Restoran ini apakah ada hubungannya dengan Restoran Seafood Bangkok 69 yang ada 
di La Piazza Kelapa Gading ya ?

  ----- Original Message ----- 
  From: Abdur Rohman 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, March 04, 2009 11:20 AM
  Subject: [bango-mania] 'Digigit' Kepiting Saos Bangkok!




        'Digigit' Kepiting Saos Bangkok! 

        Kepiting saos Bangkok dengan semburat kemerahan ini rasanya pedas manis 
memanjakan lidah. Meskipun tak begitu besar, kepitingnya segar melekat erat di 
cangkang. Belum lagi kerang hijau dengan taburan royal bawang putih ini, tak 
hanya baunya yang harum sedap. Rasanya yang gurih enak membuat mulut tak bisa 
berhenti mengunyah...

        DETIKfoodRestoran seafood Bangkok 69 ini tentunya sudah tak asing lagi 
bagi mereka yang tinggal di kawasan Bendungan Hilir atau yang berkantor di 
daerah Sudirman. Tempatnya yang berada di jantung kota inilah yang membuat 
restoran ini sering menjadi meeting point saya dan keluarga.

        Seorang pelayan membukakan pintu saat saya dan keluarga beramai-ramai 
melangkah masuk ke dalam restoran. Restoran Bangkok 69 sendiri cukup luas 
dengan tatanan meja bundar atau segi empat khas resto China. Di kedua pojok 
ruangan terdapat westafel dan di sisi kanan restoran pengunjung dapat melihat 
akuarium-akuarium berisi ikan hidup seperti bawal, ikan malas, nila, dll.

        Saat kami tiba beberapa meja telah terisi oleh pengunjung yang sedang 
asyik bersantap. Tak lama seorang pelayan dengan sigap membagikan buku menu. 
Menu seafood yang ditawarkan di resto ini menurut saya lumayan lengkap, mulai 
udang, cumi, ikan, kepiting, dan kerang hampir semua tersedia. Cara memasaknya 
pun beragam ada yang digoreng, di steam, direbus, dll.

        Yang menjadi andalan restoran ini adalah seafood yang dimasak dengan 
saos ala Bangkok. Menu favorit saya yang wajib dipesan saat berkunjung kesini 
adalah kepiting saos Bangkok dan kerang hijau bawang putih. Untuk sayuran ada 
tauge ikan asin atau kangkung hot plate yang merupakan favorit pengunjung.

        Malam itu pilihan kami jatuh pada kepiting saos Bangkok, kerang hijau 
bawang putih, cumi goreng tepung, dan ikan malas yang di steam. Sambil menunggu 
pesanan kami tiba sang pelayan mulai menata meja dengan acar timun dan saos 
sambal.

        Begitu hidangan disajikan di atas meja, kepiting pun menjadi sasaran 
pertama saya. Kepitingnya berukuran sedang, tidak terlalu besar terdiri dari 
kepiting betina dan jantan sesuai pesanan kami. Bongkahan telur berwarna oranye 
tersembul menggoda dengan siraman saos Bangkok berwarna semburat kemerahan. 
Hmm... air liur saya pun hampir menetes dibuatnya.

        Tak peduli dengan repotnya makan kepiting, kedua tangan saya sudah 
mencomot salah satu cangkang kepiting. Saos Bangkok yang bercampur antara manis 
pedas dan sedikit asam bercampur sempurna dengan daging kepiting yang terasa 
fresh, melekat erat di cangkang. Favorit saya adalah bagian cingkong kepiting 
yang gemuk, makin terasa enak saat disantap bersama saos Bangkok. Nyam nyam...

        Untuk kerang hijau sendiri digoreng dan disajikan masih melekat dengan 
cangkangnya. Ditaruh dalam piring oval besar bertabur cacahan bawang putih yang 
royal. Wangi bawang putih yang harum dan crispy sangat enak saat disantap baik 
dengan nasi atau tanpa nasi, rasanya hmm... kres kres gurih-gurih enak!

        Untuk ikan malas disajikan dalam wadah stainless yang memakai api kecil 
dibawahnya. Bagian tubuh ikan malas ini digurat gurat tipis dan sedikit berkuah 
berwarna kecokelatan. Bau amis ikan tak lagi tercium oleh hidung, yang ada 
hanyalah bau rempah yang menguar keluar. Ikannya segar karena langsung diambil 
dari akuarium, kuahnya enak dengan semburat jahe yang menghangatkan tubuh.

        Sambil menyantap ikan malas, tak ketinggalan saya pun mencicipi tauge 
yang dimasak bersama ikan asin. Sebenarnya Tauge ini tak begitu istimewa. Yang 
membedakannya adalah cara penyuguhannya saja, yaitu dibungkus dengan kertas 
alumunium foil yang dipanaskan, saat dibuka mengepulkan asap dan bau yang 
sedap. Meskipun begitu taugenya tidak dimasak hingga layu, sehingga saat 
dikunyah mesih terasa krenyes-krenyes di mulut.

        Entah sudah untuk keberapa kalinya sang pelayan mengganti piring putih 
yang berisi cangkang kepiting dan kerang di hadapan saya, juga merefill es teh 
yang hampir habis. Soal harga yang dipatok Bangkok 69 saya rasa standar seafood 
pada umumnya. O ya, bahkan dengan kartu kredit tertentu pengunjung memperoleh 
potongan sebesar 25%. Tak terasa malam semakin larut dan kami pun pulang dengan 
rasa puas dan perut kenyang. (de/ Odi)

        Restoran Bangkok 69
        Jl. Bendungan Hilir Raya No.23
        Jakarta
        Telp: 021-57853467
        Harga : Mulai Rp 20.000,00
        Jam Buka: 11.00 - 24.00 

        SUMBER: DETIKfood

        
http://kecap-bango.blogspot.com/2009/03/digigit-kepiting-saos-bangkok.html

       



  

Kirim email ke