kok gak buru2 diproduksi aja yah ?
dari pada bisanya cuma membatasi premium.
mending kan menggalakkan BBM alternatif.
tul gak ?

2008/2/16 Blie Putu <[EMAIL PROTECTED]>:

>    Info Teknik Dalam Negeri
> Bahan Bakar Nusantara (BBN)
> Dari Biota Laut Setara Pertamax
>
> [KLIK - Detail] Krisis energi mendorong banyak orang berkreasi dan
> melakukan penelitian. Termasuk penelitian tentang Bahan Bakar Minyak
> (BBM) yang semakin langka dan makin mahal harganya. Inilah yang
> mendorong BSW Adjikoesoemo dari komunitas Indonesia Bangkit melakukan
> riset biota laut yang dapat menghasilkan minyak.
>
> "Saya riset bertahun-tahun. Saya sadar bahwa negeri ini 50%
> dikelilingi laut yang sangat kaya biota laut atau semacam plangton, bisa
> diolah menjadi minyak mentah. Dan hasilnya berupa BBM setara Pertamax.
> Karena kadar oktannya sudah mendekati 94. Dan harga jualnya cukup
> menggiurkan karena hanya Rp 1.500 per liter," buka BSW
> Adjikoesoemoe.
>
> Akhirnya, "Temuan ini diberi nama Bahan Bakar Nusantara (BBN),"
> jelas BSW Adjikoesoemoe saat dijumpai di Perum Griya Mahkota, Blok J,
> No. 16, Yogyakarta. Menurutnya, untuk memproduksi BBN ini, tidak
> diperlukan biaya mahal. Karena biaya produksi per liter hanya perlu
> biaya antara Rp 340-500. [KLIK - Detail]
>
> "Jadi, memang sangat murah sekali. Dan dipastikan rakyat Indonesia
> tidak mengeluh boros mengeluarkan uang untuk membeli BBM yang saat ini
> teramat mahal," kata pria biasa disapa Bung AK ini.
>
> Biota laut masih dalam bentuk aslinya diproses atau diolah dan
> menghasilkan beberapa bagian. Di antaranya 60% air, 10% residu atau
> ampas dan 30% minyak mentah. Dari hasil yang 30% minyak mentah diproses
> lagi dengan cara penyulingan dan menghasilkan bensin, solar dan minyak
> tanah. Ampas juga bisa untuk pakan ternak, pupuk dan apabila dicampur
> tanah akan jadi seperti aspal.
>
> Dan untuk perkembangbiakan biota laut, bisa dilakukan di darat dengan
> kelembapan tertentu. Pemanenan biota laut, bisa dilakukan setiap 10 hari
> sekali. Setiap satu hektar lahan dapat menghasilkan 140 ribu liter.
>
> "Nantinya temuan ini akan saya serahkan ke pemerintah, biar mereka
> yang mengelola. Disamping itu, agar rakyat di negeri ini menjadi
> makmur," tutup Adjikoesoemo yang masih kerabat Sri Sultan ini.
> AKADEMISI BERKOMENTAR [KLIK - Detail] Dr. Supranto yang
> Ketua Pasca Sarjana Teknik Kimia Universitas Gagah Mada (UGM) Yogyakarta
> membenarkan adanya temuan biota laut yang dapat diolah jadi minyak.
> Biota laut yang dikembangkan berupa tumbuhan atau sejenis rumput laut.
> Atau tanaman rendah yang bayak mengandung asiri dan hidro karbon.
>
> "Biota laut jenis ini tidak terlihat mana batang, daun ataupun
> bunga, karena bentuknya sama semua. Dan jenis ini memang bisa
> dikembangkan di darat dengan kadar kelembapan udara tertentu," jelas
> bapak murah senyum ini.
>
> Dikatakan lebih lanjut, untuk pengolahan bisa ditempuh dengan dua cara.
> Yaitu, dengan ekstilasi, dimana biota laut diolah dengan cara dilarutkan
> dalam solven atau pelarut. Pelarut bisa berupa etanol, alkohol atau
> benzena.
>
> Cara kedua lewat langkah destilasi. "Atau orang biasa menyebutnya
> cara penyulingan. Relatif lebih murah dari langkah yang pertama. Karena
> dengan sistem pemanasan, akan dipisahkan menjadi bahan bakar padat, cair
> dan gas," terangnya lagi.
>
> Bahan bakar gas yang dimaksut LPG biasa dipakai untuk keperluan masak.
> Sedang yang cair bisa berupa minyak tanah, solar dan bensin. Dan dari
> hasil penyulingan itu, akan dihasilkan pirolosis atau termal craking.
> Itupun masih harus dipisahkan lagi antara bensin, solar, dan minyak
> tanah. Dan bensin yang dihasilkan mengandung oktan antara 86-94 atau
> hampir setara Pertamax.
>
> Juga akan terasa agak wangi karena kandungan alkoholnya tinggi. "Dan
> tidak menutup kemungkinan bahwa temuan Adji ini merupakan loncatan yang
> luar biasa dan harus digandeng oleh pemerintah selaku pihak yang sangat
> berkompeten," tutupnya penuh harap.
> HASIL UJI COBA EM-PLUS
> 1. Warna bensin kuning seperti Premium pada umumnya
> 2. Saat dicium, bau bensin memang rada lebih wangi. Kata Dr. Supranto
> karena masih mengandung alkohol.
> 3. Diuji di Yamaha Mio, bahan bakar yang sebelumnya ada di tangki dan
> karburator tentu dikuras.
> 4. Kemudian dituangkan bensin dari biota laut ini sebanyak
> setengah liter untuk dicoba.
> 5. Motor distandar tengah, mesin dinyalakan beberapa saat.
> Memainkan putaran mesin dan digas sampai mentok.
> 6. Motor dijalankan mulai dari Jl. Kaliurang, Km 6,5 menuju Kaliurang
> yang kontur jalannya semakin naik. Mulai dari jalan pelan dan stabil
> antara 30-40 km/jam.
> 7. Dicoba kecepatan tinggi setelah memasuki wilayah Pakem Km 15, jalan
> mulai naik dan turun. Pada kecepatan tinggi mesin juga tidak menimbulkan
> gejala mbrebet. Dan begitu sampai Kaliurang, bensin habis dan
> tidak mengalami hambatan.
>
> Sumber:
> http://www.motorplus-online.com/articles.asp?id=12003
>
>  
>



-- 
[agiel]
B 6115 KKU
-ordinary black scorpio-

Kirim email ke