Barangkali beberapa saran di bawah ini dapat dijadikan bahan masukan :
1. Sering-sering membawa anak bermain di taman-taman bermain, agar
mereka belajar berkenalan dengan teman-teman yang sebaya tetapi yang bukan
teman-teman mereka yang selalu bertemu di sekolah setiap hari.
2. Dorong keinginan mereka untuk menjadi ingin tahu tentang apa yang
ada di sekitar mereka. Barangkali melihat bentuk pohon terpotong (seperti
yang ada di SOGO Plaza Indonesia), atau melihat bentuk-bentuk aneh yang
tidak umum. Agar timbul rasa keingintahuan mereka.
3. Perkenalkan mereka pada alam. Meski pun tidak harus ke tempat yang
jauh sekali pun, tetapi berjalan di sekitar danau (Situ) Lembang di Jl
Lembang Jakarta, Taman Surapati, atau sekadar duduk-duduk di pinggir kebun
teh ke arah Puncak. Rasa dekat dengan alam mungkin memberi kesegaran jiwani
kepada mereka, sehingga mereka menjadi lebih berani mengenali lingkungannya.
4. Berilah "PS" (bukan PR) berupa sebuah bujukan seperti : "Coba
tanyakan pada Ibu Guru ananda di sekolah, bagaimana sikap Bu Guru waktu
kecil tehadap teman-temannya atau terhadap kedua orangtuanya". Dengan
begitu sang anak akan mencari jawaban dari Ibu Gurunya sendiri.
5. Jangan membiasakan anak dengan pemberian yang terlalu sering atau
dengan cara seperti bertanya : "Ananda ingin apa, nanti ayah belikan". Ini
akan mendidik anak ke arah pengertian bahwa dia boleh meminta sesukanya.
Ini juga menghindarkan orangtua dari keadaan yang sulit jika sang anak
menginginkan sesuatu yang di luar kemampuan orangtua.
6. Sering-seringlah mengajak bicara kepada mereka tentang masa depan
bahwa sang anak harus berani mengenal siapa di sekitar kita dan untuk apa
kita hidup di dunia (ini menyangkut masalah keTuhanan).
7. Yang penting juga adalah bahwa orangtua harus memberi contoh di
hadapan anak, seperti bertanya kepada polantas ke arah mana kalau hendak ke
Bekasi misalnya, dll. Sehingga sang anak akan merasa tidak perlu malu, meski
pun itu hanya sekadar bertanya "ini jam berapa" kepada orang lain. Pada
tahap lainnya orangtua hendaknya mulai memberi contoh kepada siapa kita
harus bertanya, seperti bertanya kepada tukang servis jam tangan di pinggir
Jl Urip Sumohardjo : "Pak, kalau mau ke Tangerang naik bis apa?"
Salam,
EKO SUJITNO
-----Original Message-----
From: Diana Nova (GSK) [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, November 19, 1998 8:53 AM
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: RE: [balita-anda] Anak Pemalu
Tentang anak yang pemalu, mungkin sebenarnya bukan sifat asli anak
tersebut.
Kadang mood juga sangat berpengaruh. Biasanya anak saya kalau tidur
siangnya terganggu atau mau tidur tidak bisa karena terlalu ramai,
bisa
membuat anak saya menjadi uring-uringan dan selalu mau dekat atau
digendong saya atau papanya. Padahal anak saya termasuk anak yang
berani dan mandiri.
Jadi kalau menurut saya, biarkan anak itu menikmati sekelilingnya
tanpa
harus dipaksa untuk tersenyum, menyapa orang lain atau menyuruhnya
jalan
sendiri, karena akan menyebabkan si anak tambah uring-uringan.
Biasanya kalau dia sudah selesai melihat lihat keadaan, barulah dia
mulai nyaman untuk berbuat seperti biasanya.
> -----Original Message-----
> From: Lily [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Thursday, November 19, 1998 5:47 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [balita-anda] Anak Pemalu
>
>
>
>
> > Sebabnya antara lain, sering anak kalau diajak pergi ke rumah
orang
> lain,
> > selalu diberi pesan: "Kamu nanti kalau di rumah tante jangan
begini,
> jangan
> > begitu." atau "Jangan bikin malu papa dan mama." Atau.... bisa
juga
> dari
> > pengalaman sebelumnya ketika si anak diajak pergi ke rumah orang
> lain,
> dia
> > sering dimarahi akibat ulahnya yang dianggap "nakal" oleh
> orangtuanya.
> > Misalnya: "Hayo, jangan lari-lari! Jangan ini dan jangan itu."
Ini
> membuat
> > kepercayaan diri anak menurun. Dia menjadi ragu-ragu dengan apa
yang
> boleh
> > dilakukannya. Dan ini membuat dia menjadi kurang percaya diri
atau
> rendah
> > diri yang membuat dia akhirnya bersikap regresif (menarik diri).
> >
>
> dst deleted
>
> Terima kasih atas masukan dari Bapak Nur Agustinus. Tapi perlu
saya
> informasikan juga bahwa hal-hal yang Anda paparkan mengenai
> sebab-sebab
> anak minder kayaknya tidak terjadi dengan anak teman saya itu. Dia
kan
> masih 1 1/2 tahun, jadi memang tidak pernah (dan belum ngerti)
> dibilangin
> "Jangan ini dan jangan itu". Lalu soal membangga-banggakan,
> keliatannya sih
> ngga juga.
>
> Yang saya amati adalahh bahwa anak tersebut daya adaptasi terhadap
> lingkungan luarnya tuh agak lambat. Jadi dia butuh waktu lama
untuk
> merasa
> "in" di suatu lingkungan baru, yang menurut perasaan saya dan
mamanya
> -
> yang mungkin salah - agak terlalu lama. Kemarin itu waktu di pesta
> ultah,
> kira-kira sesudah satu jam dia baru mau jalan sendiri mendekati
> seorang
> anak bayi lain. Sedangkan saya liat ada anak lain yang seumur dia,
> begitu
> datang langsung dengan riang gembira melemparkan bola dan mengajak
org
> -org
> dewasa di sekitarnya bicara.
> Sebelum satu jam berlalu dia cuma mau jalan ke tempat yang tidak
orang
> lain
> di situ. Bahkan pada saat dia duduk di sebelah ayahnya dan ada
seorang
> anak
> lain duduk di situ juga (anak ini tidak menyapa dan tidka
melakukan
> apa-apa
> terhadapnya) lalu langsung saja anak teman saya itu memalingkan
muka
> dan
> memegang ayahnya erat-erat. Pada pandangan saya, hal ini sudah
> kelewatan.
>
> Anehnya lagi, kalau dia diajak ke supermarket, dia senang sekali
dan
> tidak
> menampakkan sifat pemalu di atas. Mungkin karena orang-orang di
> supermarket
> tidak ada yang menyapanya. Dia bisa dengan riangnya berceloteh.
Dan
> juga
> anak ini tidak menolak jika akan diajak pergi, malah cenderung
sangat
> excited jika sudah diganti bajunya dan dipakaikan sepatu. Tapi
begitu
> sampai di rumah org lain, langsung ngga mau jalan dan nempel terus
> sambil
> memalingkan muka.
>
> Apakah over protection dari ayahnya bisa berpengaruh terhadap
sifat
> pemalu
> ini?
> Saya liat dia agak dimanjakan oleh ayahnya.
>
> Mohon komentarnya lagi Pak Nur.... trims sebelumnya.
>
> Lily
>
> Himbauan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah
tiang !
>
>
---------------------------------------------------------------------
> "Milis Bagi Orangtua Yang Menyayangi Balitanya"
> To subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> HI-Reliability low cost web hosting service -
> http://www.IndoGlobal.com
Himbauan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang
!
---------------------------------------------------------------------
"Milis Bagi Orangtua Yang Menyayangi Balitanya"
To subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service -
http://www.IndoGlobal.com
Himbauan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang !
---------------------------------------------------------------------
"Milis Bagi Orangtua Yang Menyayangi Balitanya"
To subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com