> Sebabnya antara lain, sering anak kalau diajak pergi ke rumah orang lain,
> selalu diberi pesan: "Kamu nanti kalau di rumah tante jangan begini,
jangan
> begitu." atau "Jangan bikin malu papa dan mama." Atau.... bisa juga dari
> pengalaman sebelumnya ketika si anak diajak pergi ke rumah orang lain,
dia
> sering dimarahi akibat ulahnya yang dianggap "nakal" oleh orangtuanya.
> Misalnya: "Hayo, jangan lari-lari! Jangan ini dan jangan itu." Ini
membuat
> kepercayaan diri anak menurun. Dia menjadi ragu-ragu dengan apa yang
boleh
> dilakukannya. Dan ini membuat dia menjadi kurang percaya diri atau rendah
> diri yang membuat dia akhirnya bersikap regresif (menarik diri).
> 

dst deleted

Terima kasih atas masukan dari Bapak Nur Agustinus. Tapi perlu saya
informasikan juga bahwa hal-hal yang Anda paparkan mengenai sebab-sebab
anak minder kayaknya tidak terjadi dengan anak teman saya itu. Dia kan
masih 1 1/2 tahun, jadi memang tidak pernah (dan belum ngerti) dibilangin
"Jangan ini dan jangan itu". Lalu soal membangga-banggakan, keliatannya sih
ngga juga. 

Yang saya amati adalahh bahwa anak tersebut daya adaptasi terhadap
lingkungan luarnya tuh agak lambat. Jadi dia butuh waktu lama untuk merasa
"in" di suatu lingkungan baru, yang menurut perasaan saya dan mamanya -
yang mungkin salah - agak terlalu lama. Kemarin itu waktu di pesta ultah,
kira-kira sesudah satu jam dia baru mau jalan sendiri mendekati seorang
anak bayi lain. Sedangkan saya liat ada anak lain yang seumur dia, begitu
datang langsung dengan riang gembira melemparkan bola dan mengajak org -org
dewasa di sekitarnya bicara.  
Sebelum satu jam berlalu dia cuma mau jalan ke tempat yang tidak orang lain
di situ. Bahkan pada saat dia duduk di sebelah ayahnya dan ada seorang anak
lain duduk di situ juga (anak ini tidak menyapa dan tidka melakukan apa-apa
terhadapnya) lalu langsung saja anak teman saya itu memalingkan muka dan
memegang ayahnya erat-erat. Pada pandangan saya, hal ini sudah kelewatan. 

Anehnya lagi, kalau dia diajak ke supermarket, dia senang sekali dan tidak
menampakkan sifat pemalu di atas. Mungkin karena orang-orang di supermarket
tidak ada yang menyapanya. Dia bisa dengan riangnya berceloteh. Dan juga
anak ini tidak menolak jika akan diajak pergi, malah cenderung sangat
excited jika sudah diganti bajunya dan dipakaikan sepatu. Tapi begitu
sampai di rumah org lain, langsung ngga mau jalan dan nempel terus sambil
memalingkan muka. 

Apakah over protection dari ayahnya bisa berpengaruh terhadap sifat pemalu
ini? 
Saya liat dia agak dimanjakan oleh ayahnya.

Mohon komentarnya lagi Pak Nur.... trims sebelumnya.

Lily  

Himbauan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang !

---------------------------------------------------------------------
"Milis Bagi Orangtua Yang Menyayangi Balitanya"
To subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Kirim email ke