PT Unilever Indonesia Tbk (Unilever) menahan kenaikan harga kecap dengan brand 
Bango meski kenaikan harga kedelai lokal naik mencapai 60% dibandingkan tahun 
lalu. Perusahaan makanan dan barang-barang konsumsi tersebut juga tidak 
berencana menaikkan harga produk kecap terkait 
rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 30%.

"Kami akan berusaha untuk tidak menaikkan harga meski pemerintah menaikkan 
harga BBM," kata Brand Manager Bango Unilever Memoria Dwi Prasita disela 
peluncuran Festival Jajanan Bango (FJB) 2008 di Jakarta, Kamis (8/5).

Dia mengatakan, Unilever telah mempersiapkan beberapa langkah antisipasi untuk 
menahan kenaikan harga produk terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM. 
Namun, dia enggan menguraikan lebih lanjut langkah apa saja yang akan dilakukan 
Unilever. "Salah satunya melakukan efisiensi. Efisiensi seperti apa akan kami 
sampaikan pada paparan publik (public expose) PT Unilever pada bulan ini,' kata 
dia.

Menurut dia, Unilever mempertahankan harga Kecap Bango selama setahun terakhir 
agar tidak memberatkan konsumen meskipun harga bahan baku utama kecap berupa 
kedelai naik. "Yang pasti usaha kami untuk mempertahankan harga tidak akan 
mengganggu kualitas produk. Sejak 1928, kami berkomitmen mempertahankan 
komposisi kecap yang kami produksi, sehingga kualitasnya tetap sama," katanya.

Dia menambahkan, Unilever memiliki sumber bahan baku sendiri, sehingga 
mendapatkan pasokan yang lancar. "Unilever memiliki sekitar 5.000 petani 
kedelai binaan, sehingga pasokan untuk produksi kecap terjamin antara lain di 
Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur,' ujar dia. 

Di samping itu, kata dia Unilever juga melakukan strategi pemasaran yang tepat 
untuk meningkatkan penjualan, salah satunya dengan menggelar FJB 2008 di tiga 
kota besar Indonesia yaitu Surabaya, Bandung dan Jakarta.

"Pada 2007, FJB diikuti oleh sekitar 215 pedagang makanan tradisional dan 
dikunjungi oleh sekitar 255 ribu pengunjung dengan total omzet sekitar Rp 2,8 
miliar. Tahun ini kami berharap pedagang dan pengunjung di FJB ini lebih banyak 
dibandingkan sebelumnya," katanya.

Berdasarkan data Departemen Perdagangan (Depdag) harga kedelai lokal naik 
sekitar 57,99% dari Rp 5.494/kg pada Mei 2007 menjadi 8.680/kg pada Mei 2008. 
Sedangkan harga kedelai impor naik sekitar 63,65% dari Rp 4.995/kg menjadi Rp 
8.174/kg pada periode yang sama. (naf)

Investor Daily - Jumat, 09 Mei 2008

Kirim email ke