Mbak Putri

Terus terang sebagai tour leader yang suka membawa teman teman  
berlibur ke Vietnam, Hongkong/China dan Eropa atau ke Amerika saya  
jadi bingung kalau "Makna Haram" itu diperluas.
Saya bingung bagaimana mengatur makanan para peserta tour (yang  
mayoritas adalah muslim) kalau menu makanan ayam/sapi yang semula  
halal tiba tiba bisa berubah jadi haram karena tidak disembelih atas  
nama Allah SWT.
Semua itu karena saya tidak tahu persis apakah para koki atau juru  
masak di negara negara tersebut sudah menyembelih dengan cara yang  
halal tersebut.
Kalau soal dimasak dengan arak beras yang mengandung alkohol mungkin  
saya bisa sampaikan pada koki untuk tidak menggunakan arak beras,  
tapi untuk lauk pauk yang lain bagaimana?

Barangkali mbak Putri bisa bantu memberikan solusi, agar mereka tetap  
bisa makan selama perjalanan, karena tidak mungkin saya membawa  
makanan dari Indonesia, atau mencari catering khusus halal disana.

Salam
Tony





On Sep 17, 2007, at 5:07 PM, puteri wrote:

> teman2 penggemar kuliner,
>
> Sedikit menambahkan mengenai kehalalan makanan untuk umat Islam.  
> Sebetulnya halal itu tidak hanya mengandung pork atau tidak lho...
> Kehalalan suatu makanan tergantung dari 2 hal, bahan makanan itu  
> sendiri dan proses penyiapannya.
>
> Sebagai contoh :
> - Babi atau pork itu tidak halal zatnya. Berarti dagingnya tidak  
> halal/haram
> - Ayam itu halal dagingnya, tapi kalau tidak di sembelih atas nama  
> Allah SWT maka daging tsb akan menjadi haram
> - Cumi goreng saus hongkong, cuminya halal, tapi sausnya pakai arak  
> beras (yang pasti ada alkoholnya), makan makanan tsb jadi tidak halal.
>
> Maaf ya teman2 sekedar info, tidak bermaksud menggurui, tapi di  
> bulan puasa ini saya merasa wajib berbagi.
> Selamat jalan2 ...
>
>
> Puteri. R
>

Kirim email ke