Mbak Puteri, Saya kira tidak semua yang dari laut itu halal. Bagaimana kalau kita makan puteri duyung yang cantik? Kita bikin oseng-oseng, misalnya.
Bukankah itu artinya kita membantai sesama? ----- Original Message ----- From: puteri To: [email protected] Sent: Monday, September 24, 2007 12:22 PM Subject: Re: [bango-mania] Kehalalan makanan Mas Tony yang baik, Maaf kalau e-mail ku membuat bingung. Emang halal & haram itu tidak semudah yang kita tahu... Agak susah sih memang kalau untuk wisata kuliner apa lagi kalau mau menikmati makanan khas suatu daerah yang penduduknya muslimnya sedikit. Yang gampang mas supaya nggak bingung... - Semua makanan dari laut itu halal, pastikan ingredient/bumbu masak yang digunakan tidak mengandung alkohol, penyedap rasa sapi/ayam/babi (karena ditakutkan ayam & sapinya tidak halal) dan alat masaknya dicuci bersih sebelum memasak makanan halal ini - Vegetarian food ...again pastikan ingredient/bumbu masak yang digunakan tidak mengandung alkohol, penyedap rasa sapi/ayam/babi (karena ditakutkan ayam & sapinya tidak halal) - sebelum pergi ke suatu negara buka dulu www.islamicfinder.org di situ ada list restoran halal disuatu negara/daerah - cek ke web site wisata suatu negara sebelum berkunjung, sekarang halal food itu sudah menjadi request umum untuk urusan tourism, jadi beberapa negara menyediakan berbagai keterangan mengenai hal ini. - cari di google, ketik aja halal food ... (nama negara/kota/tempat, dll), banyak posting2 bebas mengenai halal food di dunia maya Apa lagi ya ....hmmmm... Kayaknya segitu dulu deh mas..selamat berjalan-jalan ya, moga2 bisa membantu Puteri. R ----- Original Message ---- From: Anthony Bachtiar ð <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, September 21, 2007 8:53:00 AM Subject: Re: [bango-mania] Kehalalan makanan Mbak Putri Terus terang sebagai tour leader yang suka membawa teman teman berlibur ke Vietnam, Hongkong/China dan Eropa atau ke Amerika saya jadi bingung kalau "Makna Haram" itu diperluas. Saya bingung bagaimana mengatur makanan para peserta tour (yang mayoritas adalah muslim) kalau menu makanan ayam/sapi yang semula halal tiba tiba bisa berubah jadi haram karena tidak disembelih atas nama Allah SWT. Semua itu karena saya tidak tahu persis apakah para koki atau juru masak di negara negara tersebut sudah menyembelih dengan cara yang halal tersebut. Kalau soal dimasak dengan arak beras yang mengandung alkohol mungkin saya bisa sampaikan pada koki untuk tidak menggunakan arak beras, tapi untuk lauk pauk yang lain bagaimana? Barangkali mbak Putri bisa bantu memberikan solusi, agar mereka tetap bisa makan selama perjalanan, karena tidak mungkin saya membawa makanan dari Indonesia, atau mencari catering khusus halal disana. Salam Tony On Sep 17, 2007, at 5:07 PM, puteri wrote: > teman2 penggemar kuliner, > > Sedikit menambahkan mengenai kehalalan makanan untuk umat Islam. > Sebetulnya halal itu tidak hanya mengandung pork atau tidak lho... > Kehalalan suatu makanan tergantung dari 2 hal, bahan makanan itu > sendiri dan proses penyiapannya. > > Sebagai contoh : > - Babi atau pork itu tidak halal zatnya. Berarti dagingnya tidak > halal/haram > - Ayam itu halal dagingnya, tapi kalau tidak di sembelih atas nama > Allah SWT maka daging tsb akan menjadi haram > - Cumi goreng saus hongkong, cuminya halal, tapi sausnya pakai arak > beras (yang pasti ada alkoholnya), makan makanan tsb jadi tidak halal. > > Maaf ya teman2 sekedar info, tidak bermaksud menggurui, tapi di > bulan puasa ini saya merasa wajib berbagi. > Selamat jalan2 ... > > > Puteri. R > ------------------------------------------------------------------------------ Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out. ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.488 / Virus Database: 269.13.30/1025 - Release Date: 23/09/2007 13:53
