Mengapa anak malu? Apakah sifat malu itu bawaan atau bukan?

Pendapat dari Pak Bambang Handojo sangat bagus. Anak pemalu memang bukan
bawaan, kecuali kalau memang anak itu mengalami autitis (menutup diri dari
lingkungan luar). Namun, apakah sifat malu itu hanya masalah sosialisasi
anak saja? Menurut saya perlu ditelaah lebih lanjut.

Mengapa seorang (anak) itu pemalu?

Jawabnya adalah karena dia rendah diri.

Rendah diri adalah penyebab rasa malu. Jadi ada masalah dengan "self esteem"
dia dan ada juga problem dengan "self image" yang dia miliki terhadap
dirinya sendiri.

Persoalannya adalah, apa yang membuat dia menjadi rendah diri?

Sebabnya antara lain, sering anak kalau diajak pergi ke rumah orang lain,
selalu diberi pesan: "Kamu nanti kalau di rumah tante jangan begini, jangan
begitu." atau "Jangan bikin malu papa dan mama." Atau.... bisa juga dari
pengalaman sebelumnya ketika si anak diajak pergi ke rumah orang lain, dia
sering dimarahi akibat ulahnya yang dianggap "nakal" oleh orangtuanya.
Misalnya: "Hayo, jangan lari-lari! Jangan ini dan jangan itu." Ini membuat
kepercayaan diri anak menurun. Dia menjadi ragu-ragu dengan apa yang boleh
dilakukannya. Dan ini membuat dia menjadi kurang percaya diri atau rendah
diri yang membuat dia akhirnya bersikap regresif (menarik diri).

Penyebab lain adalah, orang tua yang terlalu membangga-banggakan anaknya di
depan orang lain, atau dalam suatu perjumpaan, dia menjadi subyek pujian dan
perhatian dari kerabat yang hadir. Perlakuan membanding-bandingkan antar
saudara, misalnya "adiknya koq lebih pintar dari kakaknya" akan menyebabkan
masalah dalam harga diri anak.

Problema rasa malu ini bisa dilihat juga dari posisi anak dalam keluarga.
Apakah dia anak sulung, anak bungsu atau anak tengah. Anak sulung, umumnya
lebih sering menjadi anak pemalu dibanding dengan adik-adiknya. Namun
persoalan utamanya adalah bagaimana perlakuan kita terhadap anak kita,
apakah ada sikap dan perilaku kita yang membuat dirinya merasa tertekan
sehingga membuatnya kurang percaya diri (minder), yang pada akhirnya membuat
dia memiliki sikap pemalu. Dalam hal ini, pengharapan orangtua atas prestasi
anak, sering jadi bumerang.

Dalam puisi karya Dorothy Low Nolte yang terkenal itu, yaitu yang berjudul:
"Children Learn What They Live With", ada salah satu baitnya yang berbunyi:

    Jika anak biasa hidup diolok-olok....
    kelak ia akan terbiasa menjadi pemalu...

Salam,
nur agustinus




Himbuan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang !

---------------------------------------------------------------------
"Milis Bagi Orangtua Yang Menyayangi Balitanya"
To subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Kirim email ke