ini lagi...subjek apaa....cerita apa...
dah dua kali hari ini...
dah pengen pulang ya pak..?

2008/8/1 Alex Setia <[EMAIL PROTECTED]>

>   Phet yang rencana ke mekar sari jadi kagak. ?
> Tanggal 17-18 Agustus kan pada libur tuh gak bikin acara nih menyambut
> agustusan gitu, apa kek tarik tambang pake motor,
>
> Salam
>
> Alex Setia
> Group Life & Health Underwriting
>
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected] <bekakak%40yahoogroups.com> [mailto:
> [email protected] <bekakak%40yahoogroups.com>] On Behalf Of Ophet
> Sent: 01 Agustus 2008 15:45
> To: [email protected] <bekakak%40yahoogroups.com>
> Subject: Re: [BekaKak] OOT - Interview dengan Penyanyi Dangdut
>
> akhirny di tanyain juga
> hehehehe
>
> 2008/8/1 hendro cahyono <[EMAIL PROTECTED]<hendro.cahyono%40gmail.com>
> >:
> > tujuan dan maksudnya apa ya?
> >
> > On 8/1/08, ary kurniawan <[EMAIL PROTECTED] <altamis1%40gmail.com>>
> wrote:
> >>
> >> Dear all,
> >>
> >> Saya punya kawan, seorang wartawan..
> >> Terakhir, dia tercatat sebagai wartawan majalah playboy..
> >> Sekali waktu, dia ditugaskan interview dengan salah seorang penyanyi
> >> dangdut...
> >> Simak deh...
> >>
> >>
> >> ----------------------------------------------------------
> >>
> >> Saya hampir menolaknya, karena saya awam dangdut.
> >>
> >> Tapi, sang kawan menyuruh saya membuka Youtube dan Facebook. Ternyata,
> dia
> >> ada di sana. Mieke Asmara namanya. Kelahiran Sukabumi, 24 April 1977.
> Video
> >> klipnya "Merem Melek" ternyata bisa dilihat di Youtube. Mungkin supaya
> lebih
> >> mempopulerkan namanya. Mieke tipikal penyanyi dangdut. Make up menor.
> >> Sedikit menggoda. Yah, kamu bisa lihat sendiri lah di foto ini.
> >>
> >> Mieke adalah kisah klise para pencari popularitas. Seperti lagu Tince
> >> Sukarti Binti Mahmud, yang ditulis Iwan Fals. Konon, Mieke adalah
> seorang
> >> mantan penyanyi dangdut tingkat kelurahan di Sukabumi. Konon lagi, ia
> hijrah
> >> ke Jakarta dengan impian untuk menjadi seorang bintang besar. Namun
> >> impiannya hancur ketika mengikuti sebuah audisi reality show dangdut di
> >> salah satu televisi swasta. Oleh dewan juri ia disebut tak bebakat dan
> lebih
> >> baik memikirkan karir alternatif. Sekali lagi konon, Mieke akhirnya
> >> menemukan karir alternatif tersebut: gonta-ganti menjadi pacar gelap
> para
> >> lelaki berduit Jakarta.
> >>
> >> Oktober 2008 nanti, Mieke Asmara akan tampil dalam
> >>
> >> Gara-Gara Bola!, film komedi yang diproduseri oleh Nia DiNata (Janji
> Joni,
> >> Quickie Express). Ini adalah debut aktingnya yang pertama. Sebelum
> melihat
> >> aktingnya di film itu, baca dulu wawancaranya.
> >>
> >> Ada hubungan apa dengan Mira Asmara yang penyanyi dangdut?
> >>
> >> Tidak ada. Mieke Asmara itu nama panggung. Nama asli saya Muhairoh
> >> Tresnasih.
> >>
> >> Ini pertama kalinya saya wawancara dengan penyanyi dangdut. Rasanya
> >> deg-degan karena penyanyi dangdut biasanya selalu menggoda. Kalau Anda,
> >> bagaimana rasanya diwawancara saya?
> >>
> >> Biasa saja. Apalagi muka Anda mirip teman dekat saya. Namanya Kang
> Jufri.
> >> Siang dia jualan bunga di Barito, malamnya dia suka nonton saya manggung
> di
> >> Pasar Rumput. Orangnya baik sekali, suka membelikan VCD dangdut, suka
> >> mengirimkan saya bunga. Yah, biar bunganya bekas karangan bunga duka
> cita,
> >> yang penting kan niatnya baik. Potongannya ya seperti Kang... Aduh,
> siapa nama
> >> Anda?
> >>
> >> Soleh.
> >>
> >> Iya, seperti Kang Soleh ini. Hitam, dekil, jaket kulit, pakai kacamata.
> >> Jadi saya seperti bicara dengan kawan lama saja. (Mieke terdiam agak
> lama.
> >> Mendadak matanya berkaca-kaca) Sayang Kang Jufri sudah tidak ada. Tahun
> >> lalu, bajaj yang dia tumpangi tercebur ke Kali Ciliwung karena adu balap
> >> dengan Metro Mini. Kejadian itu makin memecut semangat saya untuk
> rekaman.
> >> Makanya di album saya ada lagu yang saya dedikasikan untuk Kang Jufri.
> >>
> >> Judulnya?
> >>
> >> "Cintaku di Dasar Ciliwung".
> >>
> >> Tak banyak penyanyi dangdut yang punya account Facebook. Kenapa Anda
> >> punya?
> >>
> >> Sebetulnya saya ini orangnya gaptek. Tapi beruntung, suami adik saya
> yang
> >> tinggal di Sukabumi punya usaha warnet. Jadilah dia membuatkan saya
> account
> >> di Facebook, sekaligus menambahkan isinya kalau ada berita baru. Duh,
> adik
> >> ipar saya ini memang suportif sekali terhadap karir saya. Saking
> >> suportifnya, dia suka mengirimi saya SMS-SMS penambah semangat. Seperti
> ini
> >> nih. (Mieke lalu menunjukkan sebuah SMS yang berbunyi: MIEKE SAYANG, KPN
> KT
> >> BS KTEMUAN? AK KANGEN. LELI LG GAK DI RUMAH LHO. KABARIN YA.) Manis ya?
> >>
> >> Siapa yang memasukkan video klip "Merem Melek" ke Youtube?
> >>
> >> Kalau itu kerjaan Bang Feri, produser saya.
> >>
> >> Kalau Multiply? Punya account Multiply nggak? Ini kan wawancara buat
> >> Multiply.
> >>
> >> Kebetulan belum. Padahal saya suka menulis buku harian lho. Tadinya saya
> >> mau minta tolong ke suami adik saya untuk membuatkan, tapi entah kenapa,
> >> sejak mengirim SMS terakhir tadi, dia jadi susah dihubungi. Pas saya
> hubungi
> >> adik saya, tanggapannya judes. Jadi bingung.
> >>
> >> Kenapa Anda meng-claim musik Anda sebagai dangdut hiphop pertama di
> >> Indonesia?
> >>
> >> Ya karena memang yang pertama kan? Dulu saya sempat dengar Bang Oma
> hendak
> >> duet dengan Iwa K, atau Martabak Manis, atau siapa gitu bintang hiphop
> >> lokal, tapi entah kenapa tak terdengar lagi perkembangannya. Syukur
> juga,
> >> karena dengan begitu saya bisa mengklaim sebagai penyanyi dut-hop
> pertama.
> >>
> >> Ide siapa untuk menggabungkan dangdut dan hiphop?
> >>
> >> Itu ide saya dan Bang Feri. Yah, namanya juga persaingan industri, harus
> >> punya ciri khas kalau mau laku. Dangdut koplo, dangdut rock, dangdut
> house,
> >> dangdut keroncong, semua sudah ada. Pilihannya tinggal dangdut seriosa
> atau
> >> dangdut hip-hop. Akhirnya kami memilih dangdut hip-hop. Lebih gampang
> >> nge-rap daripada nyanyi seriosa, sumpah.
> >>
> >> Momen apa yang membuat Anda memutuskan untuk jadi penyanyi dangdut?
> >>
> >> Menonton Aneka Ria Safari, suatu malam di tahun 1989. Di luar hujan
> >> rintik-rintik, di layar tampil Itje Trisnawati membawakan "Duh Engkang".
> >> Saat itu juga, saya tahu kalau sudah besar mau jadi apa.
> >>
> >> Bagaimana Anda memandang industri dangdut di Indonesia?
> >>
> >> Semuanya serba ketat. Ya persaingannya, ya kostum panggungnya. Untung
> >> postur tubuh saya oke, jadi memakai kostum ketat pun tidak masalah.
> >>
> >> Anda gagal di reality show dangdut. Bagaimana rasanya?
> >>
> >> Seperti dicambuk, lalu lukanya dikecruti jeruk nipis pakai madu. Sakit
> >> karena ditolak, tapi manis karena bisa bertemu idola saya, seorang diva
> >> dangdut yang saat itu menjadi juri.
> >>
> >> Kenapa Anda ingin sekali jadi superstar?
> >>
> >> Kalau hanya jadi bintang, di langit juga banyak, Kang.
> >>
> >> Anda punya goyangan khusus?
> >>
> >> Ada dong. Namanya goyang dongkrak. Jadi suatu hari ban mobil saya
> kempes,
> >> terpaksa deh saya mengganti ban sendiri. Saat mendongkrak itulah saya
> dapat
> >> ide untuk membuat sebuah goyangan baru. Seperti ini nih... (Mieke pun
> >> memperagakan sebuah gerakan yang super sensual, mirip orang mendongkrak,
> >> tapi dengan pantat ketimbang tangan.) Anehnya Kang, sewaktu mogok itu
> ada
> >> banyak lelaki yang mengerubungi, tapi tak satu pun yang mau menolong.
> >>
> >> Rasanya semua jenis goyangan sudah diambil penyanyi dangdut. Bagaimana
> >> Anda melihat fenomena ini?
> >>
> >> Buat saya, ini bagian dari tuntutan zaman. Dulu, menyanyi saja sudah
> >> cukup. Sekarang perlu ditambah goyangan. Siapa tahu, beberapa tahun
> lagi,
> >> penyanyi dangdut sukses adalah mereka yang bisa nyanyi, goyang dan main
> >> sulap sekaligus. Dan beberapa tahun kemudian, nyanyi, goyang, main sulap
> dan
> >> pidato. Makanya saya sedang berpikir untuk mendaftar di sekolah sulapnya
> >> Kang Dedy Corbuzier, atau sekolah... Errr... Apa namanya? Robert Baden
> Powell?
> >>
> >> John Robert Powers.
> >>
> >> Iya. Itu.
> >>
> >> Kenapa sih banyak penyanyi dangdut kalau bernyanyi selalu mendesah?
> >>
> >> Yah, lebih baik mendesah daripada mengigau, Mas.
> >>
> >> Katanya Anda gila seks. Benarkah itu? Segila apa sih?
> >>
> >> (Tersenyum nakal) Benar nih Mas Soleh mau tahu?
> >>
> >> (tertawa gugup). Kalau begitu, saya percaya saja deh. Bagaimana rasanya
> >> punya album rekaman?
> >>
> >> Yang pasti, jauh lebih menyenangkan daripada punya album foto.
> >>
> >> Apa yang menyenangkan dari bernyanyi di kafe Pasar Rumput?
> >>
> >> Yah, selain bisa dapat uang, saya senang di sana bisa ketemu berbagai
> >> macam orang. Seperti investor yang membiayai album saya, itu ketemunya
> di
> >> Pasar Rumput. Dia bos karaoke dan panti pijat di Blok M, tapi suka
> dangdut.
> >> Orang yang menawarkan kerja sebagai manajer Bakmi Yona juga ketemunya di
> >> Pasar Rumput. Pokoknya bagus banget buat netwokring.
> >>
> >> Apa?
> >>
> >> Netwokring. Itu loh, yang kenal banyak orang buat bisnis.
> >>
> >> Oooo... Networking!
> >>
> >> Iya, netwroking.
> >>
> >> Bagaimana suasana kafe di Pasar Rumput?
> >>
> >> Wah, meriah, Kang. Apalagi saat tanggal muda. Acara di Dragonfly jadi
> >> seperti pesta ulang tahun anak SD.
> >>
> >> Penyanyi dangdut di kafe, biasanya identik dengan perempuan nakal.
> >> Bagaimana dengan Anda?
> >>
> >> Saya lebih suka menyebut diri saya 'berjiwa petualang'. Ke mana jalan
> >> mengalir, ke situlah saya akan berhembus. Dan masalah nakal atau tidak
> kan
> >> sebetulnya juga kembali ke individualnya masing-masing pribadi. Dan
> >> tergantung kacamata yang digunakan. Kalau kacamatanya belum dilap,
> mungkin
> >> kelihatannya begini. Kalo kacamatanya bersih, ya kelihatannya begitu.
> Jangan
> >> mentang-mentang musiknya kafe dan mainnya di dangdut, lalu dicap nakal.
> >> Walaupun... Saya akui, oknum itu pasti ada. Di semua profesi juga
> begitu,
> >> bukan?
> >>
> >> Digodek-godek itu sebenarnya sedang diapain?
> >>
> >> Ini kembali tergantung pada kacamata yang kita gunakan. Dari kacamata
> >> dugem, orang godek-godek jelas orang yang menikmati dugemnya. Dari
> kacamata
> >> polisi, orang godek-godek berarti orang yang menolak tuduhan kalau dia
> >> maling. Dari kacamata pejalan kaki, orang godek-godek berarti orang yang
> mau
> >> menyeberang. Dari kacamata Mieke... (tertawa nakal) Pastinya menggodek
> karena
> >> kenikmatan.
> >>
> >> Apa nikmatnya digodek-godek sehingga Anda sampai harus merem melek
> begitu?
> >>
> >> Beda orang tentu beda ekspresi kenikmatan. Ada yang ngiler. Ada yang
> >> memelet. Ada yang mematuk. Nah, kalau saya merem melek.
> >>
> >> Apakah kita harus selalu sedia lap setiap saat ingin menggodek Anda?
> >>
> >> Tergantung. Kalau godekan Anda kurang mantap, lap itu mungkin tidak
> >> diperlukan, karena saya tak mungkin becek.
> >>
> >> Kalau kita digodek Anda, apakah akan sampai becek juga?
> >>
> >> Mungkin saja. Tapi beceknya setelah digodek, bukan saat digodek. Kalau
> >> saat digodek sudah becek, wah, stamina Anda perlu dipertanyakan.
> >>
> >> Kalau "Gelinjang Cinta," itu bercerita tentang apa?
> >>
> >> Gelinjang Cinta kisah tentang seorang gadis yang dari awal terus
> menuruti
> >> apa perkataan sang kekasih. Sang kekasih mau ke kiri, ia ikut ke kiri.
> Sang
> >> kekasih mau ke kanan, ia ikut ke kanan. Seperti tidak punya pendirian
> dan
> >> identitas. Akhirnya si gadis tak tahan dan memutuskan cintanya tatkala
> sang
> >> kekasih hendak menduakannya.
> >>
> >> Dengan gadis lain?
> >>
> >> Bukan, dengan lelaki lain.
> >>
> >> Dari mana Anda mendapatkan kostum?
> >>
> >> Yang mendesain asisten dan make-up artist saya. Namanya Memed. Dia
> memang
> >> punya usaha sendiri, namanya MmmmMemed Modiste & Vermak Levis. Lumayan,
> jadi
> >> lebih hemat.
> >>
> >> Anda merasa seksi jika memakai pakaian apa?
> >>
> >> Selama pakaiannya ada corak berwarna hijau spotlight atau shocking pink,
> >> selama berpayet, selama berumbai dan selama ketat menempel, saya pasti
> >> selalu merasa seksi saat mengenakannya.
> >>
> >> Siapa idola Anda untuk urusan fashion?
> >>
> >> Gabungan antara Marilyn Monroe, Itje Trisnawati dan Rama Aiphama. Ketiga
> >> sosok itu yang selalu saya jadikan panutan.
> >>
> >> Bagaimana ceritanya Anda bisa bermain film?
> >>
> >> Kebetulan casting director film itu, namanya Dimas, pacaran sama Iyut,
> >> adik Bang Feri, produser saya. Tahu-tahu Iyut hamil. Bang Feri murka,
> >> soalnya Iyut itu adik kesayangannya. Dia langsung mendatangi Dimas, lalu
> >> Dimas digebukin. Mungkin supaya Bang Feri menghentikan gebukannya, Dimas
> >> menjanjikan peran ini. Akhirnya Dimas tak jadi dibuat bonyok oleh Bang
> Feri.
> >> Saya lalu ikutan casting, dan ternyata perannya pas: seorang penyanyi
> >> dangdut ibukota. Sutradara suka, produser suka, jadilah saya ikutan.
> >>
> >> Sepertinya semua terjadi begitu cepat. Punya album langsung main film.
> >> Bagaimana Anda memandang fenomena ini?
> >>
> >> Seperti yang saya bilang tadi... Ke mana jalan mengalir, ke situlah saya
> >> akan berhembus. Dijalani saja, Kang. Yang penting kita total.
> >>
> >> --
> >> La victoria siempre...
> >
> >
> > --
> > hendro
> > 0812 841 8958
> > I'M breAkinG thE RuLes GonNa Act liKe a fool
> >
>
> --
> Ophet
> 0818-08807388 / 021-94561925
> bebex penjelajah/BekaKak-003
> www.bekakak.or.id
> http://blackkarisma.multiply.com/
> [EMAIL PROTECTED] <HKCI%40yahoogroups.com>
> [EMAIL PROTECTED] <karisma_jablay%40googlegroups.com>
> www.hkci.or.id
>
> ------------------------------------
>
> see more information about us in www.bekakak.or.idYahoo! Groups Links
>
> 
>

Kirim email ke