bang radityo, soal sejarah budaya membungkus beras dengan daun kelapa dan daun 
pisang, bisa kasih tahu nggak sumber referensinya ? 
Bisa minta CP mbak Fitri panggabean ga ?

mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                
Sebagai tambahan info:
  
 - Masyarakat Betawi lebih suka memakai ketupat  dibandingkan lontong, makanya 
disebut Ketupat Sayur. Hanya sebagian kecil yang  menggunakan Lontong. Umumnya 
Ketupat bisa bertahan lebih lama dibandingkan  Lontong, namun saat digigit 
lebih keras dibandingkan Lontong yang  lunak.
  
 - Begitu juga Ketupat Sayur  Padang. Umumnya menggunakan pakis, disebutnya 
Gulai Pakis. Disebut gulai  karena menggunakan bahan santan.
  
  
  
  
    ----- Original Message ----- 
   From:    mediacare    
   To: [email protected]    
   Sent: Sunday, April 06, 2008 11:04    PM
   Subject: Re: [bango-mania] tanya soal    ketupat/lontong sayur dari berbagi 
daerah
   

         
Budaya membungkus beras dengan daun kelapa, lalu    disebut sebagai ketupat, 
diduga berasal dari tradisi yang sudah ada sejak    masuknya agama Hindu ke 
Indonesia. Sedangkan budaya membungkus beras dengan    daun pisang, lalu 
disebut sebagai lontong, diduga berasal dari nenek moyang    kita yang berasal 
dari Daratan Cina. 
    
   Tidak semua daerah di Indonesia mengenal    lontong/ketupat sayur. 
Lontong/ketupat yang dicampur dengan sayur umumnya ada    di etnik Betawi dan 
Sumatra Utara (Medan). 
    
   Di Jawa Tengah/Jawa Timur, umumnya masyarakat    mencampur lontong/ketupat 
dengan opor ayam, gulai kambing, gado-gado, sate,    pecel, dan rujak cingur. 
Jadi jarang ada penjual ketupat/lontong sayur seperti    di Jakarta atau Medan. 
Ada juga lontong yang dicampur lodeh gori (nangka    muda), tapi tidak disebut 
sebagai sayur.
    
   Masyarakat Betawi umumnya membuat sayur dari    pepaya muda. Jarang yang 
menggunakan labu siam (mungkin karena harganya lebih    mahal). Biasanya 
dihidangkan saat Lebaran/Hari Raya dicampur dengan semur    daging campur tahu. 
    
   Di Kedaiku Tebet punya Mbak Fitri Panggabean,    disebutnya Lontong Medan. 
Lontong isinya    bermacam macam , seperti Sayur Santen, Sayur Tauco, Teri 
Medan, Perkedel,    Telur dan disediakan juga tambahan Rendang Sapi Medan dan 
Ayam    Goreng.
    
   Lontong Cap Go Meh adalah warisan tradisi    peranakan Cina, terbuat dari 
lontong, opor ayam, tahu bacem, sambal goreng    ati/ampela, telur pindang, 
tumis udang campur petai, sayur rebung, abon    daging, krupuk udang dengan 
taburan    (topping) kedele bubuk dan/atau serundeng kelapa serta bawang merah 
goreng .    Kalau tradisi di sebagian masyarakat Jawa, menyederhanakan menu 
tersebut.    
    
   salam,
    
   rd
    
    
        ----- Original Message ----- 
     From: abismakannulis 
     To: [email protected]      
     Sent: Sunday, April 06, 2008 8:33      PM
     Subject: [bango-mania] tanya soal      ketupat/lontong sayur dari berbagi 
daerah
     

          
lontong sayur atau ketupat sayur sepertinya banyak variannya      sesuai
daerah asalnya. yang saya tahu ada lontong sayur medan (dengan      tauco
dan teri), ketupat sayur padang (dengan gulai pakis atau cubadak),      dan
ketupat sayur ala betawi.

apa ada yang tahu varian lain yang      populer selain tiga varian diatas ?
kira-kira di jakarta bisa ditemui      dimana ?
oya, untuk lontong sayur medan, saya baru tahu yang ada di      Electronic
City SCBD, dan di Kedaiku tebet, minta referensi yang lain      dong?
satu lagi, originally lontong cap go meh isinya yang wajib apa saja      yah ?



   

 
     
                                       

       
---------------------------------
 Yahoo! for Good helps you make a difference

Kirim email ke