Namanya sama yah kaya mas sampeyan... Hendro... ?

Alex Setia
Group Life & Health Underwriting
________________________________
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of [agiel]
Sent: 01 Juli 2008 10:51
To: [email protected]
Subject: [BekaKak] Kisah Om Hendro


sepi bener yak ?
Ketanggor Tetangga Sontoloyo





Senin 30 Juni 2008, Jam: 8:57:00





Punya tetangga jadi provokator memang repot. Selingkuh sama suaminya juga 
tidak, Ny. Tukisah, 40, sudah cerita ke sana kemari. Ironisnya, ketika Ny. 
Marini, 38, mencoba klarifikasi, malah dianiaya di depan umum, bahkan dituduh 
perempuan gatel segala. Ny. Tukisah memang sontoloyo!

Adab bertetangga harus penuh tenggangrasa dan toleransi. Harus juga siap 
berbagi kerepotan. Kalau tetangga punya gawe, ikut bantu-membantu masak. Jika 
tetangga berduka juga ikut menghiburnya. Begitu juga saat tetangga dalam 
kerepotan ekonomi, juga harus rela membantu meringankan beban, paling tidak 
ngutangi. Punya makanan enak, tetangga juga dikirimi, jangan hanya mencium 
baunya doang. Bahkan sebuah hadis Nabi mengatakan, tidak diterima haji 
seseorang, bilamana saat dia berangkat ke Mekah tetangganya ada yang kelaparan.

Lalu kalau punya tetangga berwajah cantik, putih bersih dan betis mbunting 
padi, bagaimana? Wah, ini yang pusing malah suami Ny. Tukisah, warga Desa 
Lombok Kulon Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso (Jatim). Soalnya, begitu 
baiknya Ny. Marini tetangganya tersebut, dia sering mengirim makanan ini itu 
buat keluarganya. Bahkan ketika keslepek butuh (keperluan mendadak), dengan 
suka hati dia mau meminjamkan uangnya. "Cantik orangnya, cantik pula budi 
bahasanya," kata Hendro, 46, suami Tukisah kelepasan ngomong.

Akibat ucapannya yang kelepasan, Ny. Tukisah memang pernah mengancam suaminya 
dengan kata-kata: "Muni pisan engkas klakon sesak gundulmu (ngomong sekali 
lagi, benjol kepalamu)". Ya, Tukisah memang tidak suka mendengar suaminya 
menyanjung wanita lain di depannya. Apa lagi dia sudah kadung tahu "track 
rekord" suaminya dalam urusan perwanitaan. Berulangkali dia dapat info jika 
Hendro suka ada main dengan perempuan lain. Kalau saja penyelewengan dana 
rumahtangga bisa dilaporkan ke KPK, sudah jauh-jauh hari Tukisah menemui 
Antasari Azhar ke Jakarta.

Gila memang Hendro ini. Kayak kurang bahan selingkuhan saja, tetangga sendiri 
mau "ditelateni" juga. Belum kenyang rupanya dia menyakiti hati istri, kini Ny. 
Marini sering pula dikirimi SMS mesra. Yank-yenk melulu, dari soal masakannya 
yang enak, sampai pasti enak pula orang yang memasaknya.Tapi selama ini Ny. 
Marini hanya menjawab datar SMS Hendro. Kalau tidak dengan kata "terima kasih 
atas sanjungannya", paling-paling menjawab dengan kata singkat "Insya Allah", 
persis gaya Amien Rais saat meluncurkan wacana "Poros Tengah" setelah reformasi.

Istri tetangga ini memang perempuan bijak. Meski dalam SMS-nya Hendro sering 
mengajak ke urusan "poros tengah", dia cukup tak melayani saja, tanpa perlu 
mengadu ke suami atau melapor pada Ny. Tukisah. Padahal, sekali saja dia 
cemuwit (ngomong) soal kelakuan Hendro lewat SMS-SMS itu, pastilah bakal 
terjadi Perang Baratayuda Jaya Binangun. Bila ini terjadi, jika Hendro tidak 
sampai nyembah-nyembah njaluk diuripi (dikasih hidup), Ny. Marini mau disumpal 
serabi Notosuman, Solo. "Aku mencoba diam kan karena menjaga jangan terjadi 
keributan antar tetangga," kata Ny. Marini dalam hati.

Marini menyatakan sikap ini, karena kemudian di lapangan justru faktanya 
terlabik-labik. Yang genit manakala lihat perempuan cantik adalah Hendro 
suaminya, Ny. Tukisah justru menyebar isyu bahwa Ny. Marini yang gatelan dan 
suka mengganggu suami orang. Oh, kalau saja tidak takut dosa, ingin rasanya Ny. 
Tukisah ini "dimunirkan" saja biar tidak bekoar ke sana kemari. Atau bongkar 
saja fakta sesungguhnya di lapangan? Ny. Marini tak tega Hendro si tetangga itu 
sampai kehilangan muka, sehingga tak bisa raup (bersihkan muka) lagi!

Agaknya Ny. Tukisah memang wanita tak tahu diuntung. Saat pulang bezuk tetangga 
yang baru lahiran, di depan ibu-ibu dia menunjuk-nunjuk Ny. Marini sebagai 
perempuan gatelan. Tentu saja Marini tak terima, sehingga cekcok pun 
terjadilah. Tapi ternyata istri Hendro itu lebih galakan. Karena badannya lebih 
gede nyaris seperti Bu RT dalam sinetron "Para suami takut istri", Ny. Marini 
tak berkutik dijambak dan dipukulinya. Nah, atas perlakuan yang semena-mena tak 
berdasarkan fakta itulah, dia segera mengadu ke Polsek Wonosari. "Sontoloyo. 
Yang genit suaminya, kok saya yang dituduh gatelan," kata Marini sendu.

Minta digaruk? Yang nulis juga mau kok Bu!



(JP/Gunarso TS)





--
[agiel]
B 6115 KKU
-ordinary black scorpio-

Kirim email ke