Festival Jajanan Bango (FJB) kembali digelar di tiga kota, Surabaya (10 Mei), 
Bandung, dan akan di tutup di Jakarta selama dua hari. Tahun ini menjadi tahun 
istimewa bagi FJB mengingat penyelenggara festival ini, Kecap Bango, merayakan 
ulang tahun yang ke-80.

Memoria Dwi Prasita, Manajer Merek Bango, mengatakan bahwa tujuan FJB ingin 
memperkenalkan atau memopulerkan kembali makanan tradisional Indonesia. "Banyak 
sekali makanan indonesia yang menggunakan kecap," katanya dalam jumpa pers di 
Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (8/5). 

FJB yang telah diselenggarakan sejak 2005 mengalami peningkatan pengunjung dari 
tahun ke tahun. Tahun lalu, penyelenggaraan di empat kota (Jakarta, Surabaya, 
Bandung dan Medan) mendatangkan sekitar 225.000 orang. Tahun ini tempat 
penyelenggaraan lebih sedikit, namun Nurulita Novi Arlaida, External 
Communications Manager PT Unilever Indonesia, perusahaan induk kecap Bango, 
menargetkan pengunjung sama dengan tahun lalu.

Meskipun hanya dengan tiga kota, keistimewaan FJB tahun ini, menurut Memoria 
terletak pada konsepnya. Usia 80 yang Kecap Bango membuat penyelenggaraan kali 
ini serba delapan, 80 pedagang lokal di masing-masing kota, belum termasuk 
delapan Duta Bango dari luar kota yang selalu mengikuti FJB dari kota ke kota. 

Para Duta Bango itu antara lain Ketoprak Ciragil (Jakarta), Nasi Bug Trunojoyo 
(Malang), Gudeg RM Adem Ayem (Yogyakarta), Tengkleng Bu Edi (Solo), Kupat Tahu 
Gempol (Bandung), Soto Udang RM Rinaldy (Medan), Tutug Oncom Saung Kiray 
(Bogor), Coto Daeng Muchtar (Makassar), dan Rawon Dengkul Nguling (Surabaya).

Selain mereka, ada beberapa peserta lama yang pernah mengikuti festival ini 
dipanggil kembali. "Yang jelas, pedagang yang kita undang ini selalu menjadi 
aikon makanan tradisional di kota masing-masing," kata Novi.

Kecap Bango menjadi bagian dari Unilever sejak 2001. Sebelumnya, kecap Bango 
merupakan industri rumahan yang berasal dari Tangerang dan menjadi kecap lokal 
favorit di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. (mil)


Sinar Harapan - Jumat, 09 Mei 2008

Kirim email ke