beda Lex... gw lebih beringas hehehe
On 7/1/08, Alex Setia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kelakuannya sama gak yah…? > > > > *Alex Setia*** > > Group Life & Health Underwriting > ------------------------------ > > *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On > Behalf Of *fajar fajar > *Sent:* 01 Juli 2008 10:59 > *To:* [email protected] > *Subject:* Re: [BekaKak] Kisah Om Hendro > > > > gak cuma nama ..... > > 2008/7/1 Alex Setia <[EMAIL PROTECTED]>: > > Namanya sama yah kaya mas sampeyan… Hendro… ? > > > > *Alex Setia* > > Group Life & Health Underwriting > ------------------------------ > > *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On > Behalf Of *[agiel] > *Sent:* 01 Juli 2008 10:51 > *To:* [email protected] > *Subject:* [BekaKak] Kisah Om Hendro > > > > sepi bener yak ? > > *Ketanggor Tetangga Sontoloyo * > > > > > > Senin 30 Juni 2008, Jam: 8:57:00 > > > > > > Punya tetangga jadi provokator memang repot. Selingkuh sama suaminya juga > tidak, Ny. Tukisah, 40, sudah cerita ke sana kemari. Ironisnya, ketika Ny. > Marini, 38, mencoba klarifikasi, malah dianiaya di depan umum, bahkan > dituduh perempuan gatel segala. Ny. Tukisah memang sontoloyo! > > Adab bertetangga harus penuh tenggangrasa dan toleransi. Harus juga siap > berbagi kerepotan. Kalau tetangga punya gawe, ikut bantu-membantu masak. > Jika tetangga berduka juga ikut menghiburnya. Begitu juga saat tetangga > dalam kerepotan ekonomi, juga harus rela membantu meringankan beban, paling > tidak ngutangi. Punya makanan enak, tetangga juga dikirimi, jangan hanya > mencium baunya doang. Bahkan sebuah hadis Nabi mengatakan, tidak diterima > haji seseorang, bilamana saat dia berangkat ke Mekah tetangganya ada yang > kelaparan. > > Lalu kalau punya tetangga berwajah cantik, putih bersih dan betis mbunting > padi, bagaimana? Wah, ini yang pusing malah suami Ny. Tukisah, warga Desa > Lombok Kulon Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso (Jatim). Soalnya, begitu > baiknya Ny. Marini tetangganya tersebut, dia sering mengirim makanan ini itu > buat keluarganya. Bahkan ketika keslepek butuh (keperluan mendadak), dengan > suka hati dia mau meminjamkan uangnya. "Cantik orangnya, cantik pula budi > bahasanya," kata Hendro, 46, suami Tukisah kelepasan ngomong. > > Akibat ucapannya yang kelepasan, Ny. Tukisah memang pernah mengancam > suaminya dengan kata-kata: "Muni pisan engkas klakon sesak gundulmu (ngomong > sekali lagi, benjol kepalamu)". Ya, Tukisah memang tidak suka mendengar > suaminya menyanjung wanita lain di depannya. Apa lagi dia sudah kadung tahu > "track rekord" suaminya dalam urusan perwanitaan. Berulangkali dia dapat > info jika Hendro suka ada main dengan perempuan lain. Kalau saja > penyelewengan dana rumahtangga bisa dilaporkan ke KPK, sudah jauh-jauh hari > Tukisah menemui Antasari Azhar ke Jakarta. > > Gila memang Hendro ini. Kayak kurang bahan selingkuhan saja, tetangga > sendiri mau "ditelateni" juga. Belum kenyang rupanya dia menyakiti hati > istri, kini Ny. Marini sering pula dikirimi SMS mesra. Yank-yenk melulu, > dari soal masakannya yang enak, sampai pasti enak pula orang yang > memasaknya.Tapi selama ini Ny. Marini hanya menjawab datar SMS Hendro. Kalau > tidak dengan kata "terima kasih atas sanjungannya", paling-paling menjawab > dengan kata singkat "Insya Allah", persis gaya Amien Rais saat meluncurkan > wacana "Poros Tengah" setelah reformasi. > > Istri tetangga ini memang perempuan bijak. Meski dalam SMS-nya Hendro > sering mengajak ke urusan "poros tengah", dia cukup tak melayani saja, tanpa > perlu mengadu ke suami atau melapor pada Ny. Tukisah. Padahal, sekali saja > dia cemuwit (ngomong) soal kelakuan Hendro lewat SMS-SMS itu, pastilah bakal > terjadi Perang Baratayuda Jaya Binangun. Bila ini terjadi, jika Hendro tidak > sampai nyembah-nyembah njaluk diuripi (dikasih hidup), Ny. Marini mau > disumpal serabi Notosuman, Solo. "Aku mencoba diam kan karena menjaga jangan > terjadi keributan antar tetangga," kata Ny. Marini dalam hati. > > Marini menyatakan sikap ini, karena kemudian di lapangan justru faktanya > terlabik-labik. Yang genit manakala lihat perempuan cantik adalah Hendro > suaminya, Ny. Tukisah justru menyebar isyu bahwa Ny. Marini yang gatelan dan > suka mengganggu suami orang. Oh, kalau saja tidak takut dosa, ingin rasanya > Ny. Tukisah ini "dimunirkan" saja biar tidak bekoar ke sana kemari. Atau > bongkar saja fakta sesungguhnya di lapangan? Ny. Marini tak tega Hendro si > tetangga itu sampai kehilangan muka, sehingga tak bisa raup (bersihkan muka) > lagi! > > Agaknya Ny. Tukisah memang wanita tak tahu diuntung. Saat pulang bezuk > tetangga yang baru lahiran, di depan ibu-ibu dia menunjuk-nunjuk Ny. Marini > sebagai perempuan gatelan. Tentu saja Marini tak terima, sehingga cekcok pun > terjadilah. Tapi ternyata istri Hendro itu lebih galakan. Karena badannya > lebih gede nyaris seperti Bu RT dalam sinetron "Para suami takut istri", Ny. > Marini tak berkutik dijambak dan dipukulinya. Nah, atas perlakuan yang > semena-mena tak berdasarkan fakta itulah, dia segera mengadu ke Polsek > Wonosari. "Sontoloyo. Yang genit suaminya, kok saya yang dituduh gatelan," > kata Marini sendu. > > Minta digaruk? Yang nulis juga mau kok Bu! > > > > (JP/Gunarso TS) > > > > > > -- > [agiel] > B 6115 KKU > -ordinary black scorpio- > > > > > -- hendro 0812 841 8958 I'M breAkinG thE RuLes GonNa Act liKe a fool
