Masuknya sih bisa dari Jl. H Yahya.
Tapi lebih enaknya masuk dari Asiamakmur kalo dari Kp Melayu belok kiri,
terus pas sebelum jembatan belok kiri lagi.
Dari situ terus aja mpe ketemu mesjid sebelum prempatan.lokasi nya dari
setelah mesjid itu masuk gang lagi.
Dari gang itu tinggal lurus aja, rumahnya di sebelah kiri, yang pake
estalase kaca..Di situ Bang Sodri jual usaha nya dari awal..
Agak ribet si.kareana rumahnya masuk gang lagi.
 
Di Indomaret Otista 3 juga jual tuh asinan bang sodri nya.Indomaret ini
lokasinya lebih mudah..
Dari Asiamakmur tadi setelah jembatan ada indomaret yang posisinya di
sebelah kanan.
 
Selamat menikmati
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Hori Prastowo
Sent: Tuesday, November 25, 2008 7:27 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [bango-mania] Nostalgia Asinan Betawi 1950-an
 
kasi informasi donk tg yang nomor 2... lokasinya dimananya otista?

yang nomor 3 juga jempolan.. 

Hori.
Pada 24 November 2008 16:56, adm.bangus1 <adm.bangus1@
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> pertamina-ep.com> menulis:
Wah.
Baca ceritanya mpe ngeces. hehehehe..
 
Soale aku pencinta ma makanan betawi yang satu ini.
Daftar asinan yang aku punya, dan rasanya mak nyus banget.
 
1.      Asinan Pasar Jangkrik belakang stasiun jatinegara
2.      Asinan Bang Sodri di Otista
3.      Asinan Kamboja di Rawamangun
4.      Asinan Condet juga tuh,,,lupa tepatnya di mana.
5.      Asinan yang belakang Jogja Plaza - klender di Pahlawan revolusi
juga mantapp....dagangnya pake gerobak juga tuh.
 
Tapi yang paling top mah asinan di Pasar Jangkrik itu.
Hmmmmm..
 
Kuliner Asinan yuks.
 
Cheers
wita
 
 
-----Original Message-----
From: bango-mania@ <mailto:[email protected]> yahoogroups.com
[mailto:bango-mania@ <mailto:[email protected]>
yahoogroups.com] On Behalf Of Hori Prastowo
Sent: Monday, November 24, 2008 9:24 AM
To: bango-mania@ <mailto:[email protected]> yahoogroups.com
Subject: Re: [bango-mania] Nostalgia Asinan Betawi 1950-an
 
walaupun mak Anih rada2 judes tapi asinan-nya muantap banget...

yang penasaran ma wajah mak Anih, silahkan dilihat di attachment
dapet dari blogwalking : http://mnrp.
<http://mnrp.wordpress.com/2008/09/18/asinan-jakarta/>
wordpress.com/2008/09/18/asinan-jakarta/


Pada 24 November 2008 07:44, mediacare <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> net.id> menulis:
Nostalgia Asinan Betawi 1950-an 
 
Begitu mendengar nama Menteng Pulo, Jakarta, ingatan banyak orang
langsung tertuju ke kuburan. Kuburan taman yang tertata rapi itu adalah
kuburan milik Belanda bernama Ereveld Menteng Pulo. Padahal selain yang
seram-seram itu, kawasan tersebut juga menyimpan makanan tradisional
yang sudah ada setengah abad lamanya.
 
Tepatnya di seberang Jalan Menteng Pulo, ada gang bernama Gang Sadar. Di
mulut gang ini setiap hari nangkring pedagang Asinan Betawi. Asinan ini
kini sudah memasuki generasi ketiga. Riwayatnya berawal dari sang kakek,
yang asli Betawi, berkeliling menjajakan asinan pikulan hingga ke
seputaran Jalan Dr Satrio di masa kini.
 
Setelah si kakek lelah memikul dagangan, tongkat estafet diserahkan ke
generasi kedua yang sebentar berjualan dengan pikulan untuk kemudian
memilih mangkal di kawasan Menteng Pulo. Berlanjut kemudian ke generasi
ketiga. "Saya enggak tau kalau ditanya tahun berapa. Tapi udah lama,
dari sejak kakek," ujar Anih, generasi ketiga Asinan Betawi ini.
 
Sayangnya, baik Anih maupun adiknya, Inah, mengaku sama sekali tak ingat
nama ayahnya, penerus kedua. Apalagi nama sang kakek. "Udah enggak ada
semua. Saya enggak tau namanya siapa," tegas Inah, yang diamini Anih.
 
Asinan Betawi yang satu ini masih dijajakan menggunakan pikulan, meski
penjualnya mangkal. Biasanya, orang membeli asinan ini untuk dibawa
pulang karena memang tak ada tempat tersisa bagi mereka yang ingin
menyantap asinan segar ini di tempat jualannya. Karena berada di gang
sempit, maka pembeli dan pedagang harus selalu bersenggolan dengan
pengendara motor yang hilir mudik dari dan ke gang ini.
 
Bungkus pisang

Asinan seharga Rp 7.000 per porsi ini dibungkus dengan daun pisang
sehingga menambah aroma. Isinya taoge dan kol di tambah sawi Cina, tahu
dan timun yang sudah direndam air cabai dan cuka. Setelah itu, kacang
tanah digoreng ditebar, kemudian diguyur lelehan gula jawa, sambal (jika
mau), plus sedikit garam.
 
Setelah itu kuah cuka ditambahkan ke adonan tersebut. Terakhir, kerupuk
kampung berwarna merah disebar. Jika mau, bisa ditambah kerupuk mi
berwarna kuning. Harganya Rp 2.000 per kerupuk. Sebelum asinan ini
disantap, aduk semua sampai rata. Maka rasa sebenarnya akan langsung
menyentak lidah. Asam, manis, asin, dan berbagai rasa asli dari
sayur-mayur yang digunakan. Jika ditambah sambal, tentu rasa pedas makin
bikin semangat. 
 
Karena dagangan ini sudah ada sejak sekitar 1950-an, maka tak aneh jika
pelanggannya juga banyak dan turun temurun. Contohnya saat Warta Kota
tanpa sengaja bertemu pelanggan yang sudah sejak tahun 1960-an sering
menikmati asinan ini.
 
"Sudah sejak tahun 1960-an, sejak masih kecil, saya udah sering makan
asinan ini. Dulu saya tinggal di Berlan, sering main ke sini cuma untuk
cari asinan ini," ujar Spriati, yang kini tinggal di Pasar Rebo dan
tetap kangen kepada Asinan Betawi ini. Sekarang, Supriati menjabat
Kepala Sekolah Dasar Palmeriam. Bersama putrinya, dia rela menerjang
jalanan Jakarta yang macet dan berdenu demi sebuah nostalgia dari
seporsi Asinan Betawi. 
 
Asinan Betawi memang tak hanya ada di Gang Sadar, Jembatan Merah,
Jakarta Selatan, ini. Di Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Kamboja,
Rawamangun,juga ada Asinan Betawi yang sudah berumur. Di tempat itu
pembeli bisa makan di tempat karena penjual asinan ini punya tempat
bernaung berupa warung. Soal rasa, semua tergantung selera. (pra)
 
Warta Kota
Minggu, 22 Juni 2008
________________________________________________________
 
Pernah tertipu
 
Anih dan Inah adalah dua dari 11 bersaudara putra-putri si jagoan Asinan
Betawi Jembatan Merah. Entah kekecewaan sebesar apa yang pernah menimpa
mereka sampai-sampai kapok menghadapi wartawan. Bahkan ketika beberapa
panitia menawari mereka untuk ikut pada acara jajanan yang sudah sering
digelar, acara pernikahan, atau mengisi di Arena Pekan Raya Jakarta
(PRJ), mereka menampiknya. "Capek kalau ikut kayak gitu. Enggak ada
tenaganya. Kita kan pagi-pagi udah harus belanja," kata Anih.
 
Untung Anih akhirnya mau angkat bicara setelah sebelumnya mereka berdua
tiba-tiba tutup mulut begitu tahu ada wartawan datang. "Abis dulu kita
pernah ditipu. Ada dari majalah katanya mau dikasih bonus sama
majalahnya. Sampai sekarang enggak pernah nongol. Dari koran itu juga
pernah dateng dua orang. Katanya korannya mau dianter, tapi akhirnya
kita beli sendiri. Jadi kita udah trauma sama wartawan," kata Inah yang
sempat tiba-tiba mengeluh sakit gigi sehingga tak mau bicara.
 
Dua bersaudara ini tentu saja cuma warga lugu yang berusaha melanjutkan
warisan orangtua. Mereka yang tak biasa dengan basa-basi orang Jakarta
yang kadang kebablasan, akhirnya memilih makin menyembunyikan diri.
"Pokoknya saya enggak tahu apa-apa. Kita cuma jualan aja di sini,"
tandas Anih. (pra)
 
Warta Kota
Minggu, 22 Juni 2008
________________________________________________________




-- 
Facebook me!
http://www.facebook
<http://www.facebook.com/people/Hori_Prastowo/1317077006>
.com/people/Hori_Prastowo/1317077006
http://www.linkedin <http://www.linkedin.com/in/horiprastowo>
.com/in/horiprastowo
 
  _____  

NOTE: The information contained in this e-mail is intended only for the
use of the individual or entity named above and may contain information
that is privileged, confidential and exempt from disclosure under
applicable law. If you are not the intended party to receive the message
and its attachment(s), you are hereby notified that any dissemination,
distribution or copy of the message is strictly prohibited. Please
immediately notify the sender and delete the message as soon as
possible. Thank you for kind attention. 

CATATAN: Email yang terkirim melalui PT. PERTAMINA EP bersifat pribadi
dan mungkin rahasia. Jika secara tidak sengaja Anda menerima surat
elektronik ini, mohon maaf. Sekiranya berkenan, mohon untuk memberitahu
kepada pihak pengirim akan kekhi lafannya serta menghapus suratnya.
Terima kasih atas perhatian Anda. 



-- 
Facebook me!
http://www.facebook
<http://www.facebook.com/people/Hori_Prastowo/1317077006>
.com/people/Hori_Prastowo/1317077006
http://www.linkedin <http://www.linkedin.com/in/horiprastowo>
.com/in/horiprastowo
 

------------------------------------------------------------
NOTE: The information contained in this e-mail is intended only for the use of 
the individual or entity named above and may contain information that is 
privileged, confidential and exempt from disclosure under applicable law. If 
you are not the intended party to receive the message and its attachment(s), 
you are hereby notified that any dissemination, distribution or copy of the 
message is strictly prohibited. Please immediately notify the sender and delete 
the message as soon as possible. Thank you for kind attention.

CATATAN: Email yang terkirim melalui PT. PERTAMINA EP bersifat pribadi dan 
mungkin rahasia. Jika secara tidak sengaja Anda menerima surat elektronik ini, 
mohon maaf. Sekiranya berkenan, mohon untuk memberitahu kepada pihak pengirim 
akan kekhilafannya serta menghapus suratnya. Terima kasih atas perhatian Anda.

Kirim email ke