hehehehehehe......
semua mentok di kantong pejabat.........

Pada tanggal 18/02/08, [agiel] <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>   yah mudah2an semua hasil penelitian ntu ada yg direalisasikan buat
> kepentingan rakyat banyak.
> yah maklum lah, namanya juga dijaman susah.
> klo bisa dibikin susah, buat apa dimudah2in.
> hehehehehe
>
> -piss-
> 2008/2/18 hendro cahyono <[EMAIL PROTECTED]>:
>
> >   beberapa waktu lalu gw juga lihat di news tv (lupa kapa dan tv mana)
> > disitu dijelaskan bahwa di jogja juga tengah dikembangkan produk BBM
> > berbahan baku air (kurang tahu apa ini kelanjutan dari lounching produk
> > pacitan yang disaksikan SBY).
> > dan menurut R&D dari UMY jogja, logikanya adalah :
> > air terdiri dari unsur hidrogen (H) jangankan cuman dinyalakan, lha wong
> > diledakkan aja bisa....(dengan logat jawa tengahnya)
> > dan hasil penelitian tersebut sangat fantastis,
> > air setelah melalui 4 proses (gw lupa apa aja), air tersebut telah
> > menjadi BBM dan ditayangkan pula diujicobakan ke sepeda motor supra dengan
> > posisi berboncengan ternyata ecess aja..... digeber tanpa terjadi
> > batuk-batuk....
> > terlihat pula diujicobakan pada mesin traktor. dapat berfungsi tanpa
> > kendala sama sekali...
> >
> > sungguh sangat bangga menjadi bangsa indonesia (jawa hihihi), ternyata
> > bangsa kita adalah bangsa yang cerdas, kreatif, inovatif dan cemerlang
> > disaat terdesak...
> > dari dalam hati saya ucapkan salut pada karya-karya bangsa yang luar
> > biasa tersebut....
> > semoga menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang terdepan nantinya....
> > amin
> >
> > selamat tinggal kemiskinan.... (mimpi dulu boleh... toh bentar lagi jadi
> > kenyataan)
> >
> >
> > On 2/16/08, Blie Putu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > >    Info Teknik Dalam Negeri
> > > Bahan Bakar Nusantara (BBN)
> > > Dari Biota Laut Setara Pertamax
> > >
> > > [KLIK - Detail] Krisis energi mendorong banyak orang berkreasi dan
> > > melakukan penelitian. Termasuk penelitian tentang Bahan Bakar Minyak
> > > (BBM) yang semakin langka dan makin mahal harganya. Inilah yang
> > > mendorong BSW Adjikoesoemo dari komunitas Indonesia Bangkit melakukan
> > > riset biota laut yang dapat menghasilkan minyak.
> > >
> > > "Saya riset bertahun-tahun. Saya sadar bahwa negeri ini 50%
> > > dikelilingi laut yang sangat kaya biota laut atau semacam plangton,
> > > bisa
> > > diolah menjadi minyak mentah. Dan hasilnya berupa BBM setara Pertamax.
> > > Karena kadar oktannya sudah mendekati 94. Dan harga jualnya cukup
> > > menggiurkan karena hanya Rp 1.500 per liter," buka BSW
> > > Adjikoesoemoe.
> > >
> > > Akhirnya, "Temuan ini diberi nama Bahan Bakar Nusantara (BBN),"
> > > jelas BSW Adjikoesoemoe saat dijumpai di Perum Griya Mahkota, Blok J,
> > > No. 16, Yogyakarta. Menurutnya, untuk memproduksi BBN ini, tidak
> > > diperlukan biaya mahal. Karena biaya produksi per liter hanya perlu
> > > biaya antara Rp 340-500. [KLIK - Detail]
> > >
> > > "Jadi, memang sangat murah sekali. Dan dipastikan rakyat Indonesia
> > > tidak mengeluh boros mengeluarkan uang untuk membeli BBM yang saat ini
> > > teramat mahal," kata pria biasa disapa Bung AK ini.
> > >
> > > Biota laut masih dalam bentuk aslinya diproses atau diolah dan
> > > menghasilkan beberapa bagian. Di antaranya 60% air, 10% residu atau
> > > ampas dan 30% minyak mentah. Dari hasil yang 30% minyak mentah
> > > diproses
> > > lagi dengan cara penyulingan dan menghasilkan bensin, solar dan minyak
> > > tanah. Ampas juga bisa untuk pakan ternak, pupuk dan apabila dicampur
> > > tanah akan jadi seperti aspal.
> > >
> > > Dan untuk perkembangbiakan biota laut, bisa dilakukan di darat dengan
> > > kelembapan tertentu. Pemanenan biota laut, bisa dilakukan setiap 10
> > > hari
> > > sekali. Setiap satu hektar lahan dapat menghasilkan 140 ribu liter.
> > >
> > > "Nantinya temuan ini akan saya serahkan ke pemerintah, biar mereka
> > > yang mengelola. Disamping itu, agar rakyat di negeri ini menjadi
> > > makmur," tutup Adjikoesoemo yang masih kerabat Sri Sultan ini.
> > > AKADEMISI BERKOMENTAR [KLIK - Detail] Dr. Supranto yang
> > > Ketua Pasca Sarjana Teknik Kimia Universitas Gagah Mada (UGM)
> > > Yogyakarta
> > > membenarkan adanya temuan biota laut yang dapat diolah jadi minyak.
> > > Biota laut yang dikembangkan berupa tumbuhan atau sejenis rumput laut.
> > > Atau tanaman rendah yang bayak mengandung asiri dan hidro karbon.
> > >
> > > "Biota laut jenis ini tidak terlihat mana batang, daun ataupun
> > > bunga, karena bentuknya sama semua. Dan jenis ini memang bisa
> > > dikembangkan di darat dengan kadar kelembapan udara tertentu," jelas
> > > bapak murah senyum ini.
> > >
> > > Dikatakan lebih lanjut, untuk pengolahan bisa ditempuh dengan dua
> > > cara.
> > > Yaitu, dengan ekstilasi, dimana biota laut diolah dengan cara
> > > dilarutkan
> > > dalam solven atau pelarut. Pelarut bisa berupa etanol, alkohol atau
> > > benzena.
> > >
> > > Cara kedua lewat langkah destilasi. "Atau orang biasa menyebutnya
> > > cara penyulingan. Relatif lebih murah dari langkah yang pertama.
> > > Karena
> > > dengan sistem pemanasan, akan dipisahkan menjadi bahan bakar padat,
> > > cair
> > > dan gas," terangnya lagi.
> > >
> > > Bahan bakar gas yang dimaksut LPG biasa dipakai untuk keperluan masak.
> > > Sedang yang cair bisa berupa minyak tanah, solar dan bensin. Dan dari
> > > hasil penyulingan itu, akan dihasilkan pirolosis atau termal craking.
> > > Itupun masih harus dipisahkan lagi antara bensin, solar, dan minyak
> > > tanah. Dan bensin yang dihasilkan mengandung oktan antara 86-94 atau
> > > hampir setara Pertamax.
> > >
> > > Juga akan terasa agak wangi karena kandungan alkoholnya tinggi. "Dan
> > > tidak menutup kemungkinan bahwa temuan Adji ini merupakan loncatan
> > > yang
> > > luar biasa dan harus digandeng oleh pemerintah selaku pihak yang
> > > sangat
> > > berkompeten," tutupnya penuh harap.
> > > HASIL UJI COBA EM-PLUS
> > > 1. Warna bensin kuning seperti Premium pada umumnya
> > > 2. Saat dicium, bau bensin memang rada lebih wangi. Kata Dr. Supranto
> > > karena masih mengandung alkohol.
> > > 3. Diuji di Yamaha Mio, bahan bakar yang sebelumnya ada di tangki dan
> > > karburator tentu dikuras.
> > > 4. Kemudian dituangkan bensin dari biota laut ini sebanyak
> > > setengah liter untuk dicoba.
> > > 5. Motor distandar tengah, mesin dinyalakan beberapa saat.
> > > Memainkan putaran mesin dan digas sampai mentok.
> > > 6. Motor dijalankan mulai dari Jl. Kaliurang, Km 6,5 menuju Kaliurang
> > > yang kontur jalannya semakin naik. Mulai dari jalan pelan dan stabil
> > > antara 30-40 km/jam.
> > > 7. Dicoba kecepatan tinggi setelah memasuki wilayah Pakem Km 15, jalan
> > > mulai naik dan turun. Pada kecepatan tinggi mesin juga tidak
> > > menimbulkan
> > > gejala mbrebet. Dan begitu sampai Kaliurang, bensin habis dan
> > > tidak mengalami hambatan.
> > >
> > > Sumber:
> > > http://www.motorplus-online.com/articles.asp?id=12003
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> > --
> > hendro
> > 0812 841 8958
> > http://ryolix.multiply.com/
> > [EMAIL PROTECTED]
> >
>
>
>
> --
> [agiel]
> B 6115 KKU
> -ordinary black scorpio-
>
>  
>



-- 
Ophet
0818-08807388
bebex penjelajah/BekaKak-003
www.bekakak.or.id
http://blackkarisma.multiply.com/
#Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu
di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang
mengasihmu di akhirat#
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke