Yang MeGa ada ga???
Biar mantab....

Masalah sahih ga nya ga usah dipikirin...

 RyoBerry®


-----Original Message-----
From: MD Panjaitan <[email protected]>

Date: Wed, 01 Jul 2009 17:29:44 
To: <[email protected]>
Subject: [BekaKak] wtsharing: Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ? 
Menyusul Besan


biar berimbang ahhhh:-)

*Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ? Menyusul Besan*
Oleh saricantika - 28 Juni 2009
http://public. kompasiana. com/2009/ 06/28/ipar- istri-dan- anak-sby- 
akan-masuk- kpk-menyusul- besan/ 
<http://public.kompasiana.com/2009/06/28/ipar-istri-dan-anak-sby-akan-masuk-kpk-menyusul-besan/>,
 

Pernyataan SBY yang menyebut bahwa KPK sudah menjadi lembaga super body, 
serta perintahnya kepada BPKP untuk mengaudit KPK, tak lepas dari 
skenario SBY untuk mengobrak-abrik KPK. Selain dilatari dendam lantaran 
besannya Aulia Pohan dijebloskan ke penjara oleh KPK, SBY sudah mulai 
cemas; bisnis keluarganya sedang diselidiki KPK.
Pernyataan- pernyataan SBY selama ini yang memuji langkah KPK dalam 
memberantaskorupsi itu hanya manuver politik semata dan sekadar untuk 
pencitraan. Padahal sebenarnya SBY sangat panik karena kini KPK yang dia 
rancang sedemikian rupa untuk kepentingannya, kini tidak dapat SBY 
kontrol lagi.
SBY sendiri sekarang sudah mulai cemas dengan manuver KPK yang mulai 
melirik bisnis keluarganya. Juga, KPK saat ini sudah mulai “menembak” 
orang Partai Demokrat, dengan menyeret salah satu tokoh penting Partai 
Demokrat, yakni Jhony Allen dalam kasus pembangunan sarana pelabuhan di 
wilayah Indonesia Timur.
Inilah salah satu alasan mengapa SBY ingin membubarkan KPK. Jika itu 
tidak dihentikan, bisa-bisa KPK akan terus saja melakukan manuvernya 
untuk mengusut korupsi keluarganya dan juga orang-orang Demokrat.
Sebetulnya SBY tidaklah benar-benar serius memberantas korupsi, terbukti 
dengan lambannya pemerintah mengeluarkan Perpu Pengadilan Tipikor, 
karena proses pembuatan UU Pengadilan Tipikor di DPR hingga saat ini 
masih belum jelas bentuknya. Sementara DPR sendiri sudah akan berakhir 
masa tugasnya September mendatang.
* *
*Korupsi Besan SBY: Aulia Pohan*
KPK telah berhasil mengungkap korupsi besan SBY, mantan Deputi Gubernur 
Bank Indonesia (BI)* Aulia Tantawi Pohan*. Dan kini Aulia telah masuk 
penjara dijerat dengan kasus dugaan korupsi dana Yayasan Pengembangan 
Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar. Kasus ini berawal sejak 
tahun 2000. Saat itu, tekanan publik terhadap BI sangat besar akibat 
skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Tim Penuntut Umum menuntut Aulia Tantawi Pohan empat tahun penjara dalam 
perkara dugaan penyelewengan dana Yayasan Pengembangan Perbankan 
Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar pada 2003.
Aulia dituntut bersama dengan tiga mantan Deputi Gubernur BI yang lain, 
yaitu Maman H. Somantri, Bunbunan Hutapea, dan Aslim Tadjuddin. Ketiga 
mantan pejabat BI itu juga mendapat tuntutan yang sama.
Dana YPPI sebesar Rp100 miliar itu diduga digunakan untuk bantuan hukum 
para mantan pejabat BI. Aulia Pohan dan terdakwa lainnya diduga 
menyetujui pemberian bantuan melalui mekanisme RDG.
Para mantan pejabat BI itu adalah mantan Direksi BI, Hendro Budianto, 
Paul Sutopo, dan Heru Supraptomo. Mereka menerima bantuan masing-masing 
sebesar Rp10 miliar.
Selain itu, para terdakwa juga menyetujui memberikan dana Rp 25 miliar 
kepada mantan Gubernur BI Sudradjad Djiwandono dan Rp13,5 miliar kepada 
mantan Deputi Gubernur BI Iwan R. Prawiranata.
Selain memberikan bantuan kepada para mantan pejabat BI, para terdakwa 
juga diduga menyetujui pemberian uang sebesar Rp 31,5 miliar kepada DPR 
melalui anggota DPR Antony Zeidra Abidin dan Hamka Yandhu. Pemberian itu 
untuk memperlancar amandemen UU BI dan penyelesaian masalah Bantuan 
Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Atas perbuatan itu, Aulia dan terdakwa lain dijerat dengan pasal 3 jo 
pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 
tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 
(1) kesatu KUHP.
*KKN Kel. Ani Yudhoyono & Kel. Hatta Rajasa*
Saat ini KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi keluarga SBY di 
*PowerTel*. Perusahaan penyedia jasa infrastruktur backbone internet ini 
merupakan perusahaan yang melibatkan keluarga *Ani Yudhoyono *dan 
keluarga *Hatta Rajasa*.
Dalam susunan pejabat teras PowerTel duduk *Hartanto Edhie Wibowo*, adik 
kandung Ani Yudhoyono, sebagai komisaris utama dan nama *Retno 
Cahyaningtyas*. Sedangkan Di jajaran direksi ada dua anggota keluarga 
Hatta Rajasa, yakni Ketua DPW PAN Sumatera Selatan *Achmad Hafisz Tohir* 
dan *Jon Erizal*.
Hubungan mesra antara Hatta Rajasa dengan keluarga Cikeas disinyalir 
terjalin sejak lama. Saat politisi berambut perak itu menguasai 
Departemen Perhubungan. Sehingga wajarlah jika muncul dugaan apabila 
PowerTel mendapat kemudahan dari pihak Dephup, dalam hal ini dengan *PT 
Kereta Api (KA)*.
Ketika Hatta menjabat sebagai Menhub, nama Hartanto, Hafisz dan Jon 
Erizal disinyalir selalu bermain di berbagai proyek di lingkungan 
Dephub. Bermodalkan hubungan darah dengan kekuasaan, ketiganya cukup 
disegani di lingkungan Dephub.
Kabarnya, menurut sumber, beberapa proyek yang mereka garap adalah 
pembangunan *double track serta infrastruktur pendukung kereta api 
jurusan Tanah Abang-Serpong. Proyek tersebut menghabiskan dana APBN 
2006-2007 senilai Rp 333 miliar*. Proyek lainnya, pengadaan* 16 unit 
kereta api listrik (KRL) bekas asal Jepang, senilai Rp 44,5 miliar*. 
Belakangan proyek KRL eks Jepang itu, dipertanyakan banyak kalangan 
karena dinilai kemahalan.
Tak hanya itu, di sector pembangunan sarana transportasi laut, tak lepas 
dari pantauan mereka. Termasuk penyelenggaraan diklat di lingkungan 
Dephub, masuk dalam kuasa mereka. Sejak itu, temali perkawanan Hatta 
dengan Cikeas berjalan mulus. Apalagi Hatta termasuk menteri yang 
loyalitasnya tegak lurus kepada SBY.
*Korupsi Eddy Baskoro Yudhoyono dan Gatot Suwondo di BNI*
Sementara itu kini KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi *Eddy Baskoro 
Yudhoyono *dan* Gatot Suwondo* di BNI. Ada berbagai manuver yang 
dilakukan Gatot dan Eddy untuk membobol BNI, Gatot sang paman bertindak 
sebagai Dirut BNI dan Eddy Baskoro bertindak selaku nasabah penerima 
pinjaman. Ditengarai jumlah dana yang dimainkan berkisar ratusan milyar 
rupiah, antara lain dalam bentuk kredit macet dan dana-dana lain yang 
sedang ditelusuri KPK, dengan* total dana sekitar Rp. 600 milyar*.
Gatot M Suwondo Dirut BNI adalah ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 
pria itu menikahi adik perempuan dari Ani Yudhoyono. Dari awal 
pengangkatan Gatot menjadi Dirut BNI sempat menggegerkan BNI dan dunia 
perbankan, mengingat kinerja Gatot yang dibawah rata-rata direktur bank.
Dalam RUPS yang digelar 6 Februari 2008, susunan direksi baru BNI 
dibentuk. Susunan direksi BNI adalah Dirut Gatot Mudiantoro Suwondo, 
wakil dirut Felia salim yang sebelumnya menjabat komisaris independen. 
Direktur : Achmad Baiquni, Bien Subiantoro, Suwoko Singoasto, Krishna 
Suparto, Darwin Suzandi, Ahdi Jumhari Luddin, Doddy Virgianto, Yap Tjay 
Soen. Posisi komisaris utama diberikan ke Erry Riyana Hardjapamekas yang 
sebelumnya adalah ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Eddy Baskoro Yudhoyono, anak bungsu Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono 
pernah terlibat kasus money politic. Harian Bangsa di Ponorogo, Jawa 
Timur, menulis bahwa Ibas –panggilan Eddy Baskoro Yudhoyono– 
membagi-bagikan uang Rp. 10.000,- kepada masyarakat di daerah 
pemilihannya di Ponorogo, Jawa Timur. Anehnya justru karena pemberitaan 
itu, ketiga media dijerat dengan pasal pencemaran nama baik.
Nama-nama Keluarga SBY yang tersangkut KPK
1. Istri - Ani Yudhoyono
2. Anak - Eddy Baskoro Yudhoyono
3. Besan - Aulia Tantawi Pohan
4. Ipar - Gatot Suwondo
5. Ipar - Hartanto Edhie Wibowo
6. Ipar - Retno Cahyaningtyas
NOTE:
KALAU SEMUA INFORMASI DIATAS BOHONG, MAS SBY TIDAK PERLU PANIK
NAMUN KALAU INFORMASI DIBENAR, BERSIAPLAH
KARENA CEPAT ATAU LAMBAT PASTI AKAN TERBONGKAR
*Gusti Mboten Sare*


-- 
Salam Sportivitas,
it's not what u ride, but how u ride
U can if U think U can

KHCC# 028
http://cahkumis.multiply.com/
www.khcc.or.id



------------------------------------

see more information about us in www.bekakak.or.idYahoo! Groups Links



Kirim email ke