gw jadi kepikiran (note: tanpa bermaksud SARA!)

kalo patokan 2detiknya pake kalimat2 dzikir or 2kalimat syahadat,
seandainyapun nabrak or ketabrak, Allah ridho kalee..... :-)

muun maaf bagi yg non muslim, ya...
mungkin buat yg non muslim, ada kalimat tersendiri...?
(baca: sesuai kepercayaan masing2!)


sekedar share,
Galan!



On 14/03/2008, piet baskoro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
dearest...

emang kalo ngomongin buah jarak yang cuman bertahan 2 detik itu susah
obatnya yah.. kekekek
yang paling penting adalah posisi.. jangan sampe kita segaris/sejajar dengan
lawan.. sebisa mungkin ambil agak sedikit kekakana atau ke kiri lawan..
bisanya posisi ini lebih enak untuk bereaksi lebih.. itu ajah kali tambahan
dari emak.. kekekeke

thanks,



2008/3/14 hendro cahyono <[EMAIL PROTECTED]>:
tadi gw coba praktekan jarak 2 detik....
kesimpulan
semakin kencang kita (seimbang dengan kendaraan depan), nilai jarak terhadap
waktu adalah berbanding terbalik.
semakin kencang, semakin jauh pula jarak kita.....
maka aku pake alternatif adalah jarak

dimana aku cenderung "harus" bisa melihat depan dari kendaraan didepanku.
sehingga reaksi yang bs kuambil adalah segera dapat menghindar dan
mengantisipasi reaksi dari pengendara didepanku terhadap kendaraan
didepannya. bingung ga dengan kata kataku hehehe

jadi posisi yang kupertahankan adalah di belakang kanan dia dan mengatur
space dengan sisi kananku. jika tdkada space aku ambil tindakan lebih baik
mengurangi kecepatan dan dalam posisi lurus dalam jarak yang kuasumsikan
aman.... dalam mengerem. jika ruang hindar tidak terpenuhi....

tau deh, bener apa salah asumsiku ya...
mohon diluruskan

Kirim email ke