sepi bener yak ?

*Ketanggor Tetangga Sontoloyo *

 Senin 30 Juni 2008, Jam: 8:57:00

 Punya tetangga jadi provokator memang repot. Selingkuh sama suaminya juga
tidak, Ny. Tukisah, 40, sudah cerita ke sana kemari. Ironisnya, ketika Ny.
Marini, 38, mencoba klarifikasi, malah dianiaya di depan umum, bahkan
dituduh perempuan gatel segala. Ny. Tukisah memang sontoloyo!

Adab bertetangga harus penuh tenggangrasa dan toleransi. Harus juga siap
berbagi kerepotan. Kalau tetangga punya gawe, ikut bantu-membantu masak.
Jika tetangga berduka juga ikut menghiburnya. Begitu juga saat tetangga
dalam kerepotan ekonomi, juga harus rela membantu meringankan beban, paling
tidak ngutangi. Punya makanan enak, tetangga juga dikirimi, jangan hanya
mencium baunya doang. Bahkan sebuah hadis Nabi mengatakan, tidak diterima
haji seseorang, bilamana saat dia berangkat ke Mekah tetangganya ada yang
kelaparan.

Lalu kalau punya tetangga berwajah cantik, putih bersih dan betis mbunting
padi, bagaimana? Wah, ini yang pusing malah suami Ny. Tukisah, warga Desa
Lombok Kulon Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso (Jatim). Soalnya, begitu
baiknya Ny. Marini tetangganya tersebut, dia sering mengirim makanan ini itu
buat keluarganya. Bahkan ketika keslepek butuh (keperluan mendadak), dengan
suka hati dia mau meminjamkan uangnya. "Cantik orangnya, cantik pula budi
bahasanya," kata Hendro, 46, suami Tukisah kelepasan ngomong.

Akibat ucapannya yang kelepasan, Ny. Tukisah memang pernah mengancam
suaminya dengan kata-kata: "Muni pisan engkas klakon sesak gundulmu (ngomong
sekali lagi, benjol kepalamu)". Ya, Tukisah memang tidak suka mendengar
suaminya menyanjung wanita lain di depannya. Apa lagi dia sudah kadung tahu
"track rekord" suaminya dalam urusan perwanitaan. Berulangkali dia dapat
info jika Hendro suka ada main dengan perempuan lain. Kalau saja
penyelewengan dana rumahtangga bisa dilaporkan ke KPK, sudah jauh-jauh hari
Tukisah menemui Antasari Azhar ke Jakarta.

Gila memang Hendro ini. Kayak kurang bahan selingkuhan saja, tetangga
sendiri mau "ditelateni" juga. Belum kenyang rupanya dia menyakiti hati
istri, kini Ny. Marini sering pula dikirimi SMS mesra. Yank-yenk melulu,
dari soal masakannya yang enak, sampai pasti enak pula orang yang
memasaknya.Tapi selama ini Ny. Marini hanya menjawab datar SMS Hendro. Kalau
tidak dengan kata "terima kasih atas sanjungannya", paling-paling menjawab
dengan kata singkat "Insya Allah", persis gaya Amien Rais saat meluncurkan
wacana "Poros Tengah" setelah reformasi.

Istri tetangga ini memang perempuan bijak. Meski dalam SMS-nya Hendro sering
mengajak ke urusan "poros tengah", dia cukup tak melayani saja, tanpa perlu
mengadu ke suami atau melapor pada Ny. Tukisah. Padahal, sekali saja dia
cemuwit (ngomong) soal kelakuan Hendro lewat SMS-SMS itu, pastilah bakal
terjadi Perang Baratayuda Jaya Binangun. Bila ini terjadi, jika Hendro tidak
sampai nyembah-nyembah njaluk diuripi (dikasih hidup), Ny. Marini mau
disumpal serabi Notosuman, Solo. "Aku mencoba diam kan karena menjaga jangan
terjadi keributan antar tetangga," kata Ny. Marini dalam hati.

Marini menyatakan sikap ini, karena kemudian di lapangan justru faktanya
terlabik-labik. Yang genit manakala lihat perempuan cantik adalah Hendro
suaminya, Ny. Tukisah justru menyebar isyu bahwa Ny. Marini yang gatelan dan
suka mengganggu suami orang. Oh, kalau saja tidak takut dosa, ingin rasanya
Ny. Tukisah ini "dimunirkan" saja biar tidak bekoar ke sana kemari. Atau
bongkar saja fakta sesungguhnya di lapangan? Ny. Marini tak tega Hendro si
tetangga itu sampai kehilangan muka, sehingga tak bisa raup (bersihkan muka)
lagi!

Agaknya Ny. Tukisah memang wanita tak tahu diuntung. Saat pulang bezuk
tetangga yang baru lahiran, di depan ibu-ibu dia menunjuk-nunjuk Ny. Marini
sebagai perempuan gatelan. Tentu saja Marini tak terima, sehingga cekcok pun
terjadilah. Tapi ternyata istri Hendro itu lebih galakan. Karena badannya
lebih gede nyaris seperti Bu RT dalam sinetron "Para suami takut istri", Ny.
Marini tak berkutik dijambak dan dipukulinya. Nah, atas perlakuan yang
semena-mena tak berdasarkan fakta itulah, dia segera mengadu ke Polsek
Wonosari. "Sontoloyo. Yang genit suaminya, kok saya yang dituduh gatelan,"
kata Marini sendu.

Minta digaruk? Yang nulis juga mau kok Bu!
 (JP/Gunarso TS)

-- 
[agiel]
B 6115 KKU
-ordinary black scorpio-

Kirim email ke