* > > > > -- > > > > Cyber law worries bloggers > > > > Tifa Asrianti , The Jakarta Post , Jakarta | Mon, 04/07/2008 > 11:16 AM > > | Headlines > > > > In a meeting organized by the British Council on Friday, bloggers > expressed > > concerns the new law on electronic information and transaction could > make > > them susceptible to charges of defamation. > > > > Blogger Enda Nasution said bloggers were being more careful now as > the law > > opened up possibilities of prosecution for providing "sensitive" content > > about public figures and certain issues on their sites. > > > > "Bloggers can get in trouble by just linking to a website containing > > defamation. In an indirect way, the law bans freedom of expression," > Enda > > said. > > > > After two years of deliberation, the House of Representatives passed the > > Electronic Information and Transaction Law last month, which prohibits > > citizens from distributing slander in any electronic format. > Perpetrators > > can get a maximum of six years in prison or a fine of Rp 1 billion > > (US$107,526). > > > > The law also prohibits any kind of pornography, gambling, blackmail, > lies, > > threats and racist comments. > > > > Another blogger, Wicaksono, said the blogosphere could not be > separated from > > opinions. Therefore, there would always be people who liked or > disliked the > > content and the government should not levy criminal charges against > people > > based on subjective judgments. > > > > "In developed countries, the government lets the communities make > > regulations to organize themselves. Besides, in other countries, > libel is no > > longer a criminal matter but a civil matter," Wicaksono said. > > > > He said it was bloggers themselves who should make a regulation on > > expression. > > > > Blogger Raditya Dika said he recently deleted two posts after > friends warned > > him about the defamation articles in the cyber law. One of the posts > he took > > off was a parody of a local election containing deformed photos of the > > running candidates. > > > > "Even if no cyber law existed, bloggers should always be careful > what they > > say in their blogs because it may offend other people's feelings," > he said. > > > > Asmara Letizia said that no law was supposed to regulate how people > > expressed opinions. > > > > "So far, I haven't deleted anything I have posted in my blogs. I > believe we > > have to be responsible and consistent on what we have said. We can still > > protest other people as long as we can do it in an unoffending way," she > > said. > > > > "I think the government should pay more attention to copyright issues > > because there are cases in which people take blog content from blogs > but do > > not attribute the authors." > > > > - > > anton | http://rumahtulisan.com > > > > >

