Iya, mbak...hal ini juga selalu saya terapkan. Tetapi ya itu tadi....(saya
baru sent e-mailnya) bahwa itu sesuai dgn perkembangan umurnya. Kalau anak
mba' Nadira sudah bisa mengerti diajak bicara, sementara putri saya belum
walaupun saya juga selalu nggak pernah bosan memberi pengertian pada buah
hati kami. Kami berharap jika buah hati kami sudah dapat mengerti, dia tidak
akan merajuk lagi jika ayah ibunya pergi ke kantor tanpa harus diberi
biskuit lagi.

Terima kasih. 

> -----Original Message-----
> From: Nadhira Khalid [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Wednesday, March 31, 1999 10:02 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      Re: [balita-anda] Meninggalkan anak ke kantor
> 
> Mbak Yanti dan Pak Joko,
> Saya punya pengalaman yang mirip pak Joko. Sayapun tidak tau apakah baik
> memberikan iming-iming kue dan lain-lain untuk membuatnya tidak menangis.
> Yang jelas, saya berusaha untuk jujur pada anak saya yang sekarang sudah
> berumur 2,5 tahun. Sejak dia mengerti bahwa dirinya ditinggal ke kantor,
> saya biarkan dia menangis tapi tanpa bosan-bosannya saya beri dia
> pengertian bahwa saya akan ke kantor dan bekerja, sebab kalau tidak kita
> semua tak punya duit untuk membeli susunya, mainannya dan lain-lain.
> Awalnya dia tidak mengerti, tapi lama-lama malah dia bisa cerita ke orang
> lain atau menjawab pertanyaan orang lain kalau ibunya kerja untuk cari
> duit buat beli susunya. Semakin meningkat usianya, pola ini saya
> tingkatkan dengan mengajarinya hari-hari kerja saya (sekaligus belajar
> menghafal hari). Dia paling ingat hari minggu, karena hari itu saya tidak
> bekerja. Kadang anak saya masih merajuk juga, mulai dari mencela baju
> kantor saya (tidak usah pakai baju lengan panjang, pakai baju kaos
> saja..maksudnya dengan baju kaos saya pasti tidak pergi bekerja) tapi
> tetap saya bilang padanya saya akan pulang jam 5 sore dan tidak akan
> lama-lama di kantor. Kalau saya terlambat pulang, saya akan minta maaf dan
> memberitahu dia mengapa saya terlambat, misalnya karena saya harus ke
> pasar, dan saya ajak dia menyusun belanjaan di kulkas (supaya ada bukti)
> sambil cerita kegiatan saya. Tujuannya supaya dia tidak mengira saya
> menomorduakan dia. Pada malam haripun, usahakan untuk menemaninya terus
> dan menanyakan kegiatannya sekalian cerita juga apa yang kita kerjakan di
> kantor. Urusan mengerti atau tidak itu tidak terlalu penting, yang pasti
> anak suka kalau diajak cerita dan lama-lama dia akan mengerti sendiri.
> Tentu harus ditekankan bahwa kita bekerja karena kita sayang padanya dan
> selalulah jujur padanya. Sebelum berangkatpun saya memeluk dan
> menciuminya, alhamdulillah anak saya mengerti, meskipun setiap baru bangun
> tidur dan melihat saya sudah berpakaian lengkap dia mengomel panjang
> lebar.
> 
> Nadhira
> 
> >>> "Djoko Subagyo" <[EMAIL PROTECTED]> 03/31 10:33 PM >>>
> Mbak Yanthi, saya tidak tahu apakah cara tersebut cukup baik untuk memberi
> pengertian bahwa kepada baby kita bahwa bapak ibunya bekerja, untuk
> sementara mungkin karena perhatiannya beralih ke biskuit, tapi ketika
> penalarannya berkembang seiring dengan bertambahnya usia, mungkin saja
> suatu
> ketika dia aka tetap menangis meskipun sudah diberi biskuit. Atau haruskah
> kita memberikan sesuatu yang lain yang saat itu sudah menjadi kegemaran
> barunya ?, lalu sampai kapan kita akan terus seperti ini ? ( selalu
> mencari
> sesuatu yang baru untuk diberikan agar tidak menangis karena yang kemarin
> sudah tidak menarik perhatian baby kita ).Pengalaman saya begini : saya
> biarkan dia merajuk dan menangis ketika kami harus ngantor ( nangis kan
> nggak apa apa malah sehat ), tanpa saya sadari terbentuk begini : kalau
> kami
> pergi dengan seragam kantor, dia nggak pernah nangis lagi, ngantar
> dihalaman
> dan dagg .. dagg, tapi kalau nggak pakai seragam pasti deh rewel, nangis
> dan
> mau ikut. Kalau memang utk santai ya kami ajak, tapi kalau mau kondangan
> ya
> terpaksa kami tinggal dan kembali kami biarkan dia merajuk. Lama lama dia
> kok ngerti sendiri, kalau nggak diajak ya nggak apa apa . Semoga
> bermanfaat
> ...
> 
> 
> Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
> http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> 
> --------------------------------------------------------------------------
> "Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
> Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
> Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
> http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet
> 
> 

Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/

--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet


Kirim email ke