> wah..baca aja sudah bikin air liur hampir netes..terima kasih atas infonya mas, resto ini sudah kami masukkan ke daftar resto yang wajib kami kunjungi.
salam, Ratih Rianto --- In [email protected], Abdur Rohman <arohmanm...@...> wrote: > > 'Digigit' Kepiting Saos Bangkok! > > > > > Kepiting > saos Bangkok dengan semburat kemerahan ini rasanya pedas manis > memanjakan lidah. Meskipun tak begitu besar, kepitingnya segar melekat > erat di cangkang. Belum lagi kerang hijau dengan taburan royal bawang > putih ini, tak hanya baunya yang harum sedap. Rasanya yang gurih enak > membuat mulut tak bisa berhenti mengunyah... > > DETIKfoodRestoran > seafood Bangkok 69 ini tentunya sudah tak asing lagi bagi mereka yang > tinggal di kawasan Bendungan Hilir atau yang berkantor di daerah > Sudirman. Tempatnya yang berada di jantung kota inilah yang membuat > restoran ini sering menjadi meeting point saya dan keluarga. > > Seorang > pelayan membukakan pintu saat saya dan keluarga beramai-ramai melangkah > masuk ke dalam restoran. Restoran Bangkok 69 sendiri cukup luas dengan > tatanan meja bundar atau segi empat khas resto China. Di kedua pojok > ruangan terdapat westafel dan di sisi kanan restoran pengunjung dapat > melihat akuarium-akuarium berisi ikan hidup seperti bawal, ikan malas, > nila, dll. > > Saat kami tiba beberapa meja telah terisi oleh > pengunjung yang sedang asyik bersantap. Tak lama seorang pelayan dengan > sigap membagikan buku menu. Menu seafood yang ditawarkan di resto ini > menurut saya lumayan lengkap, mulai udang, cumi, ikan, kepiting, dan > kerang hampir semua tersedia. Cara memasaknya pun beragam ada yang > digoreng, di steam, direbus, dll. > > Yang menjadi andalan restoran > ini adalah seafood yang dimasak dengan saos ala Bangkok. Menu favorit > saya yang wajib dipesan saat berkunjung kesini adalah kepiting saos > Bangkok dan kerang hijau bawang putih. Untuk sayuran ada tauge ikan > asin atau kangkung hot plate yang merupakan favorit pengunjung. > > Malam > itu pilihan kami jatuh pada kepiting saos Bangkok, kerang hijau bawang > putih, cumi goreng tepung, dan ikan malas yang di steam. Sambil > menunggu pesanan kami tiba sang pelayan mulai menata meja dengan acar > timun dan saos sambal. > > Begitu hidangan disajikan di atas meja, > kepiting pun menjadi sasaran pertama saya. Kepitingnya berukuran > sedang, tidak terlalu besar terdiri dari kepiting betina dan jantan > sesuai pesanan kami. Bongkahan telur berwarna oranye tersembul menggoda > dengan siraman saos Bangkok berwarna semburat kemerahan. Hmm... air > liur saya pun hampir menetes dibuatnya. > > Tak peduli dengan > repotnya makan kepiting, kedua tangan saya sudah mencomot salah satu > cangkang kepiting. Saos Bangkok yang bercampur antara manis pedas dan > sedikit asam bercampur sempurna dengan daging kepiting yang terasa > fresh, melekat erat di cangkang. Favorit saya adalah bagian cingkong > kepiting yang gemuk, makin terasa enak saat disantap bersama saos > Bangkok. Nyam nyam... > > Untuk kerang hijau sendiri digoreng dan > disajikan masih melekat dengan cangkangnya. Ditaruh dalam piring oval > besar bertabur cacahan bawang putih yang royal. Wangi bawang putih yang > harum dan crispy sangat enak saat disantap baik dengan nasi atau tanpa > nasi, rasanya hmm... kres kres gurih-gurih enak! > > Untuk ikan > malas disajikan dalam wadah stainless yang memakai api kecil > dibawahnya. Bagian tubuh ikan malas ini digurat gurat tipis dan sedikit > berkuah berwarna kecokelatan. Bau amis ikan tak lagi tercium oleh > hidung, yang ada hanyalah bau rempah yang menguar keluar. Ikannya segar > karena langsung diambil dari akuarium, kuahnya enak dengan semburat > jahe yang menghangatkan tubuh. > > Sambil menyantap ikan malas, tak > ketinggalan saya pun mencicipi tauge yang dimasak bersama ikan asin. > Sebenarnya Tauge ini tak begitu istimewa. Yang membedakannya adalah > cara penyuguhannya saja, yaitu dibungkus dengan kertas alumunium foil > yang dipanaskan, saat dibuka mengepulkan asap dan bau yang sedap. > Meskipun begitu taugenya tidak dimasak hingga layu, sehingga saat > dikunyah mesih terasa krenyes-krenyes di mulut. > > Entah sudah > untuk keberapa kalinya sang pelayan mengganti piring putih yang berisi > cangkang kepiting dan kerang di hadapan saya, juga merefill es teh yang > hampir habis. Soal harga yang dipatok Bangkok 69 saya rasa standar > seafood pada umumnya. O ya, bahkan dengan kartu kredit tertentu > pengunjung memperoleh potongan sebesar 25%. Tak terasa malam semakin > larut dan kami pun pulang dengan rasa puas dan perut kenyang. (de/ Odi) > > Restoran Bangkok 69 > Jl. Bendungan Hilir Raya No.23 > Jakarta > Telp: 021-57853467 > Harga : Mulai Rp 20.000,00 > Jam Buka: 11.00 - 24.00 > > SUMBER: > DETIKfoodhttp://kecap-bango.blogspot.com/2009/03/digigit-kepiting-saos-bangkok.html >
