ssiiippp
betuulll sekali yg bro Alex katakan...
masih lekat yah HSE-nya :-) salut...

dan sependapat juga bahwa HSE (sehat-slamet) itu mahal...
dan akan lebih mahal lagi kalo sudah terjadi....

dan masalah tender...
biasanya kalo tendernya lokal sih cm basa basi ttg OHSAS maupun K3-nya....
tp kalo company luar...
K3 adalah lapis pertama...
ga lolos verifikasi...
ya cm akan gigit jari....

nah sehubungan dengan kondisi yg ada ya seperti adanya yg kita lihat
sekarang, mau apa lagi kita..
tetep menyalahkan?
tetep mengumpat?
tetep ngelus dada?

atau "berbuat dan bersikap pada diri sendiri?" :-)

saya cm pengen mengajak rekan-rekan untuk memandang sisi lain dari sekedar
menyalahkan saja :-)




On 5/15/08, Alex Setia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    Bro sebenarnya, kalo truk-truk pengangkut itu menerapkan HSE, mestinya
> tanah tidak akan berceceran di jalan. Dump truck yang dipake sudah tua, dan
> dalam mengangkut tanah kadang melebihi baknya sehingga sering jatuh ke
> jalan, terus mestinya truk tanah itu menutup bak yang sudah berisi dengan
> tanah dengan terpal, sehingga tanah tidak berhamburan keluar, terus sebelum
> meninggalkan lokasi penggalian, dump truck tersebut masuk area pembersihan,
> dimana ban-bannya disemprot dengan steam sehingga pas keluar lokasi proyek
> ban-ban dump truck sudah bersih sehingga tidak mengotori jalan.
>
>
>
> Secara gitu lho gue pernah dapat training K-3 & HSE dikantor yang lama,
> dulu gue di Kontraktor bro, jadi paling gak tau masalah tersebut. Cuma ya
> itu kalo kata bro hendro kembali ke attitude dan awareness kita tehadap
> penerapan K-3. sebenarnya kontraktor-kontraktor yang mengerjakan proyek
> tersebut sudah mempunyai sertifikat OHSASS, karena dalam proses tender
> banjir kanal mempersyaratkan sertifikat tersebut , Cuma ya itu kembali ke
> Laptop kita perduli atau tidak. HSE itu mahal, sehingga banyak yang tidak
> menerapkan hal tersebut hanya untuk memperbanyak margin profit sehingga
> mengabaikan kepentingan pengguna jalan lainnya. mahal mana bersihn tru
>
>
>
> Salam
>
>
>
> *Alex Setia***
>
> Group Life & Health Underwriting
>  ------------------------------
>
> *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On
> Behalf Of *fajar budiman
> *Sent:* 15 Mei 2008 11:13
> *To:* [email protected]
> *Subject:* re: [BekaKak] OOT: Proyek jalan licin
>
>
>
> yah itulah efek yang harus diterima dari sebuah pembangunan berskala besar
> mau gak mau........
>
> *Ochep <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
>
>
>
>
> *Written by* Andry Berlianto, on 15-05-2008 10:24
>
> [image: Active Image]Jakarta diguyur hujan lagi malam tadi (15/5), alamat
> jalan jalur proyek Banjir Kanal Timur bakal di lumuri tanah liat yang bisa
> bikin ban motor tergelincir. Buat yang tidak punya pilihan lain soal rute
> mungkin harus berserah diri kendaraannya kembali dilumuri warna coklat
> tanah. Entah sistem kebersihan seperti apa yang sudah dilakukan oleh pemilik
> proyek BKT demi menghindari lumuran tanah liat yang berserakan di jalan
> raya. Saat kering tanah-tanah membentuk gundukan-gundukan kecil dan saat
> basah gundukan itu pun cair dan membuat licin jalan. Truk-truk besar yang
> datang silih berganti tampaknya tak terlihat mumpuni untuk membawa tanah
> galian, yang ada tanah pun sedikit demi sedikit meluncur lewat lubang-lubang
> kecil di sisi bak truk. Korbannya siapa lagi kalau bukan pengguna jalan lain
> yang lagi-lagi harusmengurut dada karena harapannya melintas di jalan mulus
> ternyata hanya mimpi belaka.
>
>
>
> Bersambung... <http://www.jalanraya.net/>
>
>
> Y. Andi Pramantyo
> [Andi] [Betedz] [Ochep]
> http://www.jalanraya.net
> http://betedz.multiply.com
>
>
>
>
> -----
> Fight back spam! Download the Blue Frog.
> http://www.bluesecurity.com/register/s?user=Y3V0ZV9yYWlzaGE%3D
>  ------------------------------
>
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
> Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http:/id.answers.yahoo.com/>
>
> 
>



-- 
hendro
0812 841 8958
I'M breAkinG thE RuLes GonNa Act liKe a fool

Kirim email ke