thanks, Bang Radityo, saya lagi belajar menulis untuk Kuliner namun lebih dari 
sisi usaha, untuk tabloid Info Kuliner, milik kelompok media peluang.
 

mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                
Mas Ali, sekilas saya pernah baca sebuah artikel,  sudah lama sekali, dan 
sayang sekali saya tidak menyimpannya. Coba saja  digoogling dengan kata kunci: 
ketupat + lontong. Tapi kalau dirunut, sebenarnya  sebagian kekayaan kuliner 
Nusantara adalah percampuran dari berbagai budaya  bangsa. Tahu misalnya, jelas 
dari tradisi Cina. Kalau mau menelisik lebih jauh,  bisa diawali dengan membuka 
sejarah, mulai masuknya bahan-bahan makanan dan  pangan dari negeri manca. 
Semisal kapan tanaman kedelai, padi, jagung mulai  dikenal di Nusantara, kapan 
mulai dibudidayakan dan seterusnya. Sebelum ada padi  orang Nusantara makanan 
utamanya apa. Juga cabe, kentang, dll. Saya sendiri  belum pernah baca buku 
yang menuliskan tentang topik ini. 
  
 Untuk Mbak Fitri Panggabean coba hubungi Kedaiku di  Tebet (pernah bersantap 
disana kan?):
  
 Jalan Tebet Barat Dalam Raya no. 118-C
 Jakarta Selatan.
 telp. (021) 837-02128
  
  (lokasinya persis 100 meter di belakang Gelael MT Haryono atau TIS  Square)
  
 salam,
  
 radityo
  
 PS:
 Boleh tahu profesi Anda? Karena belum mengisi  biodata
  

  
    ----- Original Message ----- 
   From:    ali imron 
   To: [email protected]    
   Sent: Monday, April 07, 2008 8:29  PM
   Subject: Re: Tambahan - Re: [bango-mania]    tanya soal ketupat/lontong 
sayur dari berbagi daerah
   

      bang radityo, soal sejarah budaya membungkus beras dengan daun kelapa dan 
   daun pisang, bisa kasih tahu nggak sumber referensinya ? 
Bisa minta CP    mbak Fitri panggabean ga ?

mediacare <[EMAIL PROTECTED]>    wrote:   
          
     Sebagai tambahan info:
      
     - Masyarakat Betawi lebih suka memakai ketupat      dibandingkan lontong, 
makanya disebut Ketupat Sayur. Hanya sebagian kecil      yang menggunakan 
Lontong. Umumnya Ketupat bisa bertahan lebih lama      dibandingkan Lontong, 
namun saat digigit lebih keras dibandingkan Lontong      yang lunak.
      
     - Begitu juga Ketupat Sayur      Padang. Umumnya menggunakan pakis, 
disebutnya Gulai Pakis. Disebut      gulai karena menggunakan bahan santan.
      
      
      
      
            -----        Original Message ----- 
       From:        mediacare 
       To:        [email protected]        
       Sent:        Sunday, April 06, 2008 11:04 PM
       Subject:        Re: [bango-mania] tanya soal ketupat/lontong sayur dari 
berbagi        daerah
       

              
       Budaya membungkus beras dengan daun kelapa,        lalu disebut sebagai 
ketupat, diduga berasal dari tradisi yang sudah ada        sejak masuknya agama 
Hindu ke Indonesia. Sedangkan budaya membungkus beras        dengan daun 
pisang, lalu disebut sebagai lontong, diduga berasal dari        nenek moyang 
kita yang berasal dari Daratan Cina. 
        
       Tidak semua daerah di Indonesia mengenal        lontong/ketupat sayur. 
Lontong/ketupat yang dicampur dengan sayur umumnya        ada di etnik Betawi 
dan Sumatra Utara (Medan). 
        
       Di Jawa Tengah/Jawa Timur, umumnya masyarakat        mencampur 
lontong/ketupat dengan opor ayam, gulai kambing, gado-gado,        sate, pecel, 
dan rujak cingur. Jadi jarang ada penjual ketupat/lontong        sayur seperti 
di Jakarta atau Medan. Ada juga lontong yang dicampur lodeh        gori (nangka 
muda), tapi tidak disebut sebagai sayur.
        
       Masyarakat Betawi umumnya membuat sayur dari        pepaya muda. Jarang 
yang menggunakan labu siam (mungkin karena harganya        lebih mahal). 
Biasanya dihidangkan saat Lebaran/Hari Raya dicampur dengan        semur daging 
campur tahu. 
        
       Di Kedaiku Tebet punya Mbak Fitri Panggabean,        disebutnya Lontong 
Medan. Lontong        isinya bermacam macam , seperti Sayur Santen, Sayur 
Tauco, Teri Medan,        Perkedel, Telur dan disediakan juga tambahan Rendang 
Sapi Medan dan Ayam        Goreng.
        
       Lontong Cap Go Meh adalah warisan tradisi        peranakan Cina, terbuat 
dari lontong, opor ayam, tahu bacem, sambal goreng        ati/ampela, telur 
pindang, tumis udang campur petai, sayur rebung, abon        daging, krupuk 
udang dengan taburan        (topping) kedele bubuk dan/atau serundeng kelapa 
serta bawang merah goreng        . Kalau tradisi di sebagian masyarakat Jawa, 
menyederhanakan menu        tersebut. 
        
       salam,
        
       rd
        
        
                -----          Original Message ----- 
         From:          abismakannulis 
         To:          [email protected]          
         Sent:          Sunday, April 06, 2008 8:33 PM
         Subject:          [bango-mania] tanya soal ketupat/lontong sayur dari 
berbagi daerah
         

                  
lontong sayur atau ketupat sayur sepertinya banyak variannya          sesuai
daerah asalnya. yang saya tahu ada lontong sayur medan (dengan          tauco
dan teri), ketupat sayur padang (dengan gulai pakis atau          cubadak), dan
ketupat sayur ala betawi.

apa ada yang tahu          varian lain yang populer selain tiga varian diatas ?
kira-kira di          jakarta bisa ditemui dimana ?
oya, untuk lontong sayur medan, saya          baru tahu yang ada di Electronic
City SCBD, dan di Kedaiku tebet,          minta referensi yang lain dong?
satu lagi, originally lontong cap go          meh isinya yang wajib apa saja 
yah ?



       

     


      

---------------------------------
   Yahoo! for Good helps you make    a difference   

 
     
                                       

       
---------------------------------
 Yahoo! for Good helps you make a difference

Kirim email ke