IKAN BAKAR PECANTINGAN Lesehan warung kopi kolam pancing Ikan Bakar Pecantingan memperkenalkan masakan traditional pesisiran yang sudah turun temurun. Menu unggulan antara lain bandeng, nila dan gurami bakar; Pepes udang, belut dan lalapan. Untuk vegetarian kami menawarkan sayur asem, tempe penyet, pepes tahu, jagung dadar dan aneka sayuran sesuai musim. Ikan Bakar Pecantingan memiliki keunikan bangunan joglo kuno bersejarah yang pertama kali berdiri pada tahun 1880an mampu menampung 150 orang. Dengan dikelilingi tambak ikan, pepohonan dan kebun yang asri, anda bisa menikmati hidangan di pondok pondok kecil sambil memancing atau sekedar menikmati tata kebun yang elok bersama kerabat. Bila anda hendak singgah minum kopi atau jus apukat, Warung kopi buka sepanjang hari dengan pelayanan yang ramah dan sopan, dijamin memuaskan. Terletak di Rumah Budaya Pecantingan, pojok selatan dusun Pecantingan, Sekardangan Sidoarjo. Untuk memastikan tempat dan pesanan anda dalam kelompok besar alangkah baiknya bila terlebih dahulu menghubungi Hadi dan Mbak Nesa 08563344677 email [EMAIL PROTECTED] Web www.kedaikampoeng.blogspot.com --- On Sat, 12/7/08, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [bango-mania] Unilever Indonesia Gelar Lomba Petani Kedelai Hitam Unggul To: "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]>, [email protected], [EMAIL PROTECTED], "media jateng" <[EMAIL PROTECTED]>, "media jogja" <[EMAIL PROTECTED]>, "media jatim" <[EMAIL PROTECTED]>, "siaran pers" <[EMAIL PROTECTED]> Cc: [EMAIL PROTECTED], "unilever ribut" <[EMAIL PROTECTED]>, "'Ibu Nurulita Novi Arlaida'" <[EMAIL PROTECTED]>, "Indira AM Kamal [IPM]" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "unilever memoria" <[EMAIL PROTECTED]>, "unilever umbu" <[EMAIL PROTECTED]>, "unilever susy" <[EMAIL PROTECTED]>, "lowe woro" <[EMAIL PROTECTED]> Received: Saturday, 12 July, 2008, 12:18 PM Siapkan Petani Indonesia Berdaya Saing Global, Unilever Indonesia Gelar Lomba Petani Kedelai Hitam Unggul Sebagai upaya mempersiapkan petani Indonesia menjadi petani unggulan di mata dunia, Yayasan Unilever Peduli menyelenggarakan Lomba Petani Kedelai Hitam Unggul di wilayah binaan program pengembangan petani kedelai hitam di kawasan Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur PT Unilever Indonesia Tbk, melalui Yayasan Unilever Peduli, untuk pertama kalinya menyelenggarakan Lomba Petani Kedelai Hitam Unggul 2008. Lomba ini bertujuan untuk mempersiapkan petani Indonesia menjadi kuat, cerdas, trengginas, dan sejahtera. Ratusan petani, kelompok perempuan, dan anak-anak turut memeriahkan pelaksanaan lomba tersebut di SDN Kaligondang, Sumbermulyo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (6/7). Seperti telah diketahui bersama bahwa PT Unilever Indonesia Tbk, memiliki program Pengembangan Petani Kedelai Hitam sebagai wujud dari misi sosial Kecap Bango yakni “Melestarikan warisan kuliner nusantara dan meningkatkan para petani yang terlibat dalam bisnis kecap Bango”. Guna mewujudkan misi tersebut, Unilever Peduli menggandeng UGM untuk sama-sama mewujudkan peningkatan kesejahteraan bagi para petani. Dengan bermitra berbagai persoalan yang timbul di sisi petani seperti ketidakpastian harga, ketidakpastian pasar, dan peningkatan kualitas dapat dipecahkan. Dari pengalaman kemitraan tersebut, terbukti bahwa petani Indonesia mampu diajak maju. Mereka mau mengubah paradigma budidaya tanam hingga mampu mengorganisasi kelompok mereka. Unilever melihat, hal tersebut merupakan potensi yang patut diangkat. Bahwa petani Indonesia mampu bersaing di pasar global, asalkan memiliki wawasan, mental, dan kualitas yang mumpuni. Buktinya, selama lebih dari 7 tahun mereka mampu bermitra dengan Unilever, sebuah perusahaan multinasional yang tidak kompromi terhadap kualitas. Lomba Petani Kedelai Hitam Unggul merupakan salah satu bentuk apresiasi dan motivasi terhadap keberpihakan Unilever pada para petani. Kami berharap melalui lomba ini, para petani akan lebih termotivasi menjadi lebih baik dan bangga menjadi petani Indonesia. General Manager Yayasan Unilever Peduli, Sinta Kaniawati menjelaskan, setelah Bantul, lomba serupa juga akan dilaksanakan di wilayah binaan lain yakni, Kulonprogro, Pacitan, Trenggalek, Nganjuk, Madiun dan Ngawi. Ia menjelaskan, Lomba Petani Kedelai Hitam Unggul tersebut terdiri dari beberapa kategori, yakni Lomba Cerdas Tani, Lomba Inovasi Pertanian, dan Lomba Budidaya Kedelai Hitam. “Kategori tersebut mewakili aspek pengetahuan, implementasi, dan motivasi. Kami percaya melalui kompetisi ini akan muncul petani-petani unggul Indonesia yang mampu menginspirasi petani di daerah lain,” ujar dia. Ia menjelaskan, Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Sayangnya, hingga saat ini Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan tanaman pangan. “Kedelai contohnya, bahan baku untuk tempe dan tahu yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia ini masih dipenuhi melalui dari pasokan luar negeri,” ujarnya. Sinta yakin, petani Indonesia memiliki potensi menjadi petani unggul di mata dunia, asalkan memperoleh dukungan dari berbagai pihak. Ia mencontohkan, peningkatan kualitas hasil panen dapat ditingkatkan melalui komitmen pembinaan yang berkesinambungan, sementara profesionalitas petani dapat dilatih dengan melibatkan mereka langsung ke dalam rantai bisnis perusahaan.” Kelebihan petani Indonesia justru terletak pada kekuatan kelompok, karena masyarakat kita masih guyub dan kekeluargaan. Ini memungkinkan berbagai pengetahuan tersebar dengan cepat,” tambah dia. Ia berharap lomba ini dapat menjadi langkah awal bagi timbulnya kebanggaan dan percaya diri bagi petani Indonesia. Sementara itu, Manager Program Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah Yayasan Unilever Peduli, Maya Tamimi mengatakan, melalui Lomba Cerdas Tani dan Budidaya Kedelai Hitam, para petani akan diuji pengetahuan dan pengalaman teknisnya seputar budidaya kedelai hitam, mulai dari masa pra tanam, tanam, panen, hingga pasca panen. Ia mengharapkan melalui Lomba Inovasi, akan banyak temuan-temuan di lapangan yang layak diberikan penghargaan. “Dari pengalaman kami, kreativitas petani di lapangan sangat beragam, mulai dari teknik budidaya hingga inovasi alat sortasi. Ini prestasi yang membanggakan, ternyata petani Indonesia tidak kalah dari petani Cina maupun Thailand” kata dia. Ia mengungkapkan para pemenang dari setiap kategori di tingkat kabupaten, akan diadu kemampuannya berhadapan dengan pemenang dari wilayah lain, hingga akan keluar pemenang utama. “Kami berharap lomba ini dapat memotivasi para petani kami untuk bersemangat membela wilayahnya,” ujar dia. Sejak 2001, Yayasan Unilever Peduli mulai melaksanakan program pengembangan petani kedelai hitam. Bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, Unilever mendampingi petani untuk membudidayakan kedelai hitam guna mencapai kualitas kedelai hitam yang optimal. Unilever menyediakan akses pasar, jaminan harga, serta akses finansial. Dalam proses paska panen, Unilever memberdayakan kelompok perempuan dalam proses sortasi. Kegiatan ini bermanfaat bagi para ibu untuk menambah pendapatan dan mempererat komunitas perempuan di lingkungan mereka. Hingga 2007, program ini telah melibatkan 6,600 petani di 1,100 hektar lahan. --selesai— Start at the new Yahoo!7 for a better online experience. www.yahoo7.com.au
