Mas Tony yang baik,
Maaf kalau e-mail ku membuat bingung. Emang halal & haram itu tidak semudah 
yang kita tahu...
Agak susah sih memang kalau untuk wisata kuliner apa lagi kalau mau menikmati 
makanan khas suatu daerah yang penduduknya muslimnya sedikit.
Yang gampang mas supaya nggak bingung...
- Semua makanan dari laut itu halal, pastikan ingredient/bumbu masak yang 
digunakan tidak mengandung alkohol, penyedap rasa sapi/ayam/babi (karena 
ditakutkan ayam & sapinya tidak halal) dan alat masaknya dicuci bersih sebelum 
memasak makanan halal ini 
- Vegetarian food ...again pastikan ingredient/bumbu masak yang digunakan tidak 
mengandung alkohol, penyedap rasa sapi/ayam/babi (karena ditakutkan ayam & 
sapinya tidak halal)
- sebelum pergi ke suatu negara buka dulu www.islamicfinder.org di situ ada 
list restoran halal disuatu negara/daerah
- cek ke web site wisata suatu negara sebelum berkunjung, sekarang halal food 
itu sudah menjadi request umum untuk urusan tourism, jadi beberapa negara 
menyediakan berbagai keterangan mengenai hal ini.
- cari di google, ketik aja halal food ... (nama negara/kota/tempat, dll), 
banyak posting2 bebas mengenai halal food di dunia maya

Apa lagi ya ....hmmmm...
Kayaknya segitu dulu deh mas..selamat berjalan-jalan ya, moga2 bisa membantu
 
Puteri. R



----- Original Message ----
From: Anthony Bachtiar ð <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, September 21, 2007 8:53:00 AM
Subject: Re: [bango-mania] Kehalalan makanan

Mbak Putri

Terus terang sebagai tour leader yang suka membawa teman teman 
berlibur ke Vietnam, Hongkong/China dan Eropa atau ke Amerika saya 
jadi bingung kalau "Makna Haram" itu diperluas.
Saya bingung bagaimana mengatur makanan para peserta tour (yang 
mayoritas adalah muslim) kalau menu makanan ayam/sapi yang semula 
halal tiba tiba bisa berubah jadi haram karena tidak disembelih atas 
nama Allah SWT.
Semua itu karena saya tidak tahu persis apakah para koki atau juru 
masak di negara negara tersebut sudah menyembelih dengan cara yang 
halal tersebut.
Kalau soal dimasak dengan arak beras yang mengandung alkohol mungkin 
saya bisa sampaikan pada koki untuk tidak menggunakan arak beras, 
tapi untuk lauk pauk yang lain bagaimana?

Barangkali mbak Putri bisa bantu memberikan solusi, agar mereka tetap 
bisa makan selama perjalanan, karena tidak mungkin saya membawa 
makanan dari Indonesia, atau mencari catering khusus halal disana.

Salam
Tony

On Sep 17, 2007, at 5:07 PM, puteri wrote:

> teman2 penggemar kuliner,
>
> Sedikit menambahkan mengenai kehalalan makanan untuk umat Islam. 
> Sebetulnya halal itu tidak hanya mengandung pork atau tidak lho...
> Kehalalan suatu makanan tergantung dari 2 hal, bahan makanan itu 
> sendiri dan proses penyiapannya.
>
> Sebagai contoh :
> - Babi atau pork itu tidak halal zatnya. Berarti dagingnya tidak 
> halal/haram
> - Ayam itu halal dagingnya, tapi kalau tidak di sembelih atas nama 
> Allah SWT maka daging tsb akan menjadi haram
> - Cumi goreng saus hongkong, cuminya halal, tapi sausnya pakai arak 
> beras (yang pasti ada alkoholnya), makan makanan tsb jadi tidak halal.
>
> Maaf ya teman2 sekedar info, tidak bermaksud menggurui, tapi di 
> bulan puasa ini saya merasa wajib berbagi.
> Selamat jalan2 ...
>
>
> Puteri. R
>





      
____________________________________________________________________________________
Don't let your dream ride pass you by. Make it a reality with Yahoo! Autos.
http://autos.yahoo.com/index.html
 

Kirim email ke