Mbak Yanthi, saya tidak tahu apakah cara tersebut cukup baik untuk memberi
pengertian bahwa kepada baby kita bahwa bapak ibunya bekerja, untuk
sementara mungkin karena perhatiannya beralih ke biskuit, tapi ketika
penalarannya berkembang seiring dengan bertambahnya usia, mungkin saja suatu
ketika dia aka tetap menangis meskipun sudah diberi biskuit. Atau haruskah
kita memberikan sesuatu yang lain yang saat itu sudah menjadi kegemaran
barunya ?, lalu sampai kapan kita akan terus seperti ini ? ( selalu mencari
sesuatu yang baru untuk diberikan agar tidak menangis karena yang kemarin
sudah tidak menarik perhatian baby kita ).Pengalaman saya begini : saya
biarkan dia merajuk dan menangis ketika kami harus ngantor ( nangis kan
nggak apa apa malah sehat ), tanpa saya sadari terbentuk begini : kalau kami
pergi dengan seragam kantor, dia nggak pernah nangis lagi, ngantar dihalaman
dan dagg .. dagg, tapi kalau nggak pakai seragam pasti deh rewel, nangis dan
mau ikut. Kalau memang utk santai ya kami ajak, tapi kalau mau kondangan ya
terpaksa kami tinggal dan kembali kami biarkan dia merajuk. Lama lama dia
kok ngerti sendiri, kalau nggak diajak ya nggak apa apa . Semoga bermanfaat
...

Salam,

-----Original Message-----
From: Yanthi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, March 31, 1999 9:11 AM
Subject: [balita-anda] Meninggalkan anak ke kantor


>Dear rekan netters,
>
>Saya mau sharing pengalaman nich, khususnya untuk para ibu yg bekerja.
>Mudah-mudahan bermanfaat. Biasanya putri kami (1 tahun 3 bulan) mengantar
>sampai ke mobil saat saya dan suami akan berangkat ke kantor. Hal ini
>sengaja kami lakukan agar putri kami tahu kalau ayah ibunya berangkat ke
>kantor, sehingga dia tidak merasa ditinggal secara diam-diam. Hal ini
>terjadi sejak dia berusia beberapa bulan sampai sekarang. Saat itu putri
>kami memang belum mengerti dan tidak merenggek ketika ditinggal, tetapi
>lama-kelamaan setelah agak besar dia sudah mengerti dan sepertinya agak
>merajuk saat ayah ibunya akan berangkat. Akhirnya saya dan suami menemukan
>akal untuk mengalihkan perhatiannya. Ketika saatnya kami akan berangkat,
dia
>tetap mengantar sampai ke mobil, tetapi sebelum masuk mobil saya selalu
>memberikan biskuit kepada putri saya. Karena kebetulan putri saya senang
>ngemil biskuit, maka dia senang sekali diberi biskuit. Akhirnya ketika saya
>dan suami berangkat, putri kami mengantar dengan tawa riang gembira sambil
>sebelah tangan memegang biskuit dan tangan satu lagi melambai kepada kami.
>Demikian pengalaman kami, semoga bisa membantu bagi yg mengalami kesulitan
>meninggalkan anak ke kantor karena anak biasanya menangis saat ditinggal.
>Semoga berhasil
>
>Terimakasih.
>
>Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
>http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>--------------------------------------------------------------------------
>"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
>Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
>http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet
>
>
>


Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/

--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet


Kirim email ke